
Elliza terlihat sungkan menyantap makanan nya. Karena dia merasa tak pantas makan malam satu meja makan dengan para orang kaya seperti Juliet, Max, Alex, Damian dan Diego. Terlebih lagi makanan yang tertata rapi di depannya adalah makanan mewah yang tidak pernah Elliza lihat dan makan.
Jujur saja Elliza merasa sangat gugup, gadis cantik itu hanya menundukkan wajahnya tak berani menatap orang-orang yang berada di sana. Piring Elliza masih kosong, untuk mengambil makanan saja gadis itu tak berani.
“Makan yang banyak!” Juliet tersenyum lembut, Elliza mengangkat wajahnya melihat Juliet yang sudah berdiri di sampingnya. Wanita cantik itu menaruh beberapa lauk ke dalam piring nya.
“Anggap rumah sendiri. Jangan gugup karena kita berasal dari tempat yang sama. Aku juga bukan orang kaya seperti yang kamu lihat,” bisik Juliet pelan di telinga Elliza membuat gadis cantik itu terhenyak.
Elliza menatap Juliet tanpa berkedip, dia melihat penampilan Juliet terlihat sederhana, namun, elegan. Juliet mengelus pundak Elliza yang terbuka seolah memberi isyarat mengatakan ‘aku sama sepertimu’.
“Terima kasih, Nyonya!” Elliza menundukkan kepalanya membuat Juliet terkekeh geli.
“Aku tidak setua itu, jadi jangan panggil aku nyonya. Panggil saja aku Julliet! Baiklah, aku duduk di kursi ku dulu. Jika ingin tambah makanannya jangan sungkan, ya.”
Juliet kembali duduk di dekat Diego setelah menaruh makanan di piring Elliza. Sedangkan, Elliza duduk di tengah tengah Alex dan Max, sedangkan Damian duduk di tengah Adam dan Abraham.
Mereka makan dalam diam, tak ada yang berani berbicara karena mereka semua tahu bahwa berbicara saat makan adalah perbuatan yang tidak baik. Namun, Elliza tiba-tiba terkejut saat Alex tak sengaja menumpahkan air ke atas paha nya.
__ADS_1
Tidak ada yang menyadari nya karena semua orang sibuk menyantap sarapan mereka. Terlebih lagi Elliza tak merespon nya berlebihan.
“Maaf, aku tidak sengaja! Jangan bergerak karena aku akan membersihkan nya, Elliz!” bisik Alex pelan penuh penekanan tak berani membantah. Gadis cantik itu hanya menganggukkan kepalanya menandakan dirinya mengerti.
Alex tersenyum lebar dalam hati, dia menatap ke semua orang dan tak ada yang curiga padanya. Alex mengambil sapu tangan yang berada di dalam sakunya. Pria tampan itu segera mengelap dress Elliza.
Namun, Alex si pria nakal dengan segala ide liciknya melakukan hal yang membuat Elliza meremang. Pria tampan itu menaikkan dress Elliza, hingga menampakkan paha mulus Elliza yang sedari tadi di mobil sudah menarik perhatiannya.
“Paha mu juga basah, aku akan mengelap nya juga!” bisik Alex pelan di telinga Elliza, dengan sengaja Alex menyentuh daun telinga Elliza dengan bibirnya.
Max terlihat sedang sibuk menyantap makanan nya seraya sesekali memeriksa ponselnya. Sepertinya sahabat nya itu sedang sibuk.
Paha Elliza bergetar saat tangan Alex perlahan masuk ke dalamnya tak sengaja menyentuh sesuatu di sana. Membuat Elliza tanpa sadar menjepit tangan Alex dengan kedua kakinya.
“Apa makanannya enak, Elliza?” tanya Juliet lembjut membuat gadis cantik itu merasa sangat gugup. Saat Elliza ingin menjawabnya, Alex malah memainkan sesuatu di bawah sana seperti memainkan gitar.
“Enak!” jawab Elliza cepat dengan suara yang bergetar membuat Juliet menautkan alisnya.
__ADS_1
“Kamu sakit? Kenapa suara mu bergetar?” tanya Juliet khawatir membuat Max dan yang lainnya menatap ke arahnya.
Nakal nya Alex malah mempercepat membuat tubuh Elliza bergetar hebat.
“Ah … tidak! A-aku tidak sakit!” jawab Elliza denagn suara terbata-bata. Keringat dingin membasahi keningnya, wajah Elliza pun terlihat memerah padam membuat mereka semua khawatir.
Terkecuali Alex! Pria tampan itu terlihat santai dan malah menarik jarinya lalu mengelapnya dengan sapu tangan.
“Tapi …”
“Apa boleh saya ke toilet?” potong Elliza cepat setelah mengatur deru nafasnya.
“Boleh, silahkan! Bibi … tolong hantarkan tamu saya ke toilet!” pinta Juliet lembut pada pelayan yang senantiasa berdiri di dekat mereka.
“Baik, Nyonya Muda!”
Alex yang melihat Elliza pergi pun pura-pura berbicara dengan ponselnya, lalu meminta izin pada diego dan yang lainnya untuk berbicara dengan orang yang meneleponnya.
__ADS_1
Alex menyeringai licik lalu seraya mengayunkan langkah nya menuju toilet yang di gunakan Elliza.
Kamu hanya milikku, Barbie ku batin Alex menyeringai.