
"Trus ntar lo dong yang dihukum". Ucap Revan.
"Ya kan emang gue yang salah, mau gimana lagi". Jawab Kyara.
"Udahlah, kali ini biar gue jadi suami yang bisa lo andelin. Lain kali jangan diulang". Ucap Revan sambil mengacak acak rambut Kyara
Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi. Kini Kyara sudah bersiap siap akan pulang.
"Heh!!, mau kemana?". Cegat Revan tepat di pintu kelas Kyara.
"Ehh, ini padahal mau nyusul". Ucap Kyara.
"Kalo mau nyusul tuh kesana bukan kesini". Ucap Revan sambil menunjuk arah yang berlawanan.
"Ya kan ini mau jajan dulu". Ucap Kyara.
"Udah udah, alasan mulu. Udah ayok tungguin gue siap OSIS". Ucap Revan. Kemudian mereka pun segera berjalan ke arah ruang OSIS.
"Iya, tapi beliin kuota dong pan". Rayu Kyara.
"Nih". Ucap Revan sambil memberikan handphone nya.
"Apaan?". Jawab Kyara kebingungan.
"Pake hp gue". Ucap Revan. Kyara hanya bisa menatapnya tak percaya Revan memberikan hp nya. Apa dia sepercaya itu sama Kyara, nanti kalo Kyara ngecek hp nya gimana.
"Kenapa?, ga mau?". Tanya Revan karna Kyara hanya diam menatapnya.
__ADS_1
"Yaudah yaudah sini deh". Pinta Kyara dari tangan Revan.
"Lo mau tunggu di depan ruangan OSIS?". Tanya Revan.
"Engga". Jawab Kyara sambil menggeleng.
"Jadi lo nunggu dimana?". Tanya Revan menatap dengan malas.
"Kantin, ntar kalo udah beres dateng kesana aja". Ucap Kyara.
"Yaudah, nih". Ucap Revan sambil memberikan uang lima puluh ribu.
"Ehh cius nihh?". Tanya Kyara yang tak akan segan segan mengambilnya.
"Gak mau?". Tanya Revan sambil memasukkan kembali ke saku baju nya.
"Sun". Ucap Revan.
"Hah". Bingung Kyara.
"Sun dulu". Balas Revan sambil menunjuk pipinya.
"Lo gila?, ini disekolah Bang". Ucap Kyara sambil memukul pelan pinggang Revan.
"Aduh Sayang, tadi pagi aja kamu berani". Ucap Revan.
"Itu kan diparkiran. Mau ngasih ga??". Tanya Kyara dengan tegas.
__ADS_1
"Kok gue malah dirampok ya". Ucap Revan bercanda.
"Ahh yaudah". Ucap Kyara sambil berlalu pergi, tapi ternyata Revan menahannya.
"Gausah ngambek. Nih". Ucap Revan sambil memberikan uang nya.
Saat Kyara mulai mendekat, Revan langsung menarik Kyara dan mendekapnya dalam pelukan. "REVAN!!". Teriak Kyara. Dengan cepat Revan langsung menghujaminya dengan ciuman baru melepasnya.
"Nanti ada yang liat!". Protes Kyara.
"Yaudah gapapa, kenapa emangnya?". Tanya Revan tak perduli. Orang mereka udah sah sah aja kok. Pikirnya.
"Ntar lo digebukin lagi, dikira mau memperkaos gue. Udah ya gue ke kantin dulu". Ucap Kyara ditelingan Revan, kemudian cepat cepat berlalu pergi.
"Mana ada cerita nya kayak gitu!!". Teriak Revan sebelum Kyara tak nampak lagi.
Di Kantin.
Kyara hanya menonton anime di handphone Revan, ia juga menyambungkan hostpot pada handphone nya. Sekalian melihat lihat siapa tau ada fans yang nge chat dia.
"Ky!". Panggil seseorang yang tak Kyara kenal.
Kyara hanya membalikkan badan nya dan mengangkat sebelah alisnya.
"Lo anak baru kan dikelas, gua Varel. Satu kelas ama lo". Ucap Varel memperkenalkan diri. Kyara memang diperkenalkan jadi murid baru dikelas, karna ia hanya mendaftarkan nama Kelvin saja dikelasnya. Hanya di kedataan siswa saja yang dipegang oleh pengurus siswa yang tau bahwa Kelvin itu Kyara.
"Kyara". Jawab Kyara sambil tersenyum
__ADS_1