
Waktu pun berlalu, tak terasa kini pagi sudah muncul dan menyapa Kyara dan Revan yang masih didalam selimut.
"Bangun,,". Ucap Kyara sambil mendorong tubuh Revan yang sedang memeluknya. Suaranya masih serak serak karna baru saja bangun. Jam sudah menunjukkan pukul 06.50 pagi.
Revan malah semakin mengeratkan pelukannya. Yaa sedikit memanfaatkan momen, jarang sekali ia bisa begini dengan istrinya. Apalagi mereka habis bertengkar, rasanya masih mau nempel nempel.
"Aku mau masak". Ucap Kyara beralasan supaya Revan melepaskannya.
"Gausah, kita pesen online aja nanti". Tolak Revan.
"Aku mau bangun". Ucap Kyara.
"Hadehh,, biasanya juga bangun siang!". Ucap Revan mengalah, melepaskan Kyara yang ada dalam pelukannya.
"Mana ada ya!". Tolak Kyara.
"Orang Satria kok yang bilang". Ucap Revan, Kyara tak perduli, ia langsung bangkit dari tidurnya, pergi ke kamar mandi. Selesai ia mencuci muka dan gosok gigi, ia keluar dan masih melihat Revan tidur tiduran di kasur. Enak sih, hari ini hari sabtu, jadi sekolah libur deh.
"Lo mau tidur seharian?". Ucap Kyara sambil menarik selimut Revan. Nampak lah Revan yang sedang memainkan handphone nya.
__ADS_1
"Bentar lagi". Jawab Revan. Kyara pun langsung pergi turun ke bawah. Memasak untuk sarapan mereka. Cuma goreng telur aja sih karna Revan bilang bakal pesen online.
Ia berencana akan menyeduhkan kopi untuk Revan. Sambil menunggu air nya matang, pikirannya sedikit teralihkan. 'Biasanya nih, gua jam segini tuh udah diluar,, udah jogging bareng ama abang'. Pikirnya. Ia jadi teringat pernah jogging pagi bareng waktu kecil dulu saat baru bersahabat dengan kevin ddk. Tiba tiba Kyara menghembuskan nafas kasar.
"Kenapa hahh??". Tanya Revan sambil mengacak rambut Kyara. Rencana nya ia tadi akan memeluk Kyara dari belakang biar Kyara kaget. Tapi Kyara sedang memikirkan sesuatu sepertinya, jadi niat nya itu diurungkan.
"Aduhh,, kalo jalan itu bisa napak gak?". Protes Kyara sedikit terkejut.
"Jadi maksud lo gua terbang?, orang ini udah napak juga". Ucap Revan.
"Napak kok gak ada suara nya" Kesal Kyara bergumam.
"Gua ga lagi bete, ngada ngada aja lo. Lepas ah nanti gosong!". Ucap Kyara.
"Kalo ga bete, kenapa muka lo jelek gitu?. Ini juga apanya yang gosong?, Lo masak air Kyara". Ucap Revan sambil mengangkat tutup panci diatas kompor.
"Suka suka gw lah mau ngomong apa, mulut mulut gw. Lagian kalo gua jelek, lo jadi ga suka lagi ama gua?". Tanya Kyara sambil menatap mata Revan dengan tajam.
"Engga ah gua ga ada bilang gitu". Jawab Revan. Kemudian ia mengecup bibir Kyara tiba tiba. Kyara jadi salah tingkah dibuat Revan.
__ADS_1
"Lo ngapain si ahh". Ucap Kyara sambil memalingkan muka nya.
"Cielahh, pake malu malu segala. Udah suami istri kok Ky, selow aja". Ucap Revan menggoda.
"Diem Lo!". Ucap Kyara.
"Jalan jalan ga si kita Ky?". Ucap Revan, ia berjalan mengambil gelas ke rak piring.
"Serius?!, Kemana??". Tanya Kyara antusias.
"Lo mau kemana?". Tanya Revan.
"Kemana aja, jalan jalan keliling keliling juga ayo!". Ucap Kyara.
"Yaudah aga siangan yaa". Ucap Revan.
"Hahahh, thank you pann. Gue emang lagi pengen banget hang out!". Balas Kyara.
"Kalo gitu peluk gua, kalo lo emang berterima kasih". Ucap Revan.
__ADS_1