
'Dertttdrr', hp Kyara berdering di jam istirahat.
"Halo Lix?". Sapa Kyara, ia bingung kenapa Felix menelfon nya.
"Lo dimana Vin?". Tanya Felix tanpa basa basi.
"Dikelas". Jawab Kyara sekenanya dengan wajah polos kebingungan.
"Hah?". Felix bingung.
"Emang kenapa?". Tanya Kyara.
"Bukannya lo absen tadi ya?". Ucap Felix.
"I-ini gua aja baru dateng hahah,, untung ga ada pak satpam tadi". Jawab Kyara agak canggung.
"Ohh yaudah, gue di kantin nih. Kalo lo emang lagi disekolah bisa kesini kaga?. Gua mau nanya lo jadi ga si ikutan basket, udah dua kali lo ga ikutan latihan. Bang Fernan disini juga nih". Ucap Felix panjang lebar.
"Aduh,, kalo pulang sekolah aja bisa ga?". Tanya Kyara.
"Kenapa?". Felix balik bertanya.
"Kayaknya gue harus pulang lagi deh sekarang, ntar gue susul balik sekolah ya lix, maaf banget nih". Ucap Kyara sambil mematikan telfon sepihak.
"Ehh, Kelvin!". Panggil Felix kaget karna panggilan diakhiri.
__ADS_1
"Apa katanya?". Tanya Fernando.
"Pulang sekolah bang dia bilang, aneh banget dia emang belakangan ini". Ucap Felix.
"Hah aneh gimana?". Tanya Fernando.
"Dia ga masuk beberapa hari ini,, dia juga bilang mau pulang tadi padahal dia baru sampe kelas. Ntar dia dihukum baru tau rasa". Ucap Felix.
"Besar juga nyali dia yaa,, hahahahah". Tawa Fernando menggelegar.
"Ehh, tapi lo gapapa bang pulang sekolah nih?. Bukannya lo harus kerja?". Tanya Felix.
"Gapapa, biar ntar gua minta ijin ga masuk sama bos gua". Jawab Fernando santai.
"Cuma sampe lomba ini siap kok, gue lagi penasaran soalnya". Balas Fernando.
"Hah,, lo penasaran tentang lombanya?!. Tumben amat bang". Ucap Felix
"Bukan lombanyaa. Adohh Felix" Ucap Fernando sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Jadii?". Tanya Felix.
"Rahasia, lo ga perlu tau". Jawab Fernando.
"Hamdehh,, gaya lo bang!". Sindir Felix, Fernando hanya menjawab dengan tertawa.
__ADS_1
'RING!!'. Bunyi bel sekolah menandakan waktu pulang.
"Kyara mana?". Tanya Revan sambil mencegat teman sekelas Kyara di pintu kelas.
"Ehh bang Revan!". Kaget nya, ia langsung menebarkan senyuman diwajahnya.
"Ada?". Tanya Revan lagi.
"Ohh,, murid baru itu kan?". Tanya nya, Revan mengernyit bingung tidak menjawab apa apa.
"Emm, dia udah keluar duluan di jam ke 2 sebelum bel pulang". Tambahnya karna tak ada jawaban.
"Maksud lo keluar, CABUT?!". Tanya Revan menekankan kata diakhir kalimatnya.
"Kayaknya gitu si bang Revan". Jawabnya agak canggung, ia bingung dengan respon Revan, emang Kyara ini siapa si?. Pikirnya.
"Yaudah makasih". Jawab Revan dan langsung pergi begitu saja. Memang istri nya ini akal nya bercabang kemana mana, pikir Revan.
"Angkat!". Gumam Revan kesal sambil mencoba menghubungi Kyara berkali kali.
Sedangkan kini Kyara sedang ada dirumah nya sendiri. Ia langsung pergi ke rumah nya untuk mencari rambut palsu nya yang lain dan berganti baju dengan baju latihan. Ia melilitkan kain dibagian dada nya supaya tak begitu terlihat menonjol.
"Kenapa Bang?". Tanya Kyara disambungan telfon.
"Lo dimana blo*n!, si Revan kenapa si?!. Sakit jiwa ya!!". Kesal Kevin dilontarkannya begitu saja pada Kyara. Revan baru saja mendatangi Kevin dkk dikelas. Ribut sejadi jadinya sampai terjadi baku hantam.
__ADS_1