
Juliet dan kedua anak kembarnya duduk di dalam rumah beralaskan tikar. Adam dan Abraham seolah meminta penjelasan tentang Diego.
"Mommy, apa benar pak Tua yang di luar itu adalah Daddy kami?" tanya Adam serius membuat Juliet mau tak mau menganggukkan kepalanya.
Tak ada gunanya berbohong pada kedua anaknya, karena Adam dan Abraham bukanlah bocah yang bisa di tipu.
"Lalu kenapa bisa berpisah? Apa Daddy mencampakkan mommy karena mommy orang miskin, seperti di film-film?" tanya Abraham sungguh-sungguh dengan tangan terkepal.
"Katakan saja yang jujur, Mom. Biar Abra kasih pelajaran pada Daddy durhaka itu! Belum tahu dia bagaimana marahnya seorang anak!" lanjut Abraham tak sabar membuat Juliet tertawa lepas mendengarnya.
Dia tak menyangka Abraham bisa berani seperti ini. Bahkan, bola mata bocah tersebut memerah menahan amarah.
Persis seperti orang dewasa pikir, Juliet.
"Sayang … kenapa jadi galak begini, sih? Bagaimanapun yang di luar sana itu Daddy kalian. Tidak boleh berbicara tidak sopan seperti tadi!" ujar Juliet lemah lembut mencoba memberikan penjelasan pada dua buah hatinya itu.
Meski, dalam hati dirinya senang pada sikap anak-anaknya. Akan tetapi, yang namanya orang tua harus mengajarkan hal-hal yang baik untuk anaknya.
"Huh, kalau punya Daddy modelan begitu ya jelas harus galak, Mom! Kalau enggak galak ya gak bakalan kapok!" dengus Abraham pelan seraya mengerucutkan bibirnya kesal.
"Benar, Mom! Kalau kita langsung memaafkan kesalahan Daddy tanpa ada hukuman, itu sama saja membiarkan Daddy melakukan kesalahan yang sama, Mom! Biarkan saja seperti ini sementara waktu. Sekalian Adam mau lihat, apakah kata maaf Daddy tadi sesuai dengan tindakan nya! Bosan kalau hanya janji-janji saja. Karena sekarang yang Adam dan Abraham butuhkan adalah bukti!"
"Kenyang makan janji, Mom!" tambah Adam dengan nada kesal membuat Juliet tertawa seraya menggelengkan kepalanya.
Ada-ada saja perilaku menggemaskan anak-anaknya itu, pikir Juliet.
"Terus, bagaimana dengan uang satu juta dollar itu?" tanya Juliet yang teringat akan hadiah tersebut.
__ADS_1
Adam dan Abraham yang tadinya kesal pun teringat kembali. Mata mereka berubah berbinar bahagia.
"Oh, tentang itu … sudah masuk ke dalam akun rekening, Mommy! Maafkan, Adam yang tidak minta izin mommy dulu. Itu semua Adam lakukan hanya ingin memberikan kejutan untuk mommy!" jelas Adam yang merasa bersalah.
Juliet langsung menarik Adam dan Abraham masuk ke dalam pelukannya.
"Terima kasih untuk semuanya ya, Sayang! Kalian benar-benar anak yang baik, mommy bangga punya kalian. Maafkan, Mommy! Karena tidak bisa menuruti keinginan kalian. Mommy, hanya bisa mencukupi kebutuhan kalian!"
Juliet mengecup puncak kepala Adam dan Abraham berulang kali, guna mencurahkan isi hatinya.
Juliet bahagia dan bangga memiliki anak-anak yang dewasa dan penurut seperti Adam dan Abraham.
Sikap Adam dan Abraham pada Juliet sangat bertolak belakang pada Diego. Mereka akan berubah menjadi harimau galak bila berhadapan dengan Daddy nakal mereka itu.
"Justru kami yang minta maaf, Mom! Maafkan kami yang belum bisa membahagiakan, Mommy! Tapi, Adam dan Abraham janji kalau sebentar lagi kehidupan mommy akan berubah. Karena Adam dan Abraham sudah mendapatkan pekerjaan baru!"
"Kami hanya cukup bermain game dan belajar tentang game untuk mempersiapkan diri bila ada olimpiade game nasional lagi. Kami akan di gaji setengah juta dollar, Mom!"
Wanita cantik itu merasa terharu dan menjadi ratu karena perlakuan Adam dan Abraham.
Ternyata bukan hanya suami yang bisa menjadikan sosok perempuan sebagai ratu. Anak-anak pun bisa menjadikan Ibunya seperti seorang ratu, pikir Juliet.
"Terima kasih, Sayang!"
"Mommy juga harus merawat diri agar lebih bersinar lagi! Tunjukkan pada mereka yang pernah menghina mommy kalau mommy juga bisa tampil cantik seperti mereka!" celetuk Abraham yang tiba-tiba kesal.
Bocah itu teringat akan kelakuan ibu-ibu sosialita yang sering menghujat Ibunya.
__ADS_1
"Hey, Abra! Mereka itu tidak cantik … tapi, mereka itu terlihat seperti badut! Wajah mereka di cat seperti lukisan murahan! Berbeda dengan mommy yang cantiknya alami. Jangan salah ngomong kamu, nanti aku jewer telinga kamu!" sungut Adam tak terima.
Dia menangkap ucapan Abraham tadi seolah ibu-ibu sosialita itu lebih cantik dari Juliet.
Bocah itu tak terima, baginya hanya ibunya lah yang paling cantik sedunia.
"He he … iya-iya, mommy yang paling cantik! Karena mommy cantiknya alami dan hati nya juga mulia!" ralat Abraham mendusel di ketiak Juliet.
Mata jeli Adam tak sengaja melihat jejak kemerahan pada tulang selangka Juliet membuat bocah itu khawatir.
"Mom, ini kenapa leher mommy merah-merah?" tanya Adam panik.
Gleg.
Bagaimana ini, batin Juliet was-was.
*
*
*
Author udah triple up hari ini … adakah yang mau kasih kopi, biar author semakin semangat up nya … atau vote dan penuhi kolom komentar dengan hujatan berjamaah untuk Diego 😂🤣🙃🙈
Ayo … kira-kira apa itu yang di leher Juliet?
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh