
"Apa kamu ingin mendengar cerita sedih, Elliz?" tanya Alex pelan membuat Elliza merasa bingung.
"Cerita apa?" Elliza bertanya balik menatap serius wajah sendu Alex.
Pria tampan itu membelai pipi Elliza lembut menyalurkan kehangatan pria tampan itu.
"Dulu ada seorang anak laki-laki berumur 9 tahun. Anak itu memiliki karakter periang, dia di manja dan di sayang oleh keluarganya. Tapi, keceriaan itu sirna karena satu kejadian!"
Alex menatap langit-langit kamar VVIP dengan tatapan nanar. Pria tampan itu berusaha mengingat kejadian beberapa puluh tahun silam.
Pria tampan itu merasa tangannya hangat di kala Elliza menggenggam tangan nya. Tanpa menoleh sedikit pun, Alex kembali melanjutkan ceritanya.
"Anak itu di culik dan di lecehkan oleh lima orang dewasa yang memiliki sifat seperti binat*ng. Dia di siksa dengan kejam tanpa ampun oleh orang-orang itu. Parahnya tiga di antara mereka adalah pria! Mereka memasukkan batang mereka … "
Nafas Alex terasa sesak, wajah pria tampan itu memerah karena tak bisa bernafas dengan teratur.
Keringat dingin membasahi kening Alex, tubuh pria tampan itu bergetar hebat seperti kejang-kejang membuat Elliza tersentak kaget.
"Sa-sayang … Alex!" Elliza yang masih lemah mencoba menyadarkan Alex.
Tubuh suaminya itu bergetar hebat, membuat Elliza ketakutan. Gadis itu merasa panik dia memanggil dokter dengan suara lemah nya.
"Dokter … dokter!" teriak Elliza dengan suara lemah.
Namun, tak ada siapa pun yang datang. Elliza melihat ada tombol nurse di dinding dekat nya pun langsung menekan tombol tersebut.
"Sayang … hiks … kamu kenapa?" Elliza memeluk pipi Alex lembut. Gadis cantik itu menangis sesenggukan, dia menggenggam tangan Alex yang terasa sangat dingin.
Alex menggenggam erat tangan Elliza membuat gadis cantik itu meringis kesakitan. Namun, Elliza menahan nya karena dia lebih mengkhawatirkan keadaan Alex.
__ADS_1
Tak seberapa lama dokter masuk ke dalam ruangan Elliza. Paman Alex juga masuk, pria paruh baya itu terbelalak ketika melihat Alex kejang-kejang.
"Alex," pekik Keenan menghampiri Alex lalu segera menyuntikkan cairan penenang ke leher Alex, sehingga membuat pria tampan itu terlelap.
"Hiks … suami ku kenapa, Dok?" tanya Elliza dengan suara serak nya menatap Keenan.
Dia belum mengetahui bahwa Keenan adalah paman Alex. Gadis cantik itu tak sadar bahwa tangan nya mengeluarkan darah karena Elliza terllau banyak bergerak, sehingga membuat jarum infus hampir terlepas dari punggung tangannya.
Keenan tak menjawab melainkan segera mengganti jarum infus Elliza. Dia menyuruh para perawat keluar dari kamar tersebut menyisakan dirinya bersama dengan Elliza dan Alex.
"Apa yang kalian bicarakan tadi? Kenapa Alex bisa kejang-kejang?" tanya Keenan lembut menatap hangat Elliza.
"Dia menceritakan kisah sedih."
"Kisah sedih seperti apa?"
Degg.
Keenan termangu, pria tampan itu merasa dadanya sesak, seolah ada batu besar yang menghantam dirinya.
Alex menceritakan tentang masa lalu nya pada Elliza. Padahal pria tampan itu tak pernah menceritakan pada siapa pun, bahkan pada teman-temannya pun tidak.
Mungkin Alex ingin terbuka pada Elliza yang sekarang telah menjadi istrinya.
"Apa kamu tahu siapa anak kecil itu?" tanya Keenan membuat Elliza menggelengkan kepalanya lemah.
Gadis cantik itu menatap sayu wajah tenang Alex yang terlelap karena cairan penenang.
Tangan Elliza terulur mengusap keringat yang membasahi kening Alex dengan lembut.
__ADS_1
"Anak kecil itu adalah Alex!" jawab Keenan dengan suara bergetar membuat Elliza termangu.
Gadis cantik itu membeku, waktu di sekitarnya seolah berhenti. Elliza berusaha mencerna apa yang baru saja dia dengar.
"Tidak mungkin," gumam Elliza pelan.
"Anak kecil itu adalah Alex." Keenan mengulangi ucapannya sekali lagi.
*
*
*
Kira-kira apa setelah ini Alex bakal mau terapi ya? 🤧
Mau lagi?? Ayo perbanyak komentar nya biar author kasih bonus🥰🤭
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Kasih kopi nya dong biar author gak ngantuk pas ngetik 🤣🤣 setangkai bunga pun boleh🌹🌹
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
Mampir juga ke novel temen author 🌹
__ADS_1