
"Daddy."
Degg.
Seolah dunia berhenti berputar di sekitar Diego di kala panggilan indah itu keluar dari bibir mungil kedua anaknya.
Bola mata Diego berkaca-kaca, tubuhnya bergetar hebat, bukan karena ketakutan. Melainkan merasa amat bahagia karena mimpinya menjadi kenyataan.
"Daddy," gumam Diego pelan menunduk menatap Adam dan Abraham yang juga menatapnya.
Bola mata kedua bocah tampan itu berkaca-kaca saat menatap Diego.
Juliet yang mengerti pun langsung mengambil alih toples kue yang berada di tangan Diego.
"Kalian tadi memanggil Daddy! Benarkan? Daddy tidak salah dengar?" Diego berjongkok di hadapan kedua anaknya itu, mensejajarkan tingginya dengan Adam dan Abraham.
"Daddy!" panggil Adam dan Abraham pelan membuat mata Diego berkaca-kaca.
Pria tampan itu merasa sangat bahagia, anak-anaknya kini memanggil dirinya dengan panggilan Daddy.
"Panggil lagi, Boy! Panggil lagi, Jagoan!" Suara Diego berubah menjadi serak, pria tampan itu tak bisa menyembunyikan rasa haru nya.
"Daddy!"
Bruk.
Diego segera memeluk erat tubuh Adam dan Abraham. Pria tampan itu menangis bahagia, untuk pertama kalinya Diego menangis setelah dirinya beranjak dewasa.
Tidak sia-sia perjuangannya selama ini. Pada akhirnya Adam dan Abraham bersedia memanggilnya dengan sebutan Daddy.
"Terima kasih … terima kasih karena telah memanfaatkan Daddy! Daddy janji akan selalu menyayangi kalian, Daddy janji tidak akan berbuat salah lagi. Daddy sayang kalian … Daddy benar-benar sayang kalian!"
Diego menangis mencurahkan perasaan bahagianya.
__ADS_1
Juliet meneteskan air matanya melihat Diego yang menangis haru. Wanita cantik itu merasa bahagia karena kedua anaknya itu telah memaafkan Diego.
Juliet pun ikut berjongkok lalu ikut bergabung memeluk tiga pria yang amat dia cintai itu.
"I love you!" bisik Diego seraya memeluk erat Juliet, Adam dan Abraham.
Mereka berempat saling memberikan kehangatan dalam pelukan tersebut.
*
*
Seharian penuh Diego bermain bersama kedua anaknya itu. Suara gelak tawa mengisi rumah besar Diego. Saling bercanda satu sama lain.
Bermain mobil-mobilan, bahkan, petak umpet, serta banyak permainan lainnya yang mereka mainkan.
Sehingga, malam sudah sangat larut barulah mereka berhenti. Adam dan Abraham tidur memeluk erat tubuh Diego, membuat pria tampan itu bahagia.
"Daddy sangat menyayangi kalian!" Diego mengecup kening Adam dan Abraham lembut.
Perasaan hangat menjalar dalam lubuk hatinya.
"Aku harap hari ini menjadi awal kebahagiaan dalam hidup ku!" gumam Juliet menutup pintu kamar perlahan.
Diego terlelap menuju alam mimpi dengan tubuh yang di tindih oleh kedua putranya itu.
Untuk pertama kalinya baik Diego maupun Twins A tidur bersama. Momen bahagia itu tak akan pernah mereka lupakan.
Akan menjadi sejarah bagi mereka.
Juliet memilih tidur di kamarnya. Wanita cantik itu tak ingin mengganggu waktu antara ayah dan anak itu.
*
__ADS_1
*
*
Hari ini merupakan hari pernikahan Diego dan Juliet.
Pernikahan yang mereka gelar sangatlah mewah, awak media Diego undang guna memberitahukan pada seluruh dunia bahwa sekarang dia telah memiliki istri.
Istri yang kecantikan nya sangat sempurna seperti Juliet.
Diego mencium bibir Juliet lembut di depan para tamu undangan. Acara sakral itu berjalan sangat lancar.
Bahkan, tiga CEO Bastard lainnya juga hadir dan menikmati acara tersebut.
"Ah … hatiku hancur melihat angel ku menikah dengan iblis itu!" ujar Alex kesal.
"Apa kita juga akan menikah seperti Diego?" tanya Max pelan membuat Damian dan Alex tersentak.
Mereka langsung mengusap tengkuk mereka serempak.
"Bulu kuduk ku berdiri membayangkan aku menikah seperti Diego!" kata Max bergidik ngeri.
"Bahkan, aku bercita-cita melajang seumur hidup!" tambah Damian datar.
Bersambung.
Author lagi sakit … tapi, author usahakan nanti bakal up lagi.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir Juga ke novel temen author yang bagus🥰🥰❤️
__ADS_1