
Max benar-benar serius dengan perkataan nya. Pria tampan itu meminang Meimei dua hari setelah dia membobol gawang Meimei.
Pria itu telah menetapkan pilihannya pada Meimei dengan harapan dia bisa menciptakan keluarga harmonis seperti yang ia impikan di masa kecil dulu.
Apakah Max dan Meimei saling cinta? Maka jawabannya tidak … Meimei menyukai Max. Sedangkan, Max baru merasa nyaman bersama Meimei.
Namun, pria itu sangat yakin bahwa suatu hari nanti cinta akan tumbuh seiring waktu berjalan.
Meimei merasa sangat bahagia karena bisa di nikahi oleh Max. Siapa yang mampu menolak ketampanan seorang Maxim Alvarado.
Pria itu sangat pandai merangkai kata-kata rayuan. Sehingga, membuat hati Meimei kerap kali berbunga.
Para personil Bastard memang tak dapat di ragukan bila tentang rayu merayu. Sudah keahlian mereka membuat para wanita jatuh dalam pelukan mereka hanya dengan kata-kata.
"Aku sangat senang, akhirnya kamu mengikuti jejak kami, Max! Aku yakin … kamu akan sangat betah dengan pernikahanmu. Karena pernikahan tidak seburuk pikiran kita dulu!" ujar Diego tersenyum senang.
Pria tampan itu memeluk hangat sahabatnya itu.
"Aku harap juga begitu!" balas Max penuh harap.
"Nanti kamu akan tahu apa maksud dari suami takut istri, Max!" celetuk Alex pelan membuat Max menautkan alisnya sebelah.
"Emang apa maksudnya?" tanya Max berbisik pada Alex.
__ADS_1
"Aku pernah membuat istri ku marah dan akibatnya aku tidak mendapatkan jatah dua malam! Parah nya dia malah tidur hanya memakai pakaian dalam di samping ku! Kalian pasti paham betul apa yang aku rasakan saat itu. Kepala ku ingin pecah rasanya," bisik Alex seraya melirik Elliza yang sedang mengobrol dengan Juliet dan Meimei.
Sontak saja, Diego yang mendengar nya pun langsung membenarkan ucapan Alex.
"Ternyata kita pernah senasib, Lex!" ujar Diego menepuk pundak Alex.
Max yang mendengarnya pun menelan ludahnya kasar. Dia berjanji dalam hati untuk tak membuat Meimei marah.
Berbeda dengan Damian yang hanya diam saja sedari tadi, sehingga membuat para sahabatnya itu heran.
"Kenapa kau diam saja, Dami? Sudah seperti patung saja!" ceplos Alex bingung.
"Aku tidak tahu harus berbicara apa, karena aku tidak punya istri seperti kalian!" jawab Damian polos membuat ketiganya pun langsung tertawa pelan.
"Dami, kau harus segera menikah. Ingat umur mu akan terus maju! Keriput di mata mu akan semakin terlihat jelas!" ujar Alex serius.
"Kasihan anak mu nanti kalau sampai kamu terlambat menikah. Dia akan bingung memanggil mu kakek atau Daddy karena wajah mu yang sudah tua dan pinggang mu yang sudah bungkuk!" tambah Max membuat Alex dan Diego tertawa lepas.
Damian mengumpat kesal dalam hati. Pria tampan itu merutuki dirinya yang telah salah menghadiri pesta pernikahan Max.
Damian lupa bahwa sudah menjadi adat di setiap acara pesta pernikahan, yang jomblo pasti akan merasa di tindas dan di pojokan.
"Apa kalian tidak punya pembahasan lain sehingga sibuk mengurusi hidup ku yang sampai kapan melajang! Emang kalau aku belum nikah apa urusan kalian, huh? Kok kalian ngatur-ngatur kapan aku harus menikah?"
__ADS_1
Damian berkata kesal, raut wajah pria itu memerah menahan rasa kesal dan marah pada para sahabatnya itu.
"Wih … kenapa kamu sewot, Dami? Sudah seperti wanita PMS saja!" celetuk Alex dengan tampang tanpa dosa.
"Suttt … jangan mengejek Damian lagi! Kasihan dia, pasti tersinggung mendengar ucapan kita!" Max memelototi Alex seraya merangkul pundak Damian.
"Ck … dasar si Alex! Dia memang begitu, Dami. Jangan di masukkan ke dalam hati! Aku tahu pasti berat beban pikiran mu saat melihat kami semua telah menikah. Pasti akan kehilangan arah dan tujuan! Itulah sebabnya, aku sarankan kamu harus segera menikah!" ujar Diego membuat Damian memutar bola matanya kesal.
Ketiga sahabatnya itu benar-benar sangat kompak bila ingin meledeknya.
"Sepertinya di masa depan aku harus sering menutup telinga," gumam Damian pelan.
*
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1
Rekomendasi Author 🥰