
"Ngga enak banget mampir nya". Ucap Kyara ketus, ia sedikit keras menutup pintu mobil.
"Yaa gimana lagi Ky, mereka ada urusan. Kamu juga mau jalan jalan lagi kan". Jawab Revan. Ia kini sudah menyalakan mobil. Terlihat dari luar jendela mobil Ale sedang melihat mereka. Sayang nya Papi Ale hanya sendirian mengantarkan mereka.
"Bukan tentang itu Revan,, ini sikap lo yang aneh banget. Jadi ngerusak suasana tau ga!". Ucap Kyara.
"Ya namanya juga kesel". Jawab Revan asal.
"Kesel kesel!, makan tuh kesel. Orang lagi mampir kerumah orang tua, gaada angin gaada hujan. Bisa tiba tiba kesel, lo sedeng ya?". Ucap Kyara mengejek.
"Nama nya juga manusia". Revan jawab asal lagi.
"Emang gila lo!!". Pekik Kyara jadi kesal.
Revan tak menghiraukan Kyara lagi. Ia hanya fokus menyetir pada jalan. Yaa bagaimana lagi kan, Revan sendiri pun tak begitu akrab dengan kedua orang tua nya. Apalagi ia cuma anak satu satunya, dia tak tau bagaimana caranya dekat dengan keluarga.
__ADS_1
"Kok berhenti?". Tanya Kyara saat mobil dihentikan. Padahal baru aja jalan dikit. Revan tiba tiba mendekat. Ia berbisik tepat ditelinga Kyara, "Gue pengen punya anak yang deket sama orang tua nya". Kyara sebenarnya agak salting melihat wajah Revan dari dekat begini.
Melihat Kyara yang memerah membuat Revan tersenyum. Kyara jadi makin salting dibuatnya. 'Cup'. Revan mencuri ciuman dari Kyara. "Hee!". Kaget Kyara, seketika Revan menjauh. Kekehan keluar dari mulut Revan.
'Sebenernya ni cowo ganteng banget, tapi kenapa nyebelin nya juga ikut pake banget'. Batin Kyara.
"Gu-gue ga mau punya anak modelan kaya lo". Ucap Kyara gugup sok jual mahal.
"Ga mungkin lah Yang,, bapaknya kan gw ya modelan kek gw juga dong dapetnya". Ucap Revan membalas.
"Ya kan masih ada gw emak nya". Balas Kyara balik.
"Ya kapan kapan, lulus juga belom. Udah mikirin punya anak aja". Jawab Kyara.
"Ya kalo udah siap mah kan, apa lagi rintangannya. Udah halal juga". Ucap Revan.
__ADS_1
"Males ah!". Ucap Kyara pada akhirnya. Ia kesal karna Revan selalu membahas anak terus.
"Ya kan gemes aja gitu Ky,,". Ucap Revan.
"Aneh Revan,,. Coba lo bayangin anak punya anak?". Ucap Kyara.
"Iya iyaaaa". Revan mengalah. Sebenarnya ini juga diluar nalar nya jika ia sampai sudah punya anak. Tapi ia ingin memiliki sesuatu dari Kyara. Seperti wujud cinta mereka. Apalagi sebenarnya Revan juga sangat menyukai anak kecil.
Tapi mengingat sebenarnya Kyara masih kecil, baru lulus SMP dan juga umurnya masih 16 tahun. Jangan kan mental nya, tubuh Kyara pun ia yakin belum siap. Nanti malah terjadi sesuatu lagi sama Kyara. Aduhh baru juga CLBK masa udah mau jadi duda. Amit amit-amit amit. Pikir Revan.
"Kita main aja yok". Ajak Revan kemudian, menghilangkan pikiran nya tadi.
"Kemana??". Tanya Kyara menatap Revan lekat.
"Mall. Di timezone nya Ky". Ucap Revan. Biar sekalian ntar cari makan ga susah. Pikir Revan.
__ADS_1
"Ayoo gas!". Jawab Kyara dengan senang hati.
Revan pun melajukan mobil nya kearah Mall terbesar di kota mereka. Menyalakan musik di mobil, bernyanyi bersama. Ini adalah waktu yang tak tau apa bisa diulang kembali di masa depan. Ia sangat mengharapkan waktu nya dengan Kyara tak terjadi dengan biasa biasa saja. Ia ingin menciptakan momen yang indah yang tak kan terlupakan