
Sebelum perdebatan mereka makin menjadi jadi, Kyara pun melepas rambut palsu nya dan memasukkannya kedalam tas. Ia pun makin mendekat kearah Revan dan ibu Kevin.
"Revan!!". Panggil Kyara, ia berusaha melerai perdebatan ibu Kevin dengan Revan. Kedua nya melihat ke arah sumber suara, Revan sedikit tenang melihat Kyara. Sedang ibu Kevin langsung membuang muka, ia terlanjur kecewa.
"Ma,,". Panggil Kyara menyusul kearah keduanya, Kyara hendak menyalim tangan ibu Kevin, tapi tak dihiraukan dianggurkan begitu saja. Kyara pun pasrah.
"Bagus kamu disini Ky, bawa suami kamu dari sini!". Ucap Ibu Kevin mengusir.
"Ma, Kyara minta maaf". Ucap Kyara.
"Ky Mama bukan marah sama kamu. Tapi Mama kecewa sama suami kamu. Kok bisa dia berbuat begitu sama Kevin, apa dia gatau kamu sama kevin udah seperti saudara?!". Ucap Ibu Kevin.
__ADS_1
"Saya melakukan itu karna dia sendiri Bu". Ucap Revan. Ibu Kevin tak habis fikir mendengar ucapan Revan yang masih membela dirinya sendiri.
"Kyara, kamu bawa suami kamu ini!. Mama udah ga mau lagi liat muka dia". Ucap Ibu Kevin, ia langsung bergegas masuk kedalam rumah dan menutup pintu dengan kuat.
Bagai diterpa hujan badai angin ribut, Kyara merasa kepalanya sangat sakit saat ini. Pusing memikirkan apa yang harus diperbuat. Disaat Kyara diam sedang bingung harus berbuat apa, Revan memeluk Kyara dari belakang, Ia sangat merindukan gadis kecil yang membuat nya gila sedari pagi ini.
"Lepasin!". Tukas Kyara sambil mendorong Revan menjauh dengan kuat.
"Ky?". Ucap Revan tak percaya dengan apa yang Kyara perbuat. Padahal mereka baru saja bertemu, apa Kyara sebegitunya tak memikirkan dirinya. Pikir Revan.
"Ky!,, Kyara!!". Teriak Revan, ia berlari menyusul Kyara, dan berhasil menahan tangan Kyara. Disaat itu pun tiba tiba hujan turun dengan derasnya.
__ADS_1
"Lo kenapa sih Pan?!". Teriak Kyara, ia bertanya tanya dalam hatinya kenapa Revan bisa menimbulkan masalah seperti ini untuk nya. Tak terasa air mata nya jatuh begitu saja.
Revan memeluk Kyara, mendekapnya dalam pelukannya. "Lo kemana aja". Ucap Revan, kini ia tak akan pernah lagi melepaskan Kyara. Kyara makin menangis didalam pelukan Revan, bukan 'lo kemana aja' yang ingin di dengarnya. Ia makin kecewa dengan Revan.
"Kita pulang ya Ky". Tambah Revan tanpa melepas pelukannya. Kyara yang enggan dengan ajakan Revan pun memaksa melepaskan pelukan Revan.
"Lepasin gue!, gue ga mau pulang ke rumah lo!!". Ucap Kyara dengan tegas.
"Kita harus bicara, lo harus dengerin dulu penjelasan gue" Ucap Revan.
"Gue capek Rev, ngomong sama lo tuh ga ada abisnya". Ucap Kyara.
__ADS_1
"Ayok Ky, lagian lo mau kemana lagi?. Lo mau sakit hah?, lo galiat ini lagi hujan?". Ajak Revan memaksa.
"Bisa ga si lo tuh jangan ngurusin gue?!, gue capek lo selalu ikut campur sama apa yang gue lakuin!. Lo ga sadar gue dijauhin sama Mama Sintya sama bang Kevin itu karna lo?!. Dan sedikit pun lo ga ngerasa bersalah?". Ucap Kyara. Ia marah sejadi jadi nya, meluapkan amarah nya pada Revan. Kali ini ini ia benar benar kecewa, tak habis fikir dengan kelakuan Revan yang sudah seperti orang gila.