
Tak terasa hari sudah malam. Hujan deras kembali melanda membuat suasana semakin dingin. Juliet sudah menidurkan anak-anaknya di atas sofa besar.
Tak lupa wanita cantik itu menyelimuti tubuh kedua putranya dengan selimut tebal.
Sejenak Juliet melirik ke arah Diego yang tiba-tiba menggigil dalam tidurnya. Juliet yang merasa khawatir pun segera beranjak mendekati Diego.
"Dingin … dingin," gumam Diego dengan keringat mengucur di keningnya.
"Sir, are you okey?" Juliet menepuk halus pipi Diego membuat pria tampan itu perlahan membuka matanya.
Diego menatap Juliet dengan mata berkaca-kaca, kepalanya terasa berdenyut.
Niat hati ingin pura-pura sakit, malah jatuh beneran sakit. Entah ini yang dikatakan karma, Diego tak tahu.
"Aku kedinginan," bisik Diego pelan dengan bibir bergetar.
"Apa yang harus saya lakukan? Apa perlu saya panggilkan dokter lagi?" tanya Juliet khawatir membuat Diego menggelengkan kepalanya cepat.
Diego menepuk ranjang kosong di sebelahnya. Diego di rawat dalam ruangan VVIP. Maka otomatis fasilitas nya semua berkelas dan mewah.
Bahkan, sofa tempat tidur Adam dan Abraham lebih pantas di sebut kasur. Karena ukurannya yang jumbo dan empuk.
"Tidurlah bersamaku!" Diego berkata lirih menatap Juliet penuh harap.
"Tapi, Sir."
"Aku sakit dan kedinginan, Juliet! Tolonglah aku … sekali ini saja!" pinta Diego lemah membuat Juliet terpaksa menuruti kemauan pria tampan itu.
Juliet naik ke atas brankar, Diego menggeser tubuhnya agar Juliet bisa tidur di dekatnya.
__ADS_1
Dengan santainya Diego memeluk erat tubuh Juliet, pria tampan itu merengkuh pinggang Juliet, membuat jarak di antara keduanya sangatlah dekat.
Hidung keduanya saling bersentuhan, mata Diego dan Juliet bertemu.
"Apa kabar?" tanya Diego lembut membuat Juliet merasa bingung.
"Seperti yang Anda lihat, Sir! Saya baik-baik saja!" jawab Juliet pelan.
"Maksud aku, hati mu yang apa kabar? Selama lima tahun ini kamu berjuang seorang diri dan membesarkan kedua anakku tanpa bantuan siapa pun! Itulah sebabnya aku bertanya hati mu apa kabar, Juliet? Apa kau merasa lelah?" jelas Diego panjang lebar dengan suara yang amat lembut.
Degg.
Mata Juliet berkaca-kaca mendengar pertanyaan Diego. Setiap kata yang keluar dari mulut Diego tadi sangatlah tulus.
Bahkan, tatapan pria tampan itu kian meneduhkan jiwa dan hati Juliet.
Tidak ada lagi keangkuhan dan kesombongan. Tidak ada lagi kata-kata pedas yang keluar dari bibir Diego.
"Aku baik-baik saja," balas Juliet pelan membuat Diego langsung mengusap pipi Juliet dengan lembut.
"Maafkan aku yang telah jahat padamu, Juliet! Maafkan aku yang telah menelantarkan mu dulu! Maafkan aku juga karena tidak ada saat kamu susah!" lirih Diego tulus.
Tes.
Air mata Juliet mengalir dari sudut matanya. Ucapan maaf yang di lontarkan Diego membuat Juliet teringat akan perjuangan nya dulu.
Di mana kala itu Abraham yang berumur dua tahun mengalami demam tinggi. Juliet yang tak memiliki uang banyak terpaksa menjual cincin berharga nya yaitu cincin yang dia beli pertama kali menggunakan uang gajinya.
Bahkan, Juliet kerap kali mengenyangkan perut nya dengan air putih agar anak-anaknya bisa makan makanan yang bergizi.
__ADS_1
Juliet rela tak makan dua hari agar bisa membelikan susu dan vitamin untuk melancarkan pertumbuhan Adam dan Abraham.
Menjual kue secara online bukankah hak yang mudah. Terlebih lagi dengan status Juliet yang mempunyai anak tanpa suami.
Membuat orang-orang berpikiran buruk tentangnya. Sangat banyak orang jahat yang menjatuhkan Juliet.
Hatinya sakit ketika mengingat perjuangan nya saat itu. Namun, mau bagaimana lagi? Juliet juga merasa bahagia karena pelita nya saat ini hanyalah Adam dan Abraham.
Dua malaikat kecil yang di kirimkan Tuhan untuk menghibur nya di kala sedih.
"Maafkan aku." Diego segera membawa Juliet masuk ke dalam pelukannya. Tubuh Juliet bergetar hebat karena menangis.
Dia hanyalah seorang wanita lemah yang di paksa kuat oleh keadaan. Hidup sebatang kara tanpa keluarga.
Hanya ada anak panti asuhan yang menemani masa kecilnya dulu.
"Saya lelah, Sir. Hati saya sakit! Di kuatkan oleh harapan dan di hancurkan oleh kenyataan. Harapan saya saat itu menikah dengan Anda dan merawat anak-anak bersama. Akan tetapi, kenyataannya Anda menolak saya dan bahkan menuduh saya wanita murahan! Hiks … sakit! Hati saya sakit … "
Juliet menumpahkan segala rasa sesak dalam pelukan Diego. Pria sama yang telah menghancurkan kehidupannya dulu.
"Aku menyesal!" lirih Diego mengeratkan pelukannya.
*
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰