
"Apa gua minta maaf sama Kyara?". Bingung Kevin. Ia ingin mencoba menghubungi Kyara, tapi ia yakin Kyara dan Revan pasti tengah bertengkar. Jika ia menghubungi sekarang, pasti nanti tambah ngerecokin. Ia tidak ada niat untuk menghancurkan pernikahan Kyara, apalagi Kyara sudah dianggap seperti adik Kevin sendiri.
Revan dan Kyara POV.
"Jangan diem aja Ky". Ucap Revan menunggu jawaban istrinya. Ia membuyarkan lamunan Kyara.
"Gue belum siap". Jawab Kyara jujur. Tersirat wajah kekecewaan di wajah Revan. Sebenarnya sudah di ubun ubun kepalanya ini hasrat terpendam, tapi ternyata masih harus tetap dipendam.
"Tapi bukannya gw nolak". Ucap Kyara lagi saat Revan akan berdiri dari tubuhnya. "Hah, gimana gimana?". Tanya Revan ga mudeng.
"Gw mau kita selesain dulu masalah kita, speak up Pan,,". Ucap Kyara.
Wajah Revan menyiratkan perasaan kecewa, Kirain jadi dikasih makan sekarang. Batinnya berucap. Ia pun langsung duduk dipinggir kasur diikuti dengan Kyara bangkit dari tidurnya ikut duduk disebelah Revan.
__ADS_1
"Lo mau kita ngomongin apa lagi?". Tanya Revan dengan nada tak perduli, baginya itu semua tidak penting toh sudah terlewat.
"Kenapa lo pukul bang Kevin?". Tanya Kyara. Jujur saja ia kesal sekali. Jika mendengar jawaban yang ga masuk akal, Kyara pastikan akan ada pukulan darinya yang melayang.
"Siapa suruh ga mau jujurr!". Ucap Revan sinis. Ia menyalahkan Kevin ddk.
"Apaan yang ga mau jujur?". Tanya Kyara lagi.
"Pura pura gatau gimana?!, emang mereka gatau kali!. Kok lo T*l*l banget!". Kyara nyolot.
"Udha deh, Lo kan emang nempel banget sama mereka, ga mungkin mereka gatau alasan lo cabut, apa lagi lo ngilang kemana. Lo sendiri kan yang bilang udah anggep mereka kek abang lo sendiri". Ucap Revan, dengan matanya yang sinis menatap Kyara.
"Itu pemikiran terbodoh Pan!. Lo tau kalo mereka deket ama gw, udha kek abang gw. Ya kalo gua bilang mau cabut yang ada dilarang sama mereka!. Lo tuh! aduh,,!". Keluh Kyara, ia jadi takut Abang abang nya ini ngadu ama Bang Satria.
__ADS_1
"Jadi mereka emang ga tau sama sekali?". Tanya Revan.
"Iyaaa!!". Jawab Kyara, rasanya mau nangis Kyara, kalo ketauan gimana. Aaaaa!!!. Teriak Kyara dalam hatinya.
"Udah deh. Kelar..". Ucap Revan.
"Apanya yang kelar?!, lo ngomong apa lagi?". Tanya Kyara mengintrogasi.
"Yaa gua bilang jangan pernah ketemu sama lo lagi, karna menurut gua lo bandel gara gara mereka, cuma buat lo rusak!. Efek buruk". Ucap Revan mencari pembelaan. Kyara yang geram dan tak habis fikir lagi langsung mencubit pinggang Revan dengan kuat.
"Sakit Ky!, aduhh maaaf yang!. Iya gua tau gua yang salah". Ucap Revan. Ia pun baru berpikir sekarang, kenapa ia sampai melakukan itu sih, padahal biasanya ia orang yang akan memperhitungkan segala apa yang dilakukannya. Memang kalo sudah menyangkut Kyara insting nya hilang.
"Gua kesel, seakan akan gua tuh permasalahan kalian, orang orang yang liat dan baca novel ini kan bakal mikir kalo gua beban nya!!, coba kalo gaada gua pasti gaakan berantem!. Gimana kalo mereka pikir gitu?!". Pekik Kyara.
__ADS_1