Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Dipijet


__ADS_3

"Tolong apa?". Tanya Revan.


"Tolong ambilin baju sama daleman gue". Ucap Kya sedikit ragu. ?


"Ky gua takut salah denger, coba ulangin". Pinta Revan.


"Ambilin baju sama daleman gue". Ucap Kya pelan.


"Daleman juga yah?". Tanya Revan sengaja.


"Hmm". Gumam Kya menahan malu. Tapi ia tidak ingin berjalan jalan dengan baju basah yang transparan, apa lagi dengan adanya Revan di situ.


"Oke, yang segini ya ukuran b*h nya". Ucap Revan seraya menunjukkan gumpalan tangan nya. Ehh, tunggu dulu dari mana dia tau ukuran dad*a Kya.


"Heh?!". Kaget Kya menatap tajam Revan.


"Tunggu ya Sayang, gua ambil bentar". Ucap Revan.


"Hadeh malu bener, muka gua ga merah kan". Ucap Kya seraya menatap cermin.


2 minute later~


"Revan mana?!". Teriak Kya karna Revan tidak datang datang.


"Sebentar Ky, tadi gua mau ganti baju dulu, kalo enggak ntar lantai kamar lo becek". Ucap Revan yang datang dengan bertelanjang dada.


"Uwoahh". Gumam Kya spontan. Ia paling tidak kuat sebenarnya dengan yang seperti ini. Biasanya ia disuguhkan pemandangan seperti ini saat nonton Anime, itu pun Kya sudah teriak teriak sating gimana gitu, tapi lihat sekarang. Ia bisa melihat nya di dunia nyata!. Sugoii!!. Ingin sekali ia menyentuh roti jepang, eh maksudnya roti kotak kotak Revan.

__ADS_1


"Ciee terpesona ". Ucap Revan.


"Badan lo bagus juga". Ucap Kya yang memang terpesona.


"Mau pegang ?". Tanya Revan seraya jongkok di depan bathub.


"Iya iya". Gumam Kya sambil mengangguk dan menempel kan tangan nya di badan Revan lalu mengelus nya.


"Kalo gue pegang badan lo juga boleh ga?". Tanya Revan yang sebenarnya hanya bercanda.


"Heh-". Kaget Kya, ia langsung mendorong Revan begitu saja.


"Aduhh!". Ringis Revan.


"L-lo sih". Kaget Kya menyalahkan Revan.


"Makanya jangan usil deh". Ucap Kya salting, ia sedikit kuat mendorong Revan tadi, jadi tangan nya lebih lagi memegang roti roti Revan.


"Badan gue Ky". Ucap Revan mengadu.


"Sakit banget ya?, aduh maaf maaf". Ucap Kya. Ia tau seberapa kuat mendorong Revan tadi.


"Gimana dong, gua gakuat berdiri". Ucap Revan bohong.


"Eumm.., yaudah deh nanti gua bantuin, gua ganti baju dulu lo gabisa ngesot ke luar?". Tanya Kya.


"Pinggang sama pantat gua sakit banget, ngakuat buat ngesot". Ucap Revan.

__ADS_1


"Ngadep sana deh". Pasrah Kya. Mau tidak mau ia harus menggantikan baju nya di depan Revan.


"O-oke". Ucap Revan sedikit gugup.


Skip. Selesai Kya ganti baju.


"Kalo lo berdiri bisa?". Tanya Kya.


"Kuat ga papah gue?". Tanya Revan tidak yakin. Rencana nya ia akan menghentikan kebohongan ini.


"Kuat!". Ucap Kya menatap Revan yakin.


"Oke". Revan menaruh tangan nya diatas leher Kya, sedangkan Kya menaruh tangan nya di pinggang Revan.


"Nah lo duduk dulu". Ucap Kya setelah sampai di kasur nya.


"Ky gua minta tolong pijitin pinggang gue mau engga?". Tanya Revan.


"Itu..,iya gua pijitin deh". Ucap Kya rada ragu.


"Makasih ya Ky". Ucap Revan.


"Lu tiduran dulu deh, gua ambil minyak dulu". Ucap Kya.


"Oke".


"Gimana enakan ga?". Tanya Kya setelah beberapa menit memijit Revan.

__ADS_1


"Iya lumayan, makasih banget ya". Ucap Revan padahal tadi dia cuma bercanda saja, tapi dipijet istri juga not bad kan.


__ADS_2