
"Jalan jalan ga si kita Ky?". Ucap Revan, ia berjalan mengambil gelas ke rak piring.
"Serius?!, Kemana??". Tanya Kyara antusias.
"Lo mau kemana?". Tanya Revan.
"Kemana aja, jalan jalan keliling keliling juga ayo!". Ucap Kyara.
"Yaudah aga siangan yaa". Ucap Revan.
"Hahahh, thank you pann. Gue emang lagi pengen banget hang out!". Balas Kyara.
"Kalo gitu peluk gua, kalo lo emang berterima kasih". Ucap Revan.
Kyara menatap Revan sejenak, kemudian berjalan kearah Revan. "Makasih". Ucap Kyara sambil memeluk Revan. "Iya,, sama sama". Jawab Revan tulus, ia balik memeluk Kyara, mengelus Kepala Kyara dengan lembut. Kyara sebenarnya nyaman dipeluk Revan begini, tapi karna malu ia cepat cepat melepaskan pelukannya.
"Gausah malu malu ah". Goda Revan sambil mengucek ucek muka Kyara.
"Adohh!!". Protes Kyara, ia memukul mukul tangan Revan yang ada dimukanya.
"Lebay". Ucap Revan yang mendapat langsung tatapan tajam dari Kyara.
"Mendingan lo sarapan deh,, gue masak telur. Sana cepet!". Usir Kyara.
__ADS_1
"Iye iye ahh". Jawab Revan menurut.
"Ehh, pann,, lo udah ngomong ama bang Kevin?". Tanya Kyara disela sela Revan makan. Raut wajah Revan berubah kesal.
"Nanti aja si ngomongin orang lainnya". Ucap Revan dengan nada malas.
"Nanti jadi panjang masalah nya Pann". Omel Kyara sembari beraktivitas.
"Kalo orang lain aja lo panggil bang, abang. Giliran gua lo panggil nama". Ucap Revan cemburu.
"Halah halah, mau apa pun panggilannya. Gua kan juga punya lo, ngapain cemburu coba". Jawab Kyara.
"Gausah ngomong deh Ky, ntar mau diunboxing malah nangis". Celoteh Revan.
"Kapan?". Tanya Revan, kini matanya beralih menatap Kyara.
"Ya,, tunggu siap gua nya". Jawab Kyara balik menatap Revan. Membuat Revan seketika memutar bola matanya malas.
"Ini nih kopinya,, Revan Sayang". Ucap Kyara sengaja menggoda Revan. Ia menaruh kopi Revan di dekat piring nya.
"Mau di cium ga?". Tanya Revan asal.
"Mending lo makan". Pekik Kyara. Ia pun ikut duduk disamping Revan dan menaruh nasi di piring nya.
__ADS_1
...****************...
"Ayo Ky!, lama banget sih". Panggil Revan yang sedang menunggu di ruang tamu. Sembari menunggu Kyara, ia sedang mencari cari lokasi untuk menginap di handphone nya. Ia sedang berusaha supaya sesuatu terjadi ketika mereka sedang berdua duaan.
"Sabar dong!, lo kan dari tadi kaga ngapa ngapain. Gw kan harus bersih bersih rumah dulu". Protes Kyara.
"Dari tadi gua bantuin lu ya, perasaan lu cuma nyuci baju aja". Ucap Revan.
"Ya kan banyak". Ujar Kyara.
"Tadi kan udah dibilangin, di loundry aja". Ucap Revan.
"Mencari uang tidak semudah itu kawan,, mohon untuk tidak menghambur hamburkan uang". Balas Kyara dengan bijak.
"Yang cari kan gua". Protes Revan.
"Sstts,, gw udah ga sabar jalan jalan, ayokk buruan". Ucap Kyara kemudian berlalu pergi meninggalkan Revan. Memang Revan ini harus double sabar dengan kelakuan istrinya yang baru tamat sekolah menengah ini.
Kini mobil sudah dijalankan. Mereka berbincang bincang mengenai aktivitas apa yang akan mereka lakukan, tempat tempat mana yang ingin mereka kunjungi. Tak lupa juga candaan dari keduanya supaya suasana nya tidak canggung.
"Hahahahahahh, mirip lo pan". Ucap Kyara sambil menunjukkan foto meme di ig nya.
"Suka suka lo deh, perasaan dari tadi gw mulu korban ejekan lo". Ucap Revan sambil tetap fokus pada jalan
__ADS_1