
"Astaga cobaan gini amat yak, mau nikah juga". Batin Revan lagi.
" Rev jangan diem aja dong". Ucap Alena.
"Lo pergi ga?, atau gak gua aja lah yang pergi". Ucap Revan.
"Revan......". Ucap Alena dengan nada manja.
"Oke, gua aja yang pergi". Ucap Revan tapi di tahan Alena.
"Udah sayang, aku aja yang pergi. Dadah bebeb Revan". Ucap Alena dengan nada manja lagi.
Skip lah.
"Bunda Kya pulang!!". Teriak Kya setelah sampai di rumah.
"Mulut lu Ky, ga ada obatt". Ucap Riyan.
"Ya Tuhan, pipi kamu kenapa Ky?". Ucap Bunda sambil mengelus pipi Kya.
"Kepentok". Ucap Kya asal.
"Astaga Kya, makanya hati hati dong. Mau nikah bentar lagi juga, mukanya jangan di bonyok bonyokin dulu". Ucap Bunda.
"Bunda kita ambil minum dulu yah". Ucap Dion.
"Iya nak". Balas Bunda.
"Ambilin gua satu bang". Ucap Kya.
"Nyuruh sama yang Abang itu ga sopan". Ucap Bunda.
"Tau Bun, eh Bun Kya ganti baju dulu yah". Ucap Kya.
"Iya sayang, nanti sekalian bawa kotak p3k ya, biar bunda obatin muka kamu". Ucap Bunda.
"Iya Bunda".
Skip. Di ruang keluarga, Kya dan Bunda sedang mengobrol sambil diobatin.
"Ky, nanti kamu ke kafe Deket gang ya". Ucap Bunda sembari membereskan kotak p3k.
"Wih, enak nih mau makan makan, jam berapa Bun?, Kya ajak Bang Satria ya". Ucap Kya, sekalian mau minta maaf soal tadi kek nya.
"Satria kata nya ga kesini, langsung ke apartemennya katanya". Ucap Bunda.
"Yaudah Kya telp aja". Ucap Kya sambil mengambil ponsel pintar nya di saku kantong celananya.
"Eits, udah gausah, kamu kesana itu bukan cuma buat makan makan doang, tapi sambil ngobrol sama calon suami". Ucap Bunda.
"Oh". Sebenarnya Kya kaget, tapi ia mencoba menetralkan suara nya.
" Cuma oh doang?". Tanya Bunda.
"Ya apa lagi bund?". Ucap Kya.
"Wes ada apa ini?". Tanya Dion sembari ikut duduk di sofa.
"Ini Kya mau nemuin calon suami nya". Ucap Bunda.
"Gua ikut ya Ky?". Ucap Riyan.
"Ngapain kamu ikut?". Tanya Bunda bingung.
"Kan kepo juga bund". Ucap Dion ikut ikutan.
"Klo kalian kepo bunda apalagi, tapi bunda diem aja kok di rumah". Ucap Bunda.
__ADS_1
"Kan bunda mah punya kewajiban di rumah, kalo kita mah masih bebas Bunda". Ucap Riyan.
"Udah ah, gua juga ga mau bawa kalian". Ucap Kya.
Skip. di kafe.
"Lama banget sih tu cewek". Ucap Revan sembari menyedot.
"Maaf lu Revan?". Tanya Kyara sambil melihat sekeliling.
"Iya". Ucap Revan, yang kebetulan lagi pake masker dan topi.
"Oh kenalin gua Kyara". Ucap Kya sambil memberikan tangan nya. Mau salaman cerita nya.
"Udah pesen lu mau apa, gausah buang waktu gua". Ucap Revan tidak memperdulikan uluran tangan Kya.
"Idihh, judes nya kayak monyet". Ucap Kya sengaja dengan suara keras supaya di dengar Revan.
"Bacot". Ucap Revan membalas ucapan Kya.
"Kang". Panggil Kya.
"Oh iya dek, pesen apa?". Tanya si pelayan.
"Kang saya mau nasi goreng sama es teh manis panas tapi ga manis ya kang kayak biasa di warteg gitu teh nya". Ucap Kya.
"O-oh iya dek, mas nya pesen apa?". Tanya sang pelayan.
"Apa aja". Ucap Revan simpel.
Setelah akang pelayan pergi terjadi lah keheningan pada mereka.
"Eh lu ga mau buka masker Lo?". Tanya Kya yang ingin memecah keheningan.
"Ada urusan sama Lo?". Tanya Revan.
"Lu ga perlu ikut campur, lu pikir gua mau jadi suami lu, dih ogah!. Dan inget satu hal, lu sekolah di sekolah yang sama kayak gua kan, jangan sampai orang lain tau kita punya hubungan". Ucap Revan.
"Siapa juga yang mau ngumbar aib". Ucap Kya terlanjur kesal.
"Aib?, Lo yang aib anjin*". Ucap Revan.
"Masa?". Tanya Kya mengejek.
"Pokoknya lu angep orang asing aja gua, dari sekarang maupun kita dah nikah nanti". Ucap Revan.
"Lu yakin?". Tanya Kya menggoda.
"100 persen".
"Tau gak gua tuh sering baca novel kek gini nih, si cowok nyuruh cuek dan anggap orang asing. Eh tau tau dia bucin ga ada obat, trus dia nyesel pernah ngomong gitu". Ucap Kya masih menggoda.
"Lu pikir ini dunia novel". Ucap Revan sambil menyentil jidat Kya.
"Apaan sih anji*g pegang pegang,". Ucap Kya yang memang tidak suka di pegang pegang.
" Lu, itu pipi lu lebam yak?, biru biru gitu, gelud lu?". Tanya Revan sambil ketawa ngakak.
"Urusan?". Ucap Kya kesal.
"Mas, dek ini makanan nya". Ucap akang pelayan.
"Makasih kang". Ucap Kya sambil tersenyum manis.
"Emang cewek genit". Gumam Revan.
"Bacot". Ucap Kya.
__ADS_1
Skip, nikah nya Kya dan Revan, biar cepet. Hehe:V.
"Kyara Anastasya Chandra, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus". Ucap Revan setelah pendeta berbicara. Lalu di ikuti oleh Kyara.
"Re-revan A- ang-anggara, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus". Ucap Kya.
Seperti itu lah kira nya ucapan pernikahan mereka yang cuma di hadiri beberapa orang, Abang Abang Kya, orang kantor Ayah Kya keluarga keluarga Abang Abang mereka, teman sosialita Bunda dan beberapa sanak saudara dan ada juga tamu dari keluarga Revan.
"Sumpah kaget banget gua tadi pas tau Revan nya tuh Revan dia". Ucap Kya setelah acara selesai dan sedang istirahat. Sekarang Kya lagi kumpul sama Abang Abang nya kecuali bang Sat.
"Gua juga kaget lu ga cerita apa apa Ama kita kalo Revan nya tuh dia". Ucap Dion.
"Gua gagap bat tadi pas nyebut nama dia saking kaget nya". Ucap Kya sambil mengusap lengannya dengan cepat.
"Dingin sayang?". Tanya Revan dengan nada sinis sambil menaruh jas nya ke bahu Kya.
"Ih lu ngapain di sini si, udah sana gua masih mau ngumpul Ama Abang Abang gua, sekalian nih bawa jas ga guna Lo, gua ga butuh". Ucap Kya.
"Gua mau ajak lu pulang". Ucap Revan dengan nada jutek.
"Duluan aja ntar gua dianter bang kepin pulang nya, ya ga Bang?". Ucap Kya.
"Terserah". Ucap Kevin.
"Gua kan mau enak enak, kalo ga ada lu ntar gua Ama siapa?". Tanya Revan menggoda Kya.
"Dih ogah gua enak enak Ama lu, Ama bantal aja lu Sono. Pergi lu, gua masih mau bebas, jadi jangan jadi penghambat". Ucap Kya jutek.
"Mami gua yang suruh elah". Ucap Revan sambil menarik tangan Kya.
"Jangan kasar dong Bang". Ucap Kevin.
"Gua ga akan kasar kalo dia nurut". Ucap Revan.
"Ky, ikut suami lu ae lah, dari pada berantem, malu di liatin tamu. Lagi pula enak kan lu baru kawin masih anget anget ini bikin anak". Ucap Riyan bercanda sambil tertawa ngakak.
"Yoi Ky ikut suami lu sana biar dapet berkat". Ucap Kevin membenarkan.
"Yaudah yaudah iya, udah lepas ini gausah pegang pegang". Ucap Kya mengalah.
"Lu pikir gua mau megang Lo". Ucap Revan sambil berjalan mendahului Kya.
"Kita pulang ke rumah Gua". Ucap Kya memecah keheningan di mobil.
"Enggak kita langsung ke apartemen Gua". Ucap Revan.
"Tinggal Ama Lo berdua?, idih ogah, jangan ngarep". Ucap Kya.
"Yaudah turun". Ucap Revan sambil memberhentikan mobilnya.
"Oh jadi Lo mau nurunin istri lo yang baru Lo kawinin, di jalan sepi kayak gini?". Tanya Kya tak percaya.
"Iya!, kenapa Lo ga mau kan pulang ke rumah sendirian trus nanti di tanya tanya sama keluarga lo". Ucap Revan.
"Dih kata siapa?, oke gua turun awas aja Lo cari cari gua". Ucap Kya sambil membuka pintu mobil.
"Pintu nya buka, jangan di kunci". Ucap Kya kesal.
"Nurut astaga, lu tuh ga bisa apa nurut Ama laki lu, Pokoknya kita pulang ke apartemen gua". Ucap Revan sambil menjalankan kembali mobil nya.
"Tau ga, kalo misalnya gua tau mau di jodohin sama ketos ga tau malu, galak, sombong, trus sok jago kek Lo, gua bakal nolak". Ucap Kya.
"Oh". Ucap Revan.
"Btw hari pertama sekolah Lo ga sekolah kan, tapi kok Lo bisa mendeskripsikan sifat sifat gua". Ucap Revan merasa ganjal.
"Tau lah gua, walaupun gua ga sekolah, ada bang Riyan yang ceritain, ada juga gosip tentang Lo caci maki anak cowok yang statusnya murid baru". Ucap Kya mencari alasan.
__ADS_1