Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Marahan


__ADS_3

"Bangun!!". Ucap Kyara sambil menggoyang goyang kan badan Revan dengan cepat. Jam sudah menunjukkan jam setengah tujuh lebih. Padahal Kyara sudah membangunkan Revan tadi, sebelum ia pergi cepat cepat mengganti baju.


"Aduh, lo tuh berisik banget tau ga". Kesal Revan sambil menarik selimut kembali. Kayaknya tadi malem Revan tidur terlalu lama.


"Byurr!!". Dengan sekali siraman tepat diwajah Revan, Kyara berhasil membuat Revan bangun. Revan langsung bangun terduduk sambil mengusap usap wajah nya.


"Lo ngapain si?". Ucap Revan dengan nada suara berat.


"Ini udah jam 7 tol*l, lo mau terlambat?!". Kini Kyara sudah marah karna sulitnya Revan dibangunin.


"Hah??". Bingung Revan, kemudian ia melihat jam dan langsung pergi dengan cepat ke ruang ganti.


Mereka pun dengan cepat mempersiapkan barang barang mereka sendiri, Kyara memasang wajah jutek lain dengan Revan yang bodo amat dengan hal lain yang penting ia siap semua sekarang.


Tanpa sarapan, tanpa bertegur sapa, tanpa berbicara sepatah katapun, kini kedua nya sudah ada didalam mobil. Kyara masih tetap memasang wajah jutek nya sambil memeriksa buku buku didalam tas nya.


"Loh kok buku gue masih kosong?". Kyara memulai percakapan, menatap Revan yang fokus pada stir mobil.

__ADS_1


"Kok tanya gua?". Ucap Revan, ia menatap Kyara sebentar lalu kembali ke jalan.


"Ahh, t*i!. Lo tuh gimana sih?!". Kesal Kyara menyalahkan Revan.


"Kok lo malah nyalahin gua?". Revan bingung dengan isi kepala Kyara. 'Bini gua napa si!, edan bat kelakuan pagi pagi'. Batinnya.


"Lo sendiri yang bilang mau bantuin kerjain pr. Tapi lo ga turun turun". Omel Kyara.


"Gua udah turun cucunguk!, lo aja yang tidur kayak kebo!". Ucap Revan ikutan kesal.


"Kenapa ga lo bangunin coba?!. Seenggaknya gua masih bisa ngerjain pr tadi malem". Ucap Kyara.


"Bac*t lo!, ngeselin banget, bangun tidur aja susah!". Omel Kyara.


"Lo juga susah dibangunin, lo pikir gua ga coba bangunin lo apa. Kalo giliran gua, seenak jidak lo nyalahin gua". Revan ikutan mengomel omel.


"Idihh!". Kyara mengernyit melihat Revan malah ikut ikutan mengomel.

__ADS_1


"Apa?, salah yang gua bilang?". Ucap Revan.


"T*i lo!, gua ga mau tau, pokoknya gua ga mau sekolah. Tugas gua belum selesai!". Ucap Kyara.


"Gausah banyak tingkah, emang gua pikirin mau tugas lo udah siap apa belum". Jawab Revan.


"Yaudah turunin aja gua disini!, gua ga mau sekolah!". Ucap Kyara bersikeras.


"Ky!, lo mau ngapain kalo ga sekolah hah?. Beg* banget lo!". Ucap Revan.


"Lo ga ngerti banget sih!". Kesal Kyara.


"Lo yang dikasih pengertian malah ngelunjak". Balas Revan. Kyara hanya bisa menatap Revan dengan kesal. Ia tak mau lagi membalas perkataan Revan, ga akan ada habisnya.


"Orang udah telat juga, masih maksa banget sekolah. Sok rajin!". Gumam Kyara bersungut sungut, gumaman Kyara ternyata masih bisa didengar Revan. Revan tak perduli dengan apa yang dikatakan Kyara, dan tetap melajukan mobil nya kearea sekolah.


Skip. Di parkiran sekolah.

__ADS_1


"Tungguin gua nan- 'Brakk!'". Ucapan Revan terpotong karna Kyara membanting pintu mobil dengan kuat. Kyara langsung pergi meninggalkan parkiran. Revan hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah bini nya yang masih kekanak kanakan.


__ADS_2