Gadis Tomboy Ku

Gadis Tomboy Ku
Kyara Bisu


__ADS_3

Revan jadi ikutan kesal. Padahal ia sudah kelabakan mencari Kyara yang ntah pergi kemana, Kyara ijin pun tidak tapi malah ia yang jadi disalahkan. Seharus nya yang marah sekarang itu Revan. Tapi ia malah melihat Kyara sedang menggunakan baju latihan basket.


"Kenapa gua harus ngerasa bersalah?. Emang dia yang ga bisa jujur kok. Lo juga kerjaan nya cuma bisa buat masalah. Gua nyariin lo tuh karna gua perhatian sama lo, gua peduli sama lo Ky. Tapi lo malah enak enak keluar main main basket, hahahhah". Ucap Revan sambil tertawa miris meremehkan.


Kyara diam, ia sudah tidak bisa berkata kata lagi mendengar ucapan Revan yang menyakitkan hatinya. Ia pun pergi berlari meninggalkan Revan, tapi dengan cepat Revan bisa menangkapnya. Kyara berusaha untuk melepaskan diri dari Revan, seketika dengan mudahnya Revan langsung mengangkat Kyara keatas bahunya. Kyara makin menangis sambil berteriak dengan kuat.


"Huhuhuuu,, Lepasin!. Lepasin gue REVAN!!!!". Ucap kyara sembari menangis. Revan tak menghiraukan apa pun yang Kyara lakukan, walaupun Kyara sudah memukul punggung Revan berkali kali dan berteriak bekali kali tepat di telinganya, Revan tetap tak perduli.


Revan membawa paksa Kyara masuk kedalam mobil. Baju mereka kini basah, bahkan dalaman Kyara pun sudah tercetak karna baju latihan nya mengetat akibat basah.

__ADS_1


Kyara masih menangis saat mobil sudah bergerak. Revan membiarkan nya begitu saja, biar dia capek sendiri. Pikirnya. Perjalanan sedikit lama dilalui karna memang rumah Kevin jauh dari apartmen Revan. Lama kelamaan tangisan Kyara pun mulai reda bersamaan dengan turunnya hujan.


"Hik hik". Kyara sesenggukan. Jujur saja ia capek, kepalanya sakit, dan perutnya pun sudah meronta ronta ingin diisi.


"Capek?". Tanya Revan menyindir. Masih kesal ia rasanya. Kyara tidak menjawab apapun dan tetap diam sambil sesenggukan. Revan menarik nafas dalam dalam, menahan emosinya. Sedari tadi ia bermonolog dengan pikirannya sendiri. Ia mengomel ngomel didalam hatinya. Kok bisa tetap ia yang disalahkan, pikirnya, tapi itu semua ia tahan agar tidak keluar dari mulutnya.


Revan kemudian menghentikan mobil nya di depan supermarket. Ia turun begitu saja tanpa bilang apa apa. Melihat Revan keluar mobil, Kyara cepat cepat mengambil nafas. Lega rasanya, sedari tadi ia takut nafas nya terdengar saking heningnya di dalam mobil. Lebih baik Revan mengomel omel dari pada tidak sama sekali.


"Buka baju lo!". Titah Revan. Kyara hanya diam saja tidak berkutik. Mobil pun kembali dijalankan.

__ADS_1


"Lo ga budek kan?". Tanya Revan kembali menyindir. Sungguh Kyara kesal, sebelum ia menuruti perkataan suaminya itu ia membuka katungan plastiknya terlebih dahulu. Ia melihat jaket yang tak begitu tebal. Ia mengerti maksud Revan.


"Gue ganti dimana?". Tanya Kyara dengan suara parau, maklum ia sedari tadi habis menangis.


"Disini. Kenapa?". Tanya Revan balik sambil menatap mata Kyara dengan tatapan memerintah. Kyara balik menatap tak percaya.


'Orang gila!'. Teriak Kyara dalam hatinya, menyumpahi Revan sejadi jadinya.


"Kenapa diem aja?, ga denger?. Oh lo mau sakit, sengaja mau nyusahin gua?". Tambah Revan bertanya berkali kali lipat.

__ADS_1


"Daleman lo aja udah keliatan, gausah sok malu". Gumam Revan dengan suara keras supaya terdengar oleh Kyara


__ADS_2