Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Kedatangan Tiga Pengacau


__ADS_3

Juliet menepis tangan Diego kasar karena takut gairah nya yang terpendam kembali hadir. 


"Sana mandi! Keringat mu itu bau, tapi, aku suka … karena keringatnya berasal dari tempat Adam dan Abraham keluar!" Diego mengecup puncak kepala Juliet lembut lalu beranjak menuju ruang ganti pakaian.


Juliet mengedipkan matanya berkali-kali menatap punggung Diego yang perlahan menghilang. Wanita itu berusaha mencerna apa yang baru saja Diego katakan tadi.


Keringat yang keluar dari tempat Adam dan Abraham? 


Sontak Juliet menatap ke area bawahnya yang jelas-jelas lengket. Wajah wanita cantik itu langsung merona bak kepiting rebus.


"Dasar mesum." Juliet langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan dirinya.


Setelah selesai, Juliet segera keluar dari kamar mandi. Dia melihat Diego berdiri di balkon kamar. Dengan gerak cepat Juliet berlari ke ruang ganti karena takut dirinya di kukung oleh Diego.


"Huff … tumbenan dia tidak mengganggu ku," gumam Juliet setelah memakai pakaian nya.


"Kata siapa aku tidak menganggu mu!" Diego tiba-tiba memeluk Juliet dari belakang, pria tampan itu meletakkan dagunya di bahu Juliet.


"Sir, apa yang Anda lakukan?" tanya Juliet berusaha melepaskan pelukan tersebut.


Diego semakin mengeratkan pelukan tersebut lalu menghirup aroma ceruk leher Juliet.


"Jangan bergerak, Sayang! Atau nanti dia yang di sana bangun!" Diego menggesekkan sesuatu di pinggang Juliet membuat wanita itu membeku.


Juliet tahu apa yang sudah berdiri tegak itu. Sesuatu yang telah memberikan dua bocah tampan untuknya.


"Sir, dia bangun," lirih Juliet pelan.


"Makanya jangan gerak! Dia sangat sensitif kalau berada di dekat kamu!"


"Tapi … " Juliet tetap bergerak membuat Diego memejamkan matanya menikmati gesekan tersebut.


"Jangan, Sayang. Nanti adiknya si kembar terpaksa harus kita buat sekarang!" desis Diego membuat Juliet menelan ludahnya.


Wanita cantik itu sangat takut dengan ancaman Diego. Dirinya mengenal baik siapa sosok pria yang sedang memeluknya sekarang.


Pria yang selalu menepati perkataan nya.


Diego membalikkan badan Juliet. Lalu dia merangkul pinggang wanita tersebut. Wajah keduanya berjarak sangat dekat.


Juliet terpaku menatap bola mata Diego yang berwarna biru.

__ADS_1


"Aku sudah berjanji untuk tidak melakukan itu denganmu sebelum kita menikah. Tapi, kalau untuk ini aku tidak bisa janji!" ujar Diego menyatukan keningnya dengan kening Juliet.


"Maksudnya?" tanya Juliet pelan.


"Ini." Diego langsung mencium lembut bibir ranum Juliet membuat wanita cantik itu terlena dengan kelembutan yang di berikan oleh Diego.


Tidak ada hasrat atau perasaan lain di dalamnya terkecuali kelembutan. Juliet dapat merasakan sisi lembut Diego melalui ciuman tersebut.


Diego melepaskan ciuman tersebut lalu tersenyum manis mengusap bibir basah Juliet.


"I love you!"


"Sir."


"Jangan menjawab nya sekarang. Aku janji akan membuat kamu juga jatuh cinta padaku! Tugas kami hanya satu, yaitu buka hatimu untukku!" ujar Diego serius membuat Juliet mengangguk kepalanya tanpa sadar.


Diego tersenyum lebar lalu segera mengecup kening Juliet.


"Ayo kita sarapan, anak-anak pasti sudah menunggu kita!" ajak Diego semangat seraya menggandeng tangan Juliet.


Juliet menatap tangannya yang di genggam lembut oleh Diego. Tanpa sadar wanita cantik itu tersenyum.


Apakah boleh aku serakah kali ini? Apakah boleh aku berharap lebih dari ini? Apakah harapan aku nanti bisa menjadi nyata? Bolehkah? 


Tak memiliki arah dan tujuan, namun, setelah memiliki dua malaikat kecilnya. Kini semua telah berubah.


Hidupnya semakin berwarna. Apalagi sikap Diego yang dulunya pedas dan ketus kini berubah menjadi lembut.


Bolehkah dia berharap lebih? Dia juga ingin bahagia seperti wanita yang lain!


*


*


*


"TIDAKK!!" teriak Diego melihat tiga sosok sahabat tampan nya sedang duduk menyantap sarapan.


Bukan itu yang membuat Diego berteriak, akan tetapi, kedua putranya yang di pangku oleh Max dan Alex.


Sedangkan Damian yang melihat kedatangan Juliet dan Diego langsung bangkit dari kursi nya.

__ADS_1


"Oh Juliet … lima tahun aku mencari mu ke seluruh jagat raya tak membuahkan hasil! Tapi, kini … giliran aku ingin menyerah. Takdir malah mempertemukan kita di sini! Bukankah ini namanya kekuatan cinta kita, Juliet?"


Damian berkata dengan raut wajah dinginnya membuat Diego bergidik ngeri mendengar nya.


Bagaimana bisa ada pria mengucapkan kata-kata romantis dengan wajah yang dingin seperti Damian?


"Oh Angel … jangan dengarkan si bungsu! Tapi, lihatlah aku sekarang yang sedang menyuapi calon anak ku yang lahir dari rahim mu! Bukankah ini pemandangan yang sangat manis? Aku terlihat cocok menjadi papa sambung anakmu?" 


Alex mengecup pipi Adam yang malah tertawa bahagia karena melihat Diego seperti orang yang kebakaran jenggot.


Max yang melihat kedua sahabatnya menggoda Juliet pun tak mau tinggal diam.


Pria tampan itu juga ingin menunjukkan pesonanya.


"Beauty … "


"DIAM, SIALAN … NAMANYA JULIET, BUKAN BEAUTY ATAU ANGEL … DIA CALON ISTRIKU … JADI BERHENTI MENGGODA NYA, SIALAN!!!" bentak Diego menggema.


"Sepertinya pak tua itu sedang kerasukan," gumam Adam dan Abraham pelan membuat Alex, Max dan Damian tertawa lepas.


*


*


*


**Jadi itu, tiga sahabat Diego itu memiliki panggilan sayang untuk Juliet ...


Max memanggil Juliet Beauty.


**Alex memanggil Juliet dengan Angel.


Damian memanggil Juliet dengan Juliet dan menganggap dirinya sebagai Romeo**.


Bersambung.


Mau tambah lagi?? Ayolah vote dan komentar nya😁😁🥳


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰

__ADS_1


Mampir juga di novel temen author yang gak kalah bagusnya. Sambil nungguin author up bisa langsung ke sana 🥰🙏🌹



__ADS_2