
"Istri idaman gue banget si". Ucap Revan, yang membuat Kya langsung menatap Revan. Kya kesal sekali pada Revan. Kenapa sih kata kata Revan bisa membuat Kya ingin melayang layang di udara.
"Dah lah"
"Mau di bantu gak?". Tanya Revan.
"Kalo lo mau bantu, taroin ini yah ke kulkas, gue mau naro ini ke wastafel. Makasih". Ucap Kya.
"Ada syarat nya tau". Ucap Revan.
"Iss, gak ikhlas banget sih". Ucap Kya sambil menatap tajam ke arah Revan.
"Cium dulu dong". Ucap Revan yang semakin di tatap tajam Kya.
"Lu tuh yah". Geram Kya kesal. Tapi tetap saja satu ciuman di pipi Revan berhasil Kya lakukan dengan cepat.
"Yaelah cepet banget, disini dong jangan di situ". Tunjuk Revan pada bibir nya.
"Tidak akan ada kesempatan ke dua, atau pun pengulangan" Jelas Kya.
"Yaudah deh". Cup-cup-cup ,tiga kecupan berhasil mendarat di pipi Kya.
__ADS_1
"Lu kok jadi bucin gini si". Kesal Kya, Ia jadi benar benar tidak bisa mengontrol perasaan nya saat berada di dekat Revan.
"Gue kecanduan lo". Balas Revan.
"Aneh". Gumam Kya sambil beranjak pergi menuju dapur.
"Mata gue bener bener udah gak polos, Ini kan termasuk 18+, ehh tapi Kya kan blum nyampe umur 18, termasuk 18+ gak sih ini". Ucap Riyan yang tadi nya ingin pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tapi ia malah bersembunyi dulu, dan malah melihat kejadian yang benar benar menegangkan. Lalu ia berniat pergi mengambil minum di meja tamu saja.
"Ky". Peluk Revan pada pinggang Kya.
"Ishh, bikin kaget!". Kesal Kya. Hampir saja gelas yang ada di tangan nya ia lempar.
"Gue kangen, pengen meluk lo, pengen cium lo, di kamar". Ucap Revan yang serasa tidak peduli dengan kekagetan Kya.
"Kenapa sih gua harus liat pemandangan suami istri gini, enggak tau apa yak gua jomblo". Ucap Dion yang membuat Kya melopat kaget, sedangkan Revan hanya menoleh ke asal suara.
"A-abangg, tuh kan bikin malu". Cubit Kya pada pinggang Revan.
"Ehh, santuy aja kali Ky. Ayok udah beres blum, Kita mau nonton nih". Ucap Dion.
"Bentar lagi". Jawab Kya.
__ADS_1
"Yaudah gua duluan ya". Ucap Dion.
"Abang bawa si Revan juga". Ucap Kya.
"Ayok Bang Rev". Ajak Dion.
"Gua nunggu Kya aja". Ucap Revan.
"Ikut aja sono". Balas Kya yang menolak Revan.
"Udah ayokk, biar istri lo beresin ini bentar, kita kita mau nanya sesuatu sama lo". Ajak Dion sedikit memaksa Revan.
"Sana ikut!". Paksa Kya.
"Yaudah iya". Revan mengalah.
***Hai haiii
Readers, makasih yah buat yang like apa lagi komen. Kalian bener bener mensupport Author. Makasih buat yang semangatin Author.
Kalian juga tetap dukung Author yahh, dengan cara Vote, Komen, Like, Share juga biar banyak yang baca, kawal novel ini sampai tamat. Okee!!. Semangat baca Novel Author. Rencana nya sih Author mau Crazy Up tapi liat situasi dan waktu yahhh.
__ADS_1
Ohh iya, ternyata banyak yah yang baca novel author tapi ga masukin Novel author ke Rak buku\Favorit. Di pencet dong. Gratis kok, itu juga termasuk dukungan buat author. Sampai jumpa di eps selanjutnya yahh, babayy***