Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Terungkap


__ADS_3

"Lo makan deh, soalnya gua mau nanya". Ucap Revan.


"Nanya apa?". Tanya Kya.


"Makan dulu aja". Ucap Revan.


"Hmm, ni nasi Lo". Ucap Kya sambil mengambil nasi.


"Ihh kok lembek banget?". Tanya Revan.


"Lo lupa, klo ini nasi kan Lo yang masak". Ucap Kya.


"Oh iya bener". Ucap Revan.


"Lah". Ucap Kya sambil geleng-geleng kepala.


Skip. Beres makan.


"Ehh mau kemana lu". Ucap Revan saat melihat Kya keluar dari dapur.


"Mau ke kamar lah, udah cape gua nyuci piring, mau istirahat". Ucap Kya sambil meneruskan langkahnya.


"Sini dulu". Ucap Revan yang membuat Kya berhenti dan berbalik badan, tapi tetap diam di tempat.


"Ngapain?". Tanya Kya.


"Gua mau nanya". Ucap Revan.


"Silahkan bertanya". Ucap Kya tegas.


"Lu sini dulu". Ucap Revan.


"Ahh, buang buang waktu anjir, bodo amat gua mau tidur". Ucap Kya sambil lanjut melangkah ke arah tangga.


"Heh, gua mau ngasih hukuman". Ucap Revan yang langsung membuat Kya berhenti lagi.


"Hukuman apaan, perasaan gua ga ngapa ngapain". Ucap Kya bingung.


"Jangan pura pura insomnia". Ucap Revan.


"Amnesia Tolo* ". Ucap Kya.


"Ga sopan Lo sama suami sendiri". Ucap Revan sambil mendekati Kya.


"Aduhh, gua pusing dah, hukuman apaan sii. To the point dong, gua udah ngantuk nih". Ucap Kya kesal.


"Duduk sini". Ucap Revan sambil menggenggam tangan Kya dan membawa nya Duduk di sofa.


"Hukuman apaan?". Tanya Kya yang masih cemberut.


"Lu manis juga ternyata". Ucap Revan saat melihat wajah Kya.


"Yaelah dibawa kesini cuma buat dengerin omongan pakboy". Ucap Kya mengejek.


"Hukuman Lo, cuma jawab pertanyaan gua dengan jujur". Ucap Revan.

__ADS_1


"Hukuman apaan sih?". Tanya Kya.


"Bodo banget". Ucap Revan sambil menyentil jidat Kya.


"Aww sakit oon". Ucap Kya.


"Lo lupa tadi pagi gua suruh pulang sekolah langsung pulang?". Tanya Revan.


"Ohh iya, tapi jangan jidat gua lu sentil". Ucap Kya memasang muka cemberut.


"Bodo". Ucap Revan seakan akan tidak perduli.


"Yaudah hukuman nya apa?, kayak bocil aja si lu, masalah kecil aja pake hukuman". Ucap Kya.


"Suka suka gua, gua juga mau nanya Lo jawab jujur". Ucap Revan.


"Iya". Ucap Kya.


"Lo pernah di bully?". Tany Revan.


"Iya".


"Lo inget siapa yang bully Lo?". Ucap Revan.


"Waktu itu si gua inget nama, tapi udah lupa sekarang. Epan epan gitu kek nya, tapi gatau dah. Lagian buat apaan juga sii". Ucap Kya bingung.


"Ohh". Epan kan nama panggilan temen sekolah gua dulu, apa mungkin ya ni cewek?, . Batin Revan.


"Udah?". Tanya Kya.


"Kelvin itu siapa Lo sii?". Tanya Revan tiba tiba.


"Kalian sekelas?". Tanya Revan.


"Iya".


"Lo Deket banget ya sama dia?". Tanya Revan mulai cemburu.


"Ahh, udah lah, gw udah ngantuk ini. Mau tidur, lu tuh ngapain si ngurusin idup gua, sok peduli deh". Ucap Kya sambil berdiri.


"Enggak, gua ga peduli kok sama Lo, Lo tuh cuma beban di hidup gua, klo Lo suka sama orang lain dan Deket, apa lagi klo Lo pacaran sama orang lain. Itu nambahin beban gua". Ucap Revan menusuk.


"Oh, gitu ya. Gua harus gimana dong biar gak membebani Lo?, Apa gua pura pura selingkuh depan orang tua kita, Pasti mereka minta kita cerai, dan gw ga akan jadi beban Lo lagi". Ucap Kya sambil tersenyum menahan sakit hati nya.


"Lo ngomong apa sih?". Tanya Revan mulai kesal.


"Gatau lah". Ucap Kya sambil beranjak pergi menuju kamar nya.


"heh tunggu dulu, Lo mau cerai?". Tanya Revan Sambil menarik tangan Kya.


"Ihh gatau, lepasin, sakit". Ucap Kya.


"Jawab gua".


"Aww sakit, Lo jangan kasar gini dong". Ucap Kya.

__ADS_1


"Emang Lo mau kita cerai?". Tanya Revan mulai mendekat ke badan Kya.


"Ihh apaan si Lo". Ucap Kya sambil refleks mundur.


"Gua tanya sekali lagi". Ucap Revan mulai mendempet.


Sekarang Kyara sudah terpojok, ia sudah tidak bisa mundur lantaran ada dindin yang menghalangi. Ini dindin ngapain ada disini sii. Batin Kya.


"Lo tuh cuma suami di atas kertas, Gua bisa cari suami lagi klo kita cerai". Ucap Kya yang mulut nya ga bisa diem.


"Arghh!!". Gumam Revan sambil mengangkat tangan nya bersiap menonjok.


"Aaaa!!" Teriak Kya ketakutan sambil menutup mata nya.


Bug bug.


"Eh?". Gumam Kya bingung karena tidak merasakan sakit.


"Revan..". Gumam Kya sambil menatap mata Revan.


"Lo beneran mau cerai sama gua?". Tanya Revan, ntah mengapa rasanya ada air yang memaksa ingin keluar dari mata nya, tapi ia masih mencoba menahan nya. Rasanya Revan seperti merasakan cinta yang sudah terkubur lama mulai kembali tumbuh lagi. Seperti nya Kya memang orang yang dia cari selama ini. Cinta pertama nya, Cinta kecil nya.


"Tangan Lo". Ucap Kya saat melihat darah mengalir dari tangan Revan.


"Lo inget gua ga si?". Tanya Revan Sambil memegang pipi Kya.


"Ta-tangan Lo gapapa?". Tanya Kya khawatir.


"Lo inget gua ga?". Tanya Revan Sambil mengelus kepala Kya.


Deg, Aku ga suka di pegang pegang, jangan pegang, is tangan kamu gatel ya, kamu kenapa ganggu terus sih. Suara suara Kya kecil yang terus bergema di pikiran nya, dan flash back kecil nya.


"Jangan bilang Lo". Ucap Kya sambil menatap mata Revan.


"Lo Kya kan, si cewek tomboy yang ga suka di pegang pegang pala nya, yang selalu dikerjain, yang main nya sama cowok". Ucap Revan.


"Lo...". Ucap Kya yang bingung berkata apa.


"Lo cinta pertama gua, dan gua ga bisa move on dari Lo". Ucap Revan sambil tersenyum. Lesung pipi nya menambah manis senyuman nya. Siapa yang tidak tergoda dengan senyuman itu.


"Iss, apaan sih Lo". Ucap Kya yang baper gara gara perkataan Revan. Cinta pertama. Gua cinta pertama nya. Cinta kecil gua terbalaskan kah, gua harus apa?. Batin Kya bingung. Dan itu semua merusak suasana yang terlihat sangat romantis.


"Lo inget gua kan?". Tanya Revan bertanya lagi.


"Inget, tukang bully kan". Ucap Kya berusaha menyembunyikan perasaannya.


"Gua pengen cipo* lu rasa nya". Ucap Revan sambil tersenyum kesal.


"Tapi tangan Lo". Ucap Kya masih khawatir.


"Gua gapapa". Ucap Revan yang masih menatap wajah Kya.


"Lo bilang ga papa?, periksa mata besok, tangan Lo udah berdarah darah gini. Lo tunggu disini, gua ambil kotak p3k dulu". Ucap Kya.


"Ky, gua masih suka kok sama Lo, gua bener bener ga bisa move on dari Lo". Ucap Revan.

__ADS_1


"Tangan, tangan Lo". Ucap Kya sambil tetap berjalan.


"Lo gerusak suasana tau ky". Ucap Revan sedikit kesal, tapi ia tau Kya bukan orang yang bisa bersikap seperti layaknya orang yang bucin, Kya itu orang yang spesial dengan cara nya sendiri bagi Revan.


__ADS_2