
Disebuah rumah yang sederhana yang disetiap halamannya dipenuhi dengan mawar merah yang mulai bermekaran membuat susana nya semakin sejuk,tapi tidak sesejuk dua wanita penghuni rumah itu.
Sejak kemarin mereka disibukkan dengan pekerjaan yang tiada habis habisnya.sampai hari ini ramia tidak masuk bekerja untuk membantu ibunya dirumah membereskan kekacauan yang diciptakan ayahnya.
Setelah beberapa jam ,akhirnya selesai juga.Ramia pergi kekamar lalu membersihkan diri badanya terasa lengket dan bau keringat.
sejak kemarin ia tidak sempat mengurus dirinya sendiri.
Setelah selesai membersihkan diri ramia keluar kamar dan berpamitan.
"Buu,,,aku pergi dulu.mia akan mampir ketoko sebentar lalu pergi mencari tania"
Ia mencium tangan ibunya lalu keluar menggunakan motor nya.
Sesampainya ditoko ramia segera memakirkan motornya,
"Mobil siapa ni" batin ramia lalu masuk kedalam dan melihat ifa yang sepertinya berbicara dengan seseorang dan ketakutan.
"Maaf tuan, stok bunganya lagi kosong" ucap ifa terbata bata.
"Pokoknya aku tidak mau tau,sekarang harus ada
"perintah lelaki itu dengan kasar
"Ada apa fa" tanya ramia yang mendekat kearah ifa.
"Ohh dia lagi, ada apa dengan pria kaku ini" batin ramia
Mendengar penjelasan dari ifa,ramia mengangguk aggukkan kepalanya mengerti.
"Begini saja tuan,bisa ada menunggu sebentar .lima belas menit saja,aku akan mengambil bungannya dihalaman rumahku.kebetulan bunga yg aku tanam sudah mulai bermekaran " bujuk ramia
Melihat tidak ada respon ramia mengulang lagi perkataanya.
"Bagaimana tuan" ramia menatap wajah si pria kaku itu yang tanpa ekspresi sedikitpun.
"Lima menit" ucapnya singkat
Mendengar itu ramia dan ifa saling bertatapan.bagaimana bisa ia melakukannya dalam waktu lima menit saja.
"Ini tidak masuk akal" gumam ramia
Mendapat tatapan tajam dari pria tersebut,nyali ramia jadi menciut untuk protes ia segera menyanggupi nya dan cepat cepat pergi mengambilkan mawar merah miliknya.
"Dasar gila" kesalnya .
dengan kecepatan kecepatan super ramia sampai dalam waktu lima menit,segera ia masuk dan menyerahkan mawar itu ke ifa untuk dibersihkan.
Keringat bercucuran diwajah ramia saat ini dan ia mengatur napasnya agak tenang.
Setelah tenang ramia buru buru mengambil air putih dan menengukknya tanpa henti ,sungguh tenggorokannya kering sekarang ia butuh yang segar segar.
Asisten kaku itu dan ifa tanpa berkedip sedikitpun menatap ramia heran.
bagaimana tidak ramia menghabiskan semua air yang ada didepannya dengar rakus.
"Uhh segarnya" ucapnya lalu duduk mengusap keringat diwajah menggunakan tangannya.
"Gadis aneh,jorok " umpat pria kaku itu,ia berdiri lalu mengambil bunga pesananya lalu pergi meninggalkan toko.
Mendengar itu Ramia berdiri menghampiri ifa.ia akan meminta izin untuk tidak membantunya ditoko hari ini.
__ADS_1
"Fa,aku minta maaf,hari ini aku akan pergi mencari adikku" ucap ramia sedih
"Ada apa dengan adikmu mia"tanya ifa ingin tahu
"Nanti aja aku ceritakan fa,aku sudah tida punya waktu lagi"
Melihat raut wajah ramia yang menahan air matanya yang ingin terjatuh membaut ia tidak banyak bertanya lagi dan mengizinkan ramia pergi.
________
Waktu sudah menunjukan pukul empat sore dan pencarian nya tidak membuahkan hasil, sudah hampir beberapa tempat Ia telusuri tapi hanya sia sia saja.
Saat dilampu merah ramia tidak sengaja melihat ayahnya sedang bersama dengan seorang wanita.tidak mau kehilangan jejak ramia terus mengikuti kemana ayahnya pergi hingga mereka masuk disebuah bangunan bertuliskan dua pelangi.
"Tempat apa ini" batin ramia.ia terus mengikuti ayahnya kedalam.
Tapi ia kehilangan jejak ayahnya,ia tidak tau harus kemana.
"Hay cantik,mau kemana"goda seorang pria lalu menarik tangan ramia.
Mendapat perlakuan seperti itu ramia segera menepis tangan pria mesum itu lalu menghindar.tapi percuma saja pria lainnya kemudian mendekati ramia dan menggodanya.
"Lepaskan,lepaskan aku.tolong tolong" teriak ramia
"Ayo teriak,tidak ada yang mendengarmu disini,mari bersenang senang dengan kami dulu" salah satu dari ketiga pria itu menggendong ramia lalu membawanya kesebuah ruangan.
Seketika ramia syok melihat siapa yang ada diruangan itu.
"Nia"
"Kakak"
"Selamatkan aku kak" mohon tania
"Iyah kamu tenang saja,kakak akan mengeluarkanmu ditempat yang seperti dineraka ini" ucapnya meyakinkan tania.
Pria pendek itu bertepuk tangan dengan bahagiannya.lalu berjalan mendekati kedua gadis yang ada dihadapannya itu.
"Kamu manis juga ternyata" godanya memegang pipi ramia.
Ramiapun menepis tanyannya dengan kasar.
"Berani juga kau rupanya.hahahaha"tawanya memenuhi ruangan itu.
"Lepaskan adikku" pinta ramia memohon.
"Tidak semudah itu nona,aku sudah rugi banyak dari ayah kalian" pria itu duduk kemudian menyalakan rokok dan meniupkan asapnya kearah gadis didepannya.
"Berapa banyak aku harus menggantinya"
"1 milyar...hahahahaha"
"apa"
Mendengar bentakkan dari ramia,pria botak itu berjalan kearah ramia lalu menamparnya dengan keras.
"Bawa dan urus dia,terserah kalian saja" perintah si pria botak.tawanya mulai memenuhi ruangan itu.
"Lepaskan aku" teriak ramia melawan
"baik beri aku waktu dua hari.aku akan membayarnya" ucapnya memohon
__ADS_1
"Baiklah nona aku tunggu" ucapnya santai.
"Jangan bawa aku,Tolong tolong aku" tangis ramia.
Ketiga pria itu membawa ramia disebuah kamar lalu menguncinya dengan rapat.
"temani kami nona,jangan menangis kita akan bersenang senang " ucap salah satu pria yang sudah melepaskan seluruh pakayan nya.
ia maju dan mulai merobek pakayan ramia lalu melemparnya kesembarang arah.ramia berontak berteriak namun itu percuma saja kedua pria itu mulai mengikat tangan dan kaki ramia.
"Yah tuhan tolong aku" bantinya pasrah. Ia cuma bisa menangis meratapi nasibnya.
"Tok tok tokk" terdengar ada yang mengetuk pintu kamar.
Ramia segera berteriak meminta tolong agar ia bisa keluar dari ruangan terkutuk ini.
"Siapa sih"
"Pergi lihatlah"
Pintu terbuka.
"Ada apa"
"Bos memanggil kalian"
"apa???dasar bos gila,tidak bisa melihat kami bersenang senang sebentar "umpatnya
"Kalian pergilah,aku akan menyusul nanti" ucap salah satu pria didalam kamar.
Setelah mereka semua pergi tinggal ramia dan satu pria didalam.
Lelaki itu membuka ikatan kaki ramia dan akan melancarkan aksinya.
"Bagaimana ini,aku harus apa" ia panik
"Aaaaaaa" teriak ramia,
ia refleks menendang senjata pria itu dan meringis kesakitan.
"Ini kesempatanku" ramia cepat cepat memungut pakayannya dan memakainya walaupun sudah robek ,itu lebih baik dari pada tidak memakai baju sama sekali.
Ramia mengendap ngedap keluar dari tempat neraka itu agar tidak ketahuan .setelah berhasil ia berlari sekencang mungkin hingga lupa bahwa ia membawa motor,alas kakipun ia sudah melepaskannya entah kemana.
Sudah cukup jauh ramia berlari sampai akhirnya ia tidak sanggup lagi dan duduk dipinggiran jembatan untuk melepaskan lelahnya.
Tenaganya sudah terkuras habis.
Ramia menangis sambil menekuk kedua lututnya lalu menenggelamkan wajahnya disana.
"Nia maafkan kakak. Kakak janji akan mengeluarkanmu dari tempat itu,tapi bagamana kakak mendapatakan uang sebanyak itu.
Ayah kau tidak punya hati,aku tidak akan memaafkanmu ....hiks hiksss"
________
"Hey nak,kamu kenapa?"
Merasa ada yang memegang bahunya ramia mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya.
"Sini biar tante bantu" ucap wanita paruh baya itu dengan lembut
__ADS_1