
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, tak pantas untuk di tiru.
...----------------...
Alex kecil membuka matanya perlahan. Bocah kecil itu merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
"Eughh." Alex menggeliat pelan, nyawa bocah itu belum terkumpul.
"Ck … baguslah bocah ini sudah sadar! Bosan aku bermain dengan patung!" ketus seorang wanita cantik dengan tubuh tanpa sehelai benang pun.
Alex yang sudah sadar betul pun langsung ketakutan di kala melihat lima orang dewasa tanpa sehelai benang pun mengelilingi dirinya.
Tiga di antaranya laki-laki dan dua wanita. Bibir Alex bergetar menahan tangis, bocah kecil itu menatap tubuhnya yang juga polos.
Alex menarik selimut menutupi tubuh polosnya. Bocah yang masih sangat lugu itu menutup rapat matanya tak berani melihat penampakan yang mengguncang jiwanya.
"Paman," lirih Alex ketakutan.
"Hey, Sayang! Jangan takut … kami akan memberikan mu pengalaman yang sangat luar biasa. Bisa di katakan ini adalah ilmu yang sangat berharga!"
"Tidak ada yang bisa mengajari mu sebaik kami. Bahkan, di sekolah pun tidak di ajarkan!"
"Ayolah, jangan malu-malu pada kami! Mari bermain!"
Dua wanita itu menyingkap kasar selimut tebal yang menutupi tubuh Alex. Dengan kasar mereka menarik tangan Alex membawanya ke aset bawah mereka.
"Hiks … jangan! Alex gak mau. Itu jorok! Huwaa … paman!" Alex memberontak menangis membuat para pria di situ geram.
Salah satu di antara mereka menampar Alex membuat wajah bocah tampan itu terpental ke samping. Telinganya berdenging, cairan kental keluar dari hidung Alex.
Bocah kecil itu merasa lidahnya asin karena susut bibirnya robek.
__ADS_1
"Jangan menangis seperti wanita! Tugas kami hanya diam dan nikmati permainan Ki setelah itu kamu baru boleh pulang!" bentak pria itu membuat Alex mengatupkan bibirnya rapat.
Bocah kecil itu merasa amat ketakutan. Hanya terdengar suara segukan karena bocah itu berusaha menahan tangisnya.
Air matanya telah luruh membasahi pipinya. Bocah kecil itu bergetar ketakutan saat pria itu malah membalikkan tubuh kecilnya.
Di umurnya yang sembilan tahun Alex telah merasakan apa itu di lecehkan. Parahnya itu bukan pelecehan biasa, melainkan pelecehan yang di lakukan oleh pelaku penderita sadomasokis dan masokis.
Alex hanya bisa berteriak dengan suara tertahan saat lima manusia tak bermoral itu memperlakukannya tak manusiawi.
Dalam hati dia hanya berdoa agar Tuhan mengirimkan malaikat penolong untuknya.
Sakit, sangat sakit! Tubuh Alex mati rasa, suara yang tadinya masih bisa ia keluarkan kini tak lagi terdengar.
Bocah itu sudah kehabisan suaranya untuk berteriak dan memohon ampun. Bayangkan saja, Alex tak pernah di perlakukan kasar oleh siapa pun.
Dia merupakan kebanggaan dan kesayangan keluarganya. Sikapnya juga sangat baik, sehingga membuat orang-orang di sekitarnya sangat menyukai Alex.
Fisiknya terluka, namun, mentalnya lebih terluka.
"Mama, Papa, Paman … hiks … tolong Alex! Siapa pun tolong Alex … sakit … hiks … ampun!"
"Alex anak baik! Alex gak nakal … ampun! Mama … papa."
Alex hanya bisa berteriak dalam hati, bocah itu benar-benar merasa terguncang dengan apa yang menimpa nya.
Di tengah-tengah permainan tak manusiawi itu. Pintu kamar tersebut di dobrak paksa.
Brakk.
Dor.
__ADS_1
Dor.
Dor.
"Dasar b*natang! Mati kalian semua!" teriak Keenan murka menembak kelima pelaku itu tepat di kepala mereka semua.
Keenan berhasil menemukan lokasi Alex yang berada di sebuah hotel kualitas ekonomi. Pria tampan itu datang dengan dua orang agent yang di sewanya.
Pria tampan itu sangat murka ketika melihat apa yang para pelaku itu lakukan pada Alex.
Keenan berlari menghampiri Alex. Tubuh pria tampan itu gemetar hebat ketika melihat Alex terlentang dengan tubuh terluka, bocah kecil itu menatap kosong langit-langit kamar dengan air mata yang tak kunjung surut.
"Hey, boy! Jagoan, Paman!" Keenan menutupi tubuh Alex dengan jaketnya.
Tak ada respon dari Alex membuat Keenan langsung menggendong tubuh lemah Alex membawa lari ke rumah sakit.
"Maafkan, Paman. Paman terlambat! Maaf … maaf! Maafkan Paman!" Keenan menangis melihat keadaan Alex yang sangat menyedihkan.
*
*
*
Author nahan nangis nulisnya 🤧🤧🤧
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏 i
__ADS_1