
Max melepaskan ciuman tersebut di kala ia merasa Meimei kehabisan nafas. Pria tampan itu ingin sekali menerjang Meimei saat ini karena hasratnya telah bangkit.
"Hah .. Tuan, kok ciuman nya beda?" tanya Meimei polos dengan suara yang terengah-engah karena menghirup udara di bawah hidungnya.
Max yang mendengarnya pun mengernyitkan dahinya bingung.
"Maksud mu?" tanya Max dengan suara yang serak menahan hasratnya.
"Beda dari ciuman papa! Biasanya saya dan papa hanya cuma menempelkan bibir satu sama lain. Tidak ada adegan yang seperti kita lakukan tadi!" jelas Meimei polos membuat Max membelalakkan matanya.
Pria tampan itu ingin bertanya apa maksud dari perkataan Meimei. Seolah gadis cantik itu mengatakan ayahnya sering mengecup bibirnya.
Max ingin bertanya, namun, dia teringat bahwa sebentar lagi dirinya memiliki rapat penting dengan dewan direksi di perusahaan nya.
"Aku pergi sekarang! Kalau ada tamu jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah. Abaikan saja, siapa pun itu karena aku tidak pernah menerima tamu!" tegas Max lalu segera masuk ke dalam mobilnya.
Meimei tersenyum manis melambaikan tangannya, membuat Max tersenyum kecil di dalam mobil ketika melihat pantulan Meimei dari kaca spion depan.
"Dasar gadis aneh," gumam Max pelan.
*
*
*
__ADS_1
Max yang baru saja selesai menghadiri rapat pun segera kembali ke dalam ruangannya. Pria tampan itu menghempaskan bokongnya pada kursi kebesarannya.
Pria tampan itu memijat keningnya yang terasa nyeri. Memiliki jabatan tinggi dan kekayaan banyak nyatanya tak semudah orang lihat. Banyak tekanan yang Max alami di dunia bisnis.
Tak jarang dia bertemu dengan penjilat, pengkhianat dan pendusta dalam dunia bisnis. Dia tak bisa memberikan kepercayaan pada para bawahannya karena Max sudah pernah di tipu.
Menjadi orang kaya juga tak seindah pikiran orang-orang miskin ketika menilai kehidupan orang kaya.
Contohnya seperti Max yang harus mengorbankan jam istirahat nya demi memeriksa setiap berkas dengan teliti. Pernah sekali Max teledor dan harus rugi ratusan juta dollar karena pria itu tak memperhatikan angka nol pada berkas yang di periksa nya.
Terkadang terbesit rasa ingin mundur dari dunia bisnis dan menikmati kehidupan nya dengan tenang.
Max berbeda dengan para personil Bastard yang lainnya. Pria tampan itu lebih suka kesederhanaan, itulah mengapa Max membeli rumah tak sebesar yang lainnya.
Namun, tanggung jawabnya besar. Banyak kepala keluarga yang bekerja di bawah naungan nya. Dia tak boleh egois karena banyak orang yang bergantung padanya.
Di tengah-tengah kesendirian nya itu Max mendengar suara riuh di luar ruangannya. Pria tampan itu mengusap wajahnya kasar ketika mengenali siapa yang membuat keriuhan itu.
Brakk.
Pintu ruangan Max di buka kasar menimbulkan suara yang cukup keras. Pria tampan itu memutar bola matanya malas.
"Nona, Anda tidak boleh masuk!"
"Lepaskan, aku mau berjumpa dengan Max!" Wanita cantik dan seksi itu memberontak dari cengkraman sekretaris Max.
__ADS_1
"Lepaskan dia!" titah Max datar membuat wanita itu langsung menghambur pelukan pada Max.
"Baik, Tuan."
Max memberikan kode pada sekretaris nya itu untuk segera keluar dari ruangan.
"Max … hiks … kenapa kamu putusin aku? Apa aku punya salah?" Wanita cantik itu menangis sesenggukan dalam pelukan Max.
Dia duduk di pangkuan Max, wanita itu merebahkan kepalanya bersandar pada dada bidang Max.
"Emily, aku rasa hubungan kita lebih baik putus karena kita berdua tidak cocok! Kamu terlalu baik dan cantik untukku yang penuh kekurangan ini!"
Max berucap lembut berusaha menenangkan mantan kekasih atau lebih tepat korban PHP nya.
"Tapi, aku cinta sama kamu! Aku gak mau putus … hiks …" Emily mendongak menatap wajah tampan Max dengan bola matanya yang berair.
*
*
*
Wkwkwkwk … babang Max benar-benar kang modus ya, Bun🤣🤣
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏