
"Kenapa ga dimakan?". Tanya Revan yang sedang memperhatikan Kyara dari ruang tamu. Sedari tadi ia hanya melihat Kyara mengaduk aduk makanannya di meja makan.
"Gue capek". Keluh Kyara dengan mata sipit menahan kantuk. Ini nih yang buat Revan bete, kelakuan Kyara kayak anak anak. Padahal ia sudah memikirkan Kyara, tapi Kyara tak begitu memperdulikan.
"Makan dulu". Titah Revan. Kyara hanya bisa menghembuskan nafas kasar.
"Susah banget tinggal makan doang, masih untung coba gua perhatian sama lo. Kalo ga, yakin gua seharian ini ga akan lo makan nasi". Omel Revan, kemudian ia kembali menonton tv. Kyara hanya bisa diam mendengarnya. Ia memaksa makanan itu masuk kemulutnya, susah rasanya untuk nelan saja.
Disaat Revan sedang fokus fokusnya menonton, Kyara mengambil kesempatan. Ia membuang makanan nya dan langsung merapikan meja makan. "Maafin aku ya Tuhan,,". Gumam Kyara sambil membuang nasi di piringnya ketempat sampah.
"Kenapa dibuang?". Tanya Revan dari belakang. Mendengar suara Revan membuat Kyara langsung melonjak kaget.
__ADS_1
"Huh?". Kyara bingung harus menjawab apa.
"Kenapa dibuang?, gua tanya". Ucap Revan kembali.
"Gue kenyang Pan,, gue capek". Ucap Kyara dengan muka memelas.
"Gue ga ngerti lagi Ky jalan pikiran lo!". Ucap Revan tak habis fikir.
"Gue capek banget, plis Pan jangan marah". Ucap Kyara, ia berjalan kearah Revan kemudian memegang lengan Revan. Ia berharap bisa membuat Revan tenang saat ini.
"Kita emang ga cocok". Ucap Kyara yang membuat Revan makin bingung. Kyara pun melepaskan tangannya dari lengan Revan.
__ADS_1
"Harusnya kita ga nikah, gue ga siap". Tambah Kyara, air mata nya kini mulai mengalir. Ia merasa tak bebas, terkekang. Ia masih belum mengerti bagaimana berlaku di status nya sekarang yang sebagai istri. Rasanya seperti membawa beban berat.
"Ky!". Bentak Revan. Ia tak suka mendengar perkataan Kyara.
"Kita emang ga cocok Revan. Hampir tiap harinya kita berantem, mau hal besar hal kecil. Gue capek!". Tegas Kyara.
"Lo lucu banget Ky!, sumpah!. Seharusnya lo intropeksi diri". Ucap Revan.
"Mau gimana pun gue intropeksi diri gue, gue emang masih anak anak. Lo yang lucu!, Lo mau berharap apaan hah?. Lo mau gue ngertiin lo kan?, gue udah usaha Pan. Tapi gue emang ga bisa jadi sesuai sama ekspetasi istri idaman lo!". Ucap Kyara.
Revan menatap Kyara tak percaya, bisa bisa nya orang yang kini sangat ia cintai berkata demikian. Revan merasa ia seperti sedang menggenggam sesuatu, sesuatu yang sangat penting dan hampir terlepas, jika terlepas, baginya akan terlalu sulit untuk digapai lagi. Revan tidak akan pernah melepaskan sesuatu yang menjadi hidupnya itu.
__ADS_1
Revan langsung mendekap Kyara dengan kuat. Kyara berusaha melepaskan diri, tapi karna saking kuatnya dekapan Revan, Kyara tak bisa. Ia langsung menangis dengan suara yang meraung raung. Mereka saling menyakiti perasaan satu sama lain.
Kyara yang tak henti henti berusaha membuat Revan semakin risau. Tiba tiba ia menc!um bibir Kyara, Kyara kaget tapi Revan malah memaksa supaya Kyara membuka mulutnya.