Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
... ...


__ADS_3

"kak sean,aku sudah tidak sanggup lagi.bawa aku pergi dari sini,Bibi juga akan ikut bersamaku"genggamnya erat pada kedua tangan bi sarah. tangis ramia pecah melihat dua orang yang menghawatirkannya itu menangisi dirinya yang hampir mati dikolam renang.ramia memeluk bi sarah,memohon padanya agar membawanya jauh dari rumah yang sudah tidak ada tempat baginya lagi.hatinya begitu rapuh saat perlakuan mommy dina yang berubah kasar padanya.


"Kak sen bawa aku pergi dari sini,tolong" ramia terus saja memohon.ia ketakutan,apalagi saat ini ada janin yang tumbuh didalam rahimnya,ia takut calon anaknya itu akan dalam bahaya.


Sean dan bi sarah hanya saling pandang,mereka merasa iba pada gadis menyedihkan yang memohon dihadapan mereka itu.Bi sarah lalu memeluk ramia agar ia bisa tenang dan ketakutannya bisa hilang.ramia saat ini seperti orang yang sudah kehilangan akal,ia terus saja berbicara tanpa henti.


"bi, bawa ramia masuk." sean berdiri meninggalkan ramia dan bi sarah dikolam renang.ia masuk kedalam rumah mencari keberadaan mommy dina.


sean juga tidak menyangka dengan perubahan sikap mommy dina yang sudah melebihi batas itu,baginya ini sudah tidak benar.


sean mendekat dan memberanikan diri berbicara dengan wanita yang sudah dianggapnya seperti orang tuanya sendiri itu.


"mom" panggil sean pelan.


mommy dina menoleh menatap sean tanpa ekspresi.


"mom.saat melihat kejadian tadi,sean hampir saja tidak mengenali mommy.mommy yang aku kenal selama ini adalah sosok yang lemah lembut,penyayang dan seorang yang bijaksana" ucap sean lagi.ia sangat menyayangkan sikap kasar mommy dina yang sudah sangat keterlaluan.hanya sebuah salah paham yang membuat nya kejam seperti itu.


"tidak usah ikut campur.ini urusan keluarga mommy" jawab mommy dina lantang.


"mom,aku juga anak mommy kan? aku ingin mommy tau kebenarannya.hari itu mommy salah paham,ramia dijebak" jelas sean lagi.


"apa maksudmu?" mommy dina menatap sean tajam.


"ramia tidak bersalah mom.jangan membencinya lagi,dia dijebak adiknya tania dan claris..."melihat tangan mommy dina yang terangkat keatas sean menghentikan ucapanya.


"stop.aku tidak suka kau membawa nama menantuku untuk membela gadis itu,sebelum aku mengusirmu lebih baik cepat pergi dari sini" ucap mommy dina lalu pergi meninggalkan sean sendiri yang masih terdiam kaku mendengar ucapan kasar yang belum pernah ia dengar selama ini dari wanita yang ia panggil momny itu.


"sean harap mommy segera sadar dan bisa tau kebenarannya" batin sean bersedih.


sebelum sean pergi dari rumah itu,ia pergi kamar ramia untuk menemuinya sebentar.disana terlihat Bi sarah yang masih menemani ramia dengan menyuapkan makanan.sean mendekat tanpa sepengetahuan bi sarah dan juga ramia,hingga ia tidak sengaja mendengar percakapan keduannya.


"nak mia harus makan,kasihan dedek bayinya nanti kelaparan" ucap Bi sarah sambil menyuapi ramia.


sean begitu kaget mendengar kehamilan ramia.ia begitu tidak menyangka kejadian dua bulan lalu membuatnya hamil.


"apa mungkin itu?" gumam sean menutup kedua mulutnya tiba tiba.ramia dan bi sarah menoleh mencari arah suara tersebut.tapi kemudian sean pergi tanpa mengeluarkan satu katapun lalu meninggalkan ramia dan bi sarah yang masih melihatnya dengan kebingungan.


"ramia hamil? apa aku tidak salah dengar?" batin sean.


.


"apa mungkin nak sean mendengar nya?" gumam bi sarah pelan.

__ADS_1


"aku percaya pada kak sen bi,dia tidak akan memberitahukan siapapun.tapi mia sedih bi,mia tidak tau siapa ayah dari anak ini.hikss hikss" tangis ramia pecah.kejadian itu sungguh membuatnya hancur,bahkan ia tidak tau siapa lelaki yang sudah bersamanya waktu itu.


"sudah jangan menangis lagi,ada bibi yang akan menjagamu.bukan hanya itu,nak sean dan ifa juga sangat menyayangi mia kan?"


"tapi Bi,mia tidak bisa terus tinggal disini.mia takut kalau mommy ,bian dan clarisaa tau soal kehamilan mia." ucap ramia lagi.


"bibi akan memikirkan caranya,yang penting sekarang mia harus habiskan makanannya dulu,agar dede bayinya dan juga mia bisa kuat.oke"


"hmm" ramia mengangguk.


.


.


didepan pintu,saat hendak keluar sean berpas pasan dengan bian da juga clarissa,kedua pasangan tersebut hanya diam saja.


"Bian.aku ingin bicara denganmu" ucap sean menghentikan langkah bian yang mendorong kursi roda milik clarissa.


"aku tidak punya waktu"


"lima menit saja"


"dua menit.katakan"


"apa bedanya,aku sibuk.apa kau tidak bisa lihat keadaan clarissa sekarang? kalau itu soal pekerjaan nanti kita bahas dikantor tapi kalau urusan yang lain,lupakan saja" Bian lalu meninggalkan sean.


"aku harap kau tidak akan tau dan jika saja nanti kau tau semuanya,aku sudah membawanya pergi jauh" batin sean.


beberapa hari belakangan ini,sean memastikan perasaannya terhadap ramia.bukan perasaan sayang adik dan kakak lagi tapi ia sudah mulai menyukainya ramia.setiap kali ia melihat ramia menangis,hatinya juga merasa sangat sakit.


.


.


.


Di ruang kerja nya Bian tidak fokus dengan kertas yang menumpuk di atas meja,pikirannya terus tertuju pada ramia.mulutnya dan hatinya saling bertentangan,ia bisa bilang bahwa membenci ramia tapi ia juga merasa merindukannya.


ia mencintai clarissa namun hatinya menginginkan ramia.


"mungkin aku hanya merasa bersalah saja dan kasihan padanya." gumam bian.


terdengar ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"masuk" perintah bian.


Bi sari membawa nampan yang berisi minuman pesanan bian.


"silahkan den" ucap sarah meletakkan minuman diatas meja kerja bian.


"saya permisi"


"tunggu bi" ucap bian kemudian.


bi sarah membalikkan badan melihat Bian.


"Bi bagaimana keadaanya,apa dia baik baik saja? kemarin saat dirumah sakit aku terbawa emosi dan tidak bisa mengontrol diri." kata bian lagi


"dia baik baik saja sekarang,tapi kemarin..."


"ada apa bi" melihat raut wajah bi sarah yang berubah,bian yakin terjadi sesuatu pada ramia.


"katakan bi"


Bi sarah tidak mengerti dengan sikap bian yang berubah ubah.kadang bian bisa marah dan menyakiti ramia kadang juga bisa baik dan perhatian pada ramia.walaupun perhatiannya tidak secara langsung ia tunjukan tapi bi sarah bisa mengetahui bahwa bian tulus dari dalam hatinya.


"den bian bisa menemuinya,dia ada dikamarnya.baru saja bibi membawakan nya makan malam" ucap bi sarah lalu keluar dari kamar bian.


Bian keluar dari ruangan kerjanya menuju kamarnya bersama clarissa.ditatapnya wajah clarissa dengan intens,wanita yang sudah menemaninya selama lima tahun dan sekarang sudah menjadi istrinya itu tertidur dengan pulas.keinginannya terwujud menjadikan clarissa seorang pendamping hidupnya namun entah mengapa ia merasa kurang bahagia.


kemudian Bian pergi kekamar ramia.ini pertama kalinya ia masuk kekamar itu selama berbulan bulan ramia tinggal dirumah mommy nya.


ada perasaan aneh yang ia rasakan saat ini.bian melangkah lebih dekat lagi lalu duduk disamping ranjang ramia.


bahu ramia bergetar.


"dia menangis?" batin bian.ia terus melihat ramia meringkus dibalik selimutnya dan membelakanginya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut yah😊


__ADS_2