Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Ketemu Lagi


__ADS_3

"Tunggu disini ya jangan kemana mana". Titah Revan. Mereka kini sudah ada dibagian time zone.


"Emang gw anak anak apa?, yang bakal kocar kacir kemana mana". Protes Kyara.


"Tadi lo bilang lo baru lulus SMP, ya masi anak anak dong". Ucap Revan, ia gemas melihat Kyara jadi tanpa sadar mengacak acak rambut Kyara.


"Jangan Pann,,". Ucap Kyara dengan nada malas, Revan akan selalu gini nih.


"Hahahahh,, tunggu yaa Sayangg!". Teriak Revan sembari pergi menjauh. Kyara jadi memerah malu karna Revan berteriak memanggilnya 'sayang'.


Kyara memalingkan wajah nya untuk menahan rasa malunya. Ehh malah tak jauh darinya, ia malah saling menatap dengan seseorang yang ia kenal. Kini orang itu melambaikan tangannya pada Kyara. Huftt,, Kyara membuang nafas kasar.


"Anak baru?,, lo ngapain disini??". Tanya nya dengan wajah bingung.


"Gw punya nama". Ucap Kyara.


"Hahaha,, iya iya. Kyara lagi ngapain disini?". Tanya Varel sambil sedikit terkekeh. Ganteng juga sebenernya Varel ini, tapi gatel sih orangnya, sokap lagi xixixi. Minta author garuk.


"Nge date". Jawab Kyara jujur.


"HAH?!". Kaget Varel tak tertahankan.


"Gila lo?!, gausah teriak juga. Ngga perlu sekaget itu". Protes Kyara.

__ADS_1


"Lo punya cowo?". Tanya Varel tak percaya.


"Wait?, urusan lo apa ya?". Tanya balik Kyara dengan nada kesal.


"Gue kan lagi deketin lo". Jawab Varel sekenanya. Kyara malah geleng geleng dengan mimik wajah bingung tak percaya. "Emang udah gila si lo!". Pekik Kyara. Ia pun berbalik badan berniat meninggalkan Varel begitu saja. Tapi,,


'Bughh!'. Bunyi Kyara menabrak seseorang.


'Sial banget!. SIAPA SI YANG BERDIRI DIBELAKANG GW!'. Kyara teriak batin. Niat seneng seneng mau main, kok jadi emosi. Ia pun melihat kearah wajah orang yang ditabraknya tadi. Ehh-


"Revan". Ucap Kyara. Yaudah deh, gajadi marah. Pikir Kyara.


"Loh Ky?, lo nge date sama kakak lo?". Tanya Varel bingung sembari menatap Revan.


"Revan,,". Panggil Kyara menenangkan.


"Dia bukan adek gw, ngerti lo?!". Tegas Revan.


"Tapi Kyara bilang?". Jawab Varel. Revan jadi menatap tajam Kyara. Kyara jadi sedikit gugup ketakutan.


"Kapan gua bilang dia kakak gua?!". Ucap Kyara menatap kesal Varel.


"Waktu dikantin lo bilang lagi nunggu kakak". Ucap Varel.

__ADS_1


"Ya gua kan bilang kakak karna dia lebih tua dari gua!". Jelas Kyara.


"Udah stop. Kyara itu cewek gua. Lo ga usah ngejar ngejar dia lagi, sana pergi!". Usir Revan. Varel sebenarnya aga potek, hanya saja ia memantapkan hatinya. 'Selama undangan pernikahan mereka belum dicetak, masih ada kesempatan buat gua!. Kalo ga hari ini, masi ada besok atau lusa!'. Batinnya membara.


"Yaudah gua pergi dulu ya Ky". Ucap Varel izin. Kyara jadi mengernyit mendengarnya, Revan makin kesal jadinya.


"Titip masa depan Bang!!". Teriak Varel saat sudah agak jauh.


"Kont*l". Pekik Revan bergumam, sengaja biar bini ga denger.


"Revan!!".


Ehh denger dia ternyata. Pikir Revan.


Revan pun menarik pinggang Kyara mendekat kebadannya. Memeluknya erat lalu berbisik. "Lain kali gausah cantik cantik kalo keluar!"


"Makanya jangan jelek!". Ejek Kyara.


"Emang gua jelek?". Tanya Revan.


"Udah mana kartu nya?". Kyara mengalihkan topik pembicaraan, tak berniat menjawab.


"Aku jelek ya?". Tanya Revan, kini diakhiri dengan kekehan.

__ADS_1


__ADS_2