Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Dasi


__ADS_3

"Bangun!". Ucap Kyara membangunkan Revan.


"Mmhhm, hahh". Gumam Revan sembari menguap.


"Jam berapa?". Tambahnya bertanya.


"Jam setengah enam". Jawab Kyara, kemudian ia pun bergegas pergi mengambil seragam nya.


"Mau kemana?". Tanya Revan yang melihat Kyara pergi keluar kamar.


"Mandi ke bawah, cepetan mandi nya". Titah Kyara kemudian pergi turun.


Revan pun segera bangun dan bergegas pergi mengambil handuk. Tak berapa lama, Revan pun selesai mandi dan langsung turun ke bawah menyusul Kyara


"Ky, dasi gua mana?". Tanya Revan sembari menuruni tangga.


"Yehh, kok nanya gue. Kan yang pake lo". Ucap Kyara. Ia sendiri juga sedang memakai dasi.


"Trus itu yang lo pake apaan. Itu kan dasi cowo". Protes Revan.


"Mana ada ini dasi cowo". Ucap Kyara.


"Sini coba gua liat". Ucap Revan sembari medekati Kyara.


"Gausah liat liat, nanti suka". Jawab Kyara.


"Udah suka duluan, udah ah cepetan Ky!". Ucap Revan.


"Hehehe". Kekeh Kyara saat Revan mulai membalikkan dasinya.


"Ini dasi gua". Ucap Revan, ia melihat tanda tipe ex dibelakangnya.

__ADS_1


"Pinjem". Gumam Kyara pelan.


"Dasi lo dimana?". Tanya Revan.


"Gue juga gatau dimana". Jawab Kyara sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"Hadeh Kyara". Ucap Revan sambil mengacak acak rambut Kyara.


"Aduh, jangan diberantakinn!". Protes Kyara.


"Masa ketua OSIS kaga pake dasi, ada ada aja dah kelakuan". Ucap Revan.


"Yaudah gua lepas". Ucap Kyara, ia takut nanti Revan semakin marah lagi pada dirinya.


"Pake". Balas Revan. Kemudian ia pun beralih pergi ke meja makan.


"Hah?". Tanya Kyara, nanti salah denger lagi. Pikirnya.


"Pake dasinya". Ucap Revan lagi.


"Gausah banyak nanya, udah ayo makan. Nanti terlambat lagi". Jawab Revan. Kyara pun hanya bisa mengikuti perkataan Revan.


"Nanti tunggu gue dulu kalo mau pulang". Ucap Revan di sela sela mereka makan.


"Ngapain?". Tanya Kyara sambil menyendok makanan kemulutnya.


"Pulang bareng". Jawab Revan.


"Ntar lama lagi,, males nunggunya". Ucap Kyara.


"Gue cuma nyuruh lo tungguin doang yaelah, ga bikin lo capek. Lagian ga lama". Balas Revan, ia kekeh ingin pulang bareng.

__ADS_1


"Yaudah beliin gue kuota". Ucap Kyara sambil tersenyum.


"Mau ngapain eamng nya?". Tanya Revan.


"Nonton. Gue juga kan pasti bakal bosen kalo nungguin lo di luar sendirian". Jawab Kyara.


"Liat ntar deh". Ucap Revan.


"Weh serius lo pan, mau beliin gue kuota?!". Tanya Kyara antusias.


"Hmm". Jawab Revan.


"Yeyy, thank you Revan sayang". Ucap Kyara sambil mengedip ngedipkan matanya.


"Iyaiyaa". Balas Revan.


Skip. Disekolah.


"Yaudah gue duluan yaa". Ucap Kyara sambil keluar dari mobil.


"Ky!!". Panggil Revan, Kyara pun menoleh dan mengangkat satu alisnya yang berartikan 'apa?'.


"Uang jajan!". Ucap Revan sedikit berteriak. Kyara pun langsung berlari kembali ke arah mobil.


"Jangan diabisin". Ucap Revan sembari memberi lembar seratus ribu.


"Thank you, CUP". Kecup Kyara di pipi Revan, kemudian ia pun langsung lari sekuat kuat nya meninggalkan parkiran.


"Woee!!, ga kerasa!". Teriak Revan berusaha protes di saat Kyara sedang berlari menjauh.


Skip. Tak berapa lama pun, 'Ringg!!'. Bunyi bell sekolah, menandakan jam pelajaran sudah dimulai.

__ADS_1


"Oke anak anak!, sebelum kita mulai jam pelajaran, SILAHKAN!, BAGI ANAK ANAK YANG BERATRIBUT TIDAK LENGKAP!!. HARAP MAJU KE DEPAN!". Ucap Guru piket menegaskan.


'Kenapa sekarang harus razia sih!. Trus Revan gimana?'. Batin Kyara kebingungan.


__ADS_2