Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
... ...


__ADS_3

ada sebuah nomor baru yang menghubunginya, katanya agar ia segera bergegas menuju Bar dimana ramia berada.mendapat kabar buruk tentang ramia,sangat membuat ifa khawatir,kalau saja tadi dia tidak meninggalkannya sendiri maka hal ini tidak akan terjadi.


Sebenarnya dari awal,ifa sudah curiga dengan gerak gerik tania yang selalu menatapnya tajam dan ingin membuatnya pergi dari tempat itu.


tiba didepan cafe,ifa bertemu dengan tania yang baru saja turun dari mobil.lalu menghampirinya.


"adik macam apa kau ini hah,dimana ramia?"


"bukan urusanmu.minggir" ucap tania kasar.tanganya mendorong bahu ifa hingga jatuh tersungkur,sikunya berdarah terkena goresan batu tajam.


tanpa membalas perlakuan tania,ifa segera masuk menyusul kedua wanita monster itu untuk menanyakan dimana keberadaan sahabat ramia.langkahnya terus mengikuti hingga berhenti disebuah pintu ruangan.ifa bisa mengenali kamar , dan disini terakhir kalinya mereka berpisah.


"heyy siapa kau? minggir,ini kamarku.dasar pelayan sialan" umpat tania kesal.bagaimana tidak,ia dilarang masuk kekamarnya sendiri.


"maaf, saya hanya menjalankan perintah"ucap pelayan itu.sebenarnya ia juga takut ,namun bayaran yang diberikan lelaki itu cukup fantastis,membuatnya berani melawan tania.


"siapa yang memerintahkanmu? minggir" bentaknya lagi.


tania dan clarissa mencoba memaksa masuk namun tenaga pelayan itu sangat kuat.dengan satu dorongan keduanya jatuh bersamaan.


ifa maju selangkah didepan pelayan itu dan mulai menjelaskan tujuannya.


"boleh aku tau nama nona?"


"ifa"


"mari nona,silahkan masuk"pelayan itu mempersilahkan ifa masuk.dan kembali berjaga didepan pintu kamar milik tania.


"apa apan ini" bentak clarissa.


"aku akan melaporkanmu pada bos,bersiaplah kau akan dipecat" sambung tania.


namun pelayan itu hanya diam saja dan tak mau menggubris ancaman kedua wanita dihadapannya itu.


mereka berdua menyerah dan mencari tempat untuk beristrihat sambil memantau pelayan itu dari jauh.


clarissa mengambil benda pipih dari dalam tasnya untuk menghubungi angga.lelaki suruhan untuk melecehkan ramia.angga juga teman pria clarissa untuk memuaskan hasratnya.


"bagaimana Ga?" tanya clarissa penasaran.tania sedikit menggeser kesamping clarissa supaya ia bisa mendengar suara angga.


"apanya" tanya balik angga.


calrissa menarik napas kasar menahan emosinya.


"bagaimana dengan gadis itu?"tanyanya sedikit menekan.


"aku tidak bisa masuk, kamar itu terkunci" ujar angga


mendengar ucapan angga, clarissa dan tania saling bertatapan.dengan secepat mungkin ia mengambil tasnya lalu membukannya dengan kasar,ternyata kunci itu masih ada disana.

__ADS_1


pandangan mereka teralihkan.terlihat,


ifa memapah ramia suapay bisa berjalan dengan normal.kakinya gemetar,bagian selangkangannya juga sakit.terdapat luka bekas cakaran dibagian lengannya,tubuh ramia lemas tak bertenaga.


clarissa tertawa puas rencananya kali ini berjalan dengan mulus.entah dengan siapa orangnya ia tidak perduli yang penting wanita saingannya itu bisa ia kalahkan dengan mudah.sekarang ia tidak oerlu khawatir lagi.


"bersiaplah. Bian akan menendangmu dan aku akan membuat mommy Dina juga membencimu" gumam clarissa.


"kemasi barangmu,besok adalah hari kebebasanmu." ujar clarissa lalu pergi dari tempat itu.


"hmm" gumam tania pelan.ada sedikit oenyesalan didalam hatinya namun ego mengalahkan segalanya hingga membuat pintu hatinya tertutup.


.


.


.


.


tiba didepan rumah,ifa kembali memapah ramia yang masih belum kuat untuk berjalan sendiri.air matanya terus saja mengalir tanpa henti,wajahnya pucat dan acak acakkan.


"mia,tenanglah.jangan seperti ini,ada aku disini" ifa berusaha menangkan ramia.


saat hendak memasuki ruang tamu,suara bentakkan tersengar begitu keras.


"mia,dari mana kamu haa"


Ramia hanya bisa melihat wajah mommy Dina yang menahan amarah itu dengan sendu.mulutnya terkunci,ia tidak mempunyai tenaga dan keberanian untuk menjelaskannya sekarang.


"oh jadi begini kelakuanmu ya,pantas saja bian melarangku untuk tidak menginap dirumah ini.ternyata bian menutupi sifat burukmu,kasihan anakku bian,aku sudah salah memilihkannya istri" umpat nya kasar.


"mom" lirih ramia pelan.


"diam" bentak mommy dina lagi.


seketika ramia terdiam,ia kembali menangis.


"ada apa ini? kenapa mommy dina membenciku,apa salahku? aku sakit,aku dilecehkan.entah siapa dia aku tidak tau.maafkan aku ayah ibu,mommy dan Bii bian" batinya hancur.


ifa segera mengangkat pundak ramia pelan,namun ia menolaknya.wajah ifa melihat mommy Dina yang sama sekali tidak peduli dengan keadaan ramia.iapun mencoba ingin membantu ramia untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"tante.ramia telah dijebb"


"diam kau,kalian berdua sama saja." ujar mommy dina mendekat kearah mereka berdua lalu menunjukkan sebuah video yang memperlihatkan ramia dipeluk seorang lelaki.


"tante itu salah paham.dia pelayan yang membantu ramia berdiri saat akan pingsan" ucap ifa berusaha menjelaskan.namun,


"diam kau,aku tidak butuh penjelasanmu" bentak mommy dina.membuat ifa terdiam seketika.

__ADS_1


"ramia apa ini,dan kau tidak perlu menjelaskannya lagi.mommy kecewa sama kamu"


"maafkan aku mommy.aku salah" ucapnya sesegukkan.


"mia" ifa kembali berjongkok,memeluk ramia.


Bian yang baru saja datang,melihat ada keributan diruang tamu segera menuju kesana.suara amarah mommy dina terdengar sampai keluar rumah sehingga membuat sean ingin mengetahui apa yang terjadi didalam sana.padahal sean ingin cepat cepat kembali keapartemennya untuk beristirahat.


"mommy?" panggil Bian.


"lihat wanita itu" tunjuk mommy dina


"ada apa ini mom" tanyanya bingung.Bian melihat ramia sebentar lalu kembali menatap mommynya.


"wanita itu ketahuan menjual diri,ternyata apa yang kau katakan tempo hari itu benar.mommy tertipu dengan wajah polosnya itu"


"maaf.maafkan aku mom" hanya itu yang ramia bisa ucapakan.kata maaf yang tidak henti henti keluar dari mulutnya.tidak ada yang bisa ia pertahankan sekarang,kehormatannya sebegai seorang istri telah hancur.


"sudah mom,istirahatlah.jaga kesehatan mommy,Bian khawatir sama mommy" bujuk bian agar mommy dina segera menghentikan amarahnya,ia takut jantungnya akan kembali kambuh lagi.


"Bian kamu harus ceraikan wanita itu,aku tidak sudi punya menantu seorang wanita malam.dia sama saja dengan adiknya itu" kata mommy dina lantang.


"degg" kaget ramia,ia lalu mengangkat wajah menatap mommy dina.


"ada apa? aku benar kan? " mommy dina lalu mengambil handphone nya dari dalam saku,membukannya dan menunjukkan sebuah video.disana terlihat tania yang duduk bersama pria pria hidung belang dan melayani nya dengan senang hati,kemudian mommy dina menunjukkan video ramia yang di peluk seorang pelayan pada bian.


sean dan ifa hanya bisa menyaksikan kejadian menyedihkan yang dialami ramia tanpa berani membela.sean juga tidak menyangka mommy dina yang tiba tiba berubah sembilan puluh derajat dari sifat aslinya,ia hampir tidak mengenali mommy dina,bertahun tahun bersama nya sean sedikitpun tidak pernah melihat mommy dina semarah itu,ternyata dia lebih menakutkan dari Bian.


"sean antar gadis itu pulang"


sean mengangguk,matanya terus melihat ramia yang terduduk lemah dilantai dengan wajah pucatnya.ia tidak punya keberanian untuk membantunya,jika saja itu Bian pasti ia akan membawa pergi ramia dari sana.


sean dan ifa pun kemudian pergi.


"mommy istirahatlah,biar aku antar" ucap bian khawatir.keadaan mommy dina tidak baik baik saja.


setelah mengantar mommynya bian kembali menemui ramia,tanpa sepatah katapun, kemudian ia menggendong ramia dan membawanya kekamar.


"maafkan aku,maaf " ramia terus saja bergumam meminta maaf.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


lanjut yah ✌


__ADS_2