Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Bukan Cinta Monyet


__ADS_3

"Lupain aja". Ucap Revan.


"Kenapa?". Tanya Kyara.


"Kata kata gua, ga seharusnya gua ngomong ke lo gitu Ky". Ucap Revan.


"Permisi kak". Ucap Mbak mbak pengantar makanan nya tiba tiba. Kyara hanya membalas dengan senyuman, kemudian mbak itu pun pergi.


"Sebenernya mah gue oke oke aja sih sama kata kata lo, ga gue bawa ke hati". Ucap Kyara, lebih singkatnya ia tidak perduli dengan apa yang Revan katakan.


"Sakit amat hati gua dengernya". Canda Revan.


"Lo suka gue karna gue cinta lama lo doang kan?". Tanya Kyara menjurus.


"Maksudnya?". Revan balik bertanya kebingungan.


"lo suka gua sekarang cuma karna dulu lo pernah suka sama gua kan, jadi seakan akan lo pikir kalo rasa suka lo tuh masih ada sampe saat ini. Padahal sekarang ini tuh cuma kayak ngebayar masa masa cinta monyet kita dulu". Ucap Kyara.

__ADS_1


Revan tersenyum kebingungan, sebenarnya ia senang melihat Kyara yang semakin terbuka dengannya. Mungucapkan segala apa yang Kyara pikirkan. Tapi tolong kenapa pikiran istrinya ini dangkal banget ya Tuhan?!. Batinnya bertanya.


"Ngebayar apaan si Ky?, Lo kalo ngomong ada ada aja dah. Emang lo yang dulu sama sekarang beda ya?. Lo kayak cemburu sama diri lo sendiri Ky". Ucap Revan. Kyara menatap Revan dengan kesal, tapi Revan tak perduli dan mulai memakan makanannya.


"Ya jelas beda lah Pan, gue kan waktu kecil ga kaya sekarang". Ucap Kyara.


"Kelakuan lo masih sama Ky kayak dulu". Ucap Revan.


"Lo kan gatau". Protes Kyara.


"Dimata gua lo tetep Kyara yang sama dari kecil atau sekarang. Yang beda tuh rasa suka gue, sekarang bukan cuma suka tapi gue pengen milikin lo seutuhnya. Lagian apa sih yang buat lo mikir kayak gini?". Tanya Revan. Ia frustasi menjawab setiap ucapan Kyara.


"Hahahahhahahhahah" . Revan tertawa mendengar jawaban Kyara.


"Gaada yang lucu anjirr!". Tukas Kyara sambil memukul lengan Revan.


"Hahah, kalo jatuh cinta sama suami sendiri apa salahnya Ky?, kenapa mesti ga yakin hah?. Lo itu satu satunya perempuan di hati gue, cuma lo, kecuali kalau semisal ntar kita punya anak perempuan nah baru deh lo bisa ngerasa namanya diduain". Ucap Revan.

__ADS_1


Revan menggenggam jari jemari Kyara kemudian menciumnya.


"Kata kata lo tuh kayak buaya Pan". Ucap Kyara ketus sembari menarik paksa tangannya dari pegangan Revan.


"Yehh, sama aa kok ga percaya sih neng". Ucap Revan dengan candaan.


"Diem ah!". Protes Kyara.


"Ehh, jadi udah bisa nih kita malem nanti?". Tanya Revan sedikit berbisik.


Kyara hanya menatap Revan meminta kejelasan. "Wik wikk". Ucap Revan seketika membuat Kyara langsung membuang muka.


"Engga jadi". Jawab Kyara.


"Loh kok gitu?". Protes Revan.


"Males". Jawab Kyara.

__ADS_1


"Hadehhh!". Kesal Revan. Tapi Revan pun tak berniat memaksa Kyara saat ini. Jadi untuk melampiaskan kekesalan nya ia mencubit punggung tangan Kyara dengan pelan


__ADS_2