Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Memulai Terapi Ala Elliza


__ADS_3

Elliza tersenyum penuh arti. Gadis cantik itu melakukan aksi keduanya membuat Alex menegang di kala kaki Elliza lancang menyentuh sesuatu di bawah sana.


"Elliz, apa yang kamu la-kukan? Ah … hemm!" Alex mencengkram erat ponselnya. Pria tampan itu menatap Elliza dengan tatapan bergairah.


Elliza yang melihatnya pun tertawa cekikikan dalam hati. Sejujurnya gadis cantik itu merasa gugup dan takut bila ada orang yang melihat ke arah mereka.


Untung saja mereka duduk di pojokan dan taplak meja di restoran tersebut panjang sampai mata kaki meja.


"Apa yang aku lakukan, Sayang? Aku tidak melakukan apa-apa? Aku cuma makan pisang besar ini saja!" Elliza menatap polos Alex.


Gadis cantik itu kembali menj*lati pisang panjang dan besar itu membuat Alex mengepalkan tangannya erat.


Pria tampan itu meneguk jus orange miliknya seraya membuka pahanya lebar.


"Kamu suka, Sayang?" Elliza tersenyum menggoda. Gadis cantik itu kembali memainkan kakinya di bawah sana membuat Alex membuka mulutnya menikmati sentuhan ajaib Elliza.


"Aku mau lebih dari ini, Elliz!" Alex berucap pelan dengan nada suara yang serak.


Elliza tersenyum penuh arti, gadis cantik itu menelisik ke seluruh ruangan. Semua pengunjung sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.


Setelah itu Elliza meletakkan pisang coklat tersebut ke dalam piringnya. Tak lupa Elliza menggeser posisinya ke samping lalu menyuruh Alex duduk di sebelahnya.


"Duduklah di sini, Sayang! Aku akan memberikan service terbaik untukmu!" Elliza menggoda Alex dengan tatapan nakal nya.

__ADS_1


Sejujurnya Elliza tahu bagaimana cara menggoda pria dengan baik. Karena gadis itu pernah di ajari saat berada di tempat mucikari yang ingin menjualnya dulu.


Alex yang sedang tak bisa berpikir jernih pun segera menuruti perintah Elliza. Pria tampan itu duduk di dekat dinding sedangkan Elliza di sampingnya.


"Elliz, kita ke hotel ya!" ajak Alex yang sudah frustasi dengan gairah nya sudah ke ubun-ubun.


"Tidak … aku ingin di sini! Kamu harus bisa mengontrol hasrat kamu, Sayang. Kalau sekarang kita langsung ke hotel, bisa-bisa aku masuk rumah sakit lagi!" bisik Elliza pelan membuat Alex mengerucutkan bibirnya.


Pria tampan itu merasa kesal pada dirinya sendiri. Dia juga takut kelepasan kalau sampai mereka berdua-duaan bersama dalam kamar hotel.


"Terus gimana ini? Dia sudah bangun dari tadi saat kamu mainin tuh pisang. Dia cemburu, Elliz! Dia juga ingin minta di mainin!" Alex merengek pada Elliza seperti anak kecil yang minta jajan pada orang tuanya.


Elliza terkekeh kecil, gadis cantik itu langsung mengecup bibir Alex sesaat membuat pria tampan itu merasa kecewa.


Alex mengira Elliza akan memberikan ciuman panas untuknya. Akan tetapi, gadis cantik itu malah mengecup bibirnya sekilas saja.


Tangan pria tampan itu bergerak membelai paha mulus Elliza membuat gadis cantik itu langsung memelototi nya.


Elliza segera menepis tangan Alex yang bergerak masuk ke dalam sana. Bukan ini yang Elliza inginkan. 


Dia mengajak Alex mampir ke restoran karena ingin memberikan terapi khusus untuk Alex yaitu ingin mengajarkan Alex menahan hasratnya agar tak menggebu-gebu.


"Elliz … aku benar-benar tidak sanggup lagi! Kita ke hotel, ya!" ajak Alex sekali lagi, pria tampan itu tak sanggup menahan pusaka nya yang sedari tadi sudah mengembang di dalam sana.

__ADS_1


Alex membawa tangan Elliza menyentuhnya sesuatu yang sedari tadi telah menegang di bawah sana.


Gleg.


Elliza menelan ludahnya kasar. Gadis cantik itu teringat akan malam pertamanya dengan Alex. Benda tumpul inilah yang membuat Elliza pendarahan.


Perasaan takut dan gelisah Elliza rasakan. Gadis cantik itu segera menepis nya, karena saat ini dia benar-benar ingin memberikan servis terbaik itu untuk Alex.


"Apa begini lebih baik?" Elliza mer*mas lembut benda tegang itu membuat mata Alex langsung merem melek.


Nafas Alex memburu, pria tampan itu menikmati sentuhan lembut dari tangan mungil Elliza.


"Lebih keras lagi!" pinta Alex dengan suara yang serak. Pria tampan itu menatap Elliza dengan tatapan yang sama pada malam pertama mereka membuat Elliza yang melihatnya pun semakin gelisah.


*


*


*


Hihihi … ayo yang udah buka puasa 🤭🤭 kirimin author kopi dong biar author gak ngantuk dan bisa crazy up untuk sahur nanti😁😁


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2