Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Waktu


__ADS_3

"Gimana perjalanan kesini?, capek?". Tanya Papi Ale basa basi.


"Ga begitu capek kok Pi, ga terlalu jauh juga sebenernya dari rumah". Jawab Kyara.


"Gimana rasanya tinggal bareng sama Revan??".Tanya Papi Ale lagi. Ia berusaha mengakrabkan diri dengan menantunya. Kyara hanya bisa berkedip, bingung dengan pertanyaan dan bagaimana menjawabnya.


"Udah lah Pi". Ucap Revan yang mengerti isi pikiran Kyara.


"Hahahahahhh". Tawa Papi Ale. Ale memang orang yang ramah, mungkin itu sebabnya ayah Kyara mau menikahkan Kyara dengan Revan, anak nya om Ale.Pikir Kyara.


Sebenarnya ini cukup canggung untuk Kyara. Ia belum pernah mengunjungi tempat tinggal Ale, ia pernah bertemu dengan Ale saat dirinya masih kecil dulu, itu pun hanya sekilas diingatnya. Sekarang mereka bertemu lagi sebagai anak dan ayah.


"Kalian kesini mau menginap?". Tanya Mami Fanya. Ia berjalan sambil membawa minuman ditangannya.


"Maaf Mi, jadi ngerepotin". Ucap Kyara saat gelas nya ditaruh dimeja.


"Iya gapapa, tidak begitu repot. Jadi kalian memang mau menginap?". Fanya kembali bertanya, kini ia beralih menatap Revan.

__ADS_1


Revan menggeleng dan menjawab dengan nada suara dingin. "Mampir bentar".


"Yasudah,, sebentar lagi kita mau berangkat. Mami siap siap dulu". Ucap Fanya sambil berlalu pergi.


"Mi,, ada Kyara". Ucap Ale berusaha menahan Fanya.


"Bisa bisa kita terlambat Pi". Balas Mami Fanya tak menghiraukan.


"Huftt" Kyara mendengar Papi Ale menghembuskan nafas nya berusaha sabar.


"Ga perlu minta maaf Ky, mereka emang selalu sibuk kok, kita emang ga seharusnya kesini". Ucap Revan tiba tiba. Terlihat dari wajah nya kalau ia sedang kesal.


'Bahkan menantu satu satunya mereka datang pun, mereka ga punya waktu?'. Batin Revan tak percaya.


"Pan,,". Tegor Kyara.


"Sudah lah nak, kalian mau menginap pun tak apa. Pintu rumah ini terbuka lebar untuk kalian". Ucap Papi Ale berusaha melerai sembari menatap kearah Revan. Ia memasang senyuman ramah diwajahnya. Suasana jadi agak cair. Kemudian beralih menatap Kyara.

__ADS_1


"Kyara sudah makan nak?". Tanya Ale sambil mengelus kepala Kyara. Ia sudah mendambakan gadis kecil ini menjadi putrinya sedari dulu.


"Udah Pi, Kyara ga tau Pi kalo kita mau kesini tadi, jadi ga sempet nyiapin apa apa". Ucap Kyara.


"Hahahahh, gak papa Ky". Ucap Ale senang mendengar ucapan Kyara. 'Memang tak salah ia menikahkan Kyara dengan Revan, orang Kyara aja seperhatian ini sama orang tua'. Batinnya.


"Gausah dipikirin Ky. Nanti yang ada kamu yang capek capek masak, tapi malah ga ada yang makan". Ketus Revan menjawab.


"Kata siapa?, Papi pasti habisin semua masakan yang putri Papi buat". Tolak Ale.


"Gausah ngomong gitu Pi,, Papi kan bisa nya cuma ngomong". Ucap Revan.


"Ini pada kenapa sih??". Tanya Kyara yang sedari tadi memperhatikan. Ia jadi linglung dibuatnya. Kenapa Revan jadi sangat menyebalkan sekarang. Ia menatap Revan untuk meminta penjelasan, tapi Revan memalingkan wajahnya.


"Ahh, sudahlah. Gimana kabar Ayah sama Bunda Ky?". Ale berusaha mengubah topik.


"Ayah sama Bunda udah pulang ke rumah kakek di kampung Pi. Kalo ditanya kabar mereka sehat sehat aja kok". Jawab Kyara yang kemudian diangguki oleh Ale.

__ADS_1


__ADS_2