
"Eh, jangan bang. Abang aja yang jemput Kya" Tolak Kyara.
"Lo ga lagi pada berantem kan?". Tanya Satria.
"Engga kok bang" jawab Kyara.
"Hadeh,, Kya Kya. Yaudah tunggu abang, jangan lupa telfon Revan kalo lo sama abang ya". Ucap Satria.
"Iya bang". Balas Kya, kemudian Satria pun mematikan panggilan.
Sedangkan Revan.
"Lo pada seriusan ga lagi bareng hah?!". Tanya Revan benar benar kesal. Ia berfikir Kevin cs sedang menipunya. Karna seingatnya tadi pagi Bang Sat bilang Kyara berangkat sekolah bareng mereka. Tapi dicari kemana pun Kyara ga ada di sekolah. Sekarang ada aja kelakuannya sampe jam setengah 8 malem belum juga pulang.
"Ga sama kita loh bang, ini aja kita dirumah masing masing, bukan nya lagi main". Ucap Riyan, mereka sedang melakukan grup call dengan Revan.
"Nanti dia sama Bang Satria lagi bang?". Tanya Dion memastikan.
"Jam 5 sore tadi Satria udah gua tanya, dia sendiri juga ga tau dimana istri gua". Jawab Revan.
__ADS_1
"Lo udah telfon Kyara?". Tanya Dion memastikan lagi.
"Ga diangkat yon". Ucap Revan. Nanti istrinya diculik lagi, pikirnya.
"Tuh anak pasti pulang, tunggu aja bang. Siapa tau dia pulang pulang bawa emas, mobil, rumah, kek anak rantau-an. hahahahaha". Canda Albert garing, hal ini malah membuat Revan semakin kesal dan mematikan panggilan secara sepihak.
"Eeee,, Albert tolil. Udah tau lagi panik bini nya ilang malah becanda". Ucap Kevin seraya mematikan panggilan, diikutin dengan yang lainnya.
"Yehh emang salah gua apa coba, gua kan cuma mencairkan suasana. Orang ga salah kok si Kya pasti pulang". Gumam Albert gedumel sendiri.
Revan pun menyalakan mobil nya saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ga bisa dibiarkan istri kecil nya ini berlaku seenaknya. Tapi saat ingin mengeluarkan mobil nya, ia malah mendengar suara klason mobil dari belakang.
"Si Kya ada nih, udah gua jemput". Ucap Satria, kemudian ia memberikan intruksi supaya Revan kembali memasukkan kembali mobil nya ke garasi. Revan pun menurut.
"Masuk gih, mandi, abis itu makan". Titah Satria pada Kyara. Sebelum pulang tadi mereka menyempatkan membeli beberapa jenis lauk pauk, karena katanya Kyara lapar belum makan.
"Iya iyaa, nyuruh nyuruh aja". Jawab Kyara tapi nurut juga. Ia pun pergi masuk kedalam rumah.
Setelah memarkirkan mobil nya dihalaman, ia pun turun untuk menemui adik iparnya.
__ADS_1
"Sehat?". Tanya Satria sekedar basa basi.
"Udab mau gila gua liat kelakuan adek lo". Ucap Revan sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Marahin aja". Canda Satria.
"Dari mana?, tadi lo bilang dia ga sama lo". Ucap Revan.
"Tadi emang ga sama gua. Cuma jam 7 tadi dia telfon gua minta dijemput, disekolah". Ucap Satria.
"Gua ga liat Kyara disekolah". Ucap Revan.
"Kalo itu lo tanya aja sama dia, yaudah gua duluan ya". Ucap Satria pamit.
"Iya oke bang, thanks ya udah jemput sekalian anter Kyara pulang. Hati hati bang". Ucap Revan.
"Iya sama sama" Balas Satria, kemudian ia pun pergi.
Saat Revan masuk ia sudah melihat Kyara yang sudah selesai mandi dan sedang menyusun makanan diatas meja.
__ADS_1