
Gleg.
Alex menelan ludahnya melihat penampilan yang amat menggoda iman di hadapannya sekarang.
Ah … Alex bisa gila, dada sintal, bokong besar, bila Alex tersenggol sedikit saja, dia bisa jatuh dalam pesona Elliza.
Gadis cantik itu berdiri tegak di hadapan Alex, kedua tangannya dia sembunyikan di belakang tubuhnya.
Elliza menggigit bibir bawahnya melihat Alex yang terdiam saja. Gadis cantik itu merasa sangat gugup karena di perhatikan intens oleh Alex.
Tes.
Cairan kental keluar dari hidung Alex membuat Elliza terbelalak.
Alex mimisan?
"Tuan, Anda mimisan!" Elliza menghampiri Alex, gadis cantik itu tanpa sadar menangkup pipi Alex.
Raut wajah Elliza terlihat sangat panik. Pria tampan itu hanya bisa mematung mendapatkan perlakuan manis dari Elliza.
"Tuan, apa Anda sakit? Haruskah saya panggil Dokter?" tanya Elliza panik mengambil tisu yang berada di meja nakas.
Mata Alex tak bisa beralih menatap dua bukit kenyal yang sekarang berada tepat di wajahnya.
Elliza mencondongkan tubuhnya ke depan seraya membersihkan darah yang keluar dari hidung Alex.
Mimpi apa aku semalam, kenapa bisa sampai dapat durian runtuh batin Alex bertanya-tanya.
"Aku tidak apa-apa!" Alex menahan tangan Elliza yang sedang membersihkan hidungnya.
Tatapan mereka berdua bertemu, seolah ada magnet antara keduanya.
"Tapi, Anda mimisan, Tuan!" ujar Elliza khawatir.
Siall, apa aku mimisan karena melihat tubuhnya yang hampir polos?
Batin Alex bertanya-tanya, pria tampan itu mengumpat kesal dalam hati. Dia tak menyangka akan mimisan di hadapan Elliza.
Padahal Elliza baru memakai bikini. Lalu apa kabar kalau Elliza sampai polos di hadapan Alex.
Apakah pria itu akan serangan jantung?
__ADS_1
Ah … rasanya Alex sangat malu membayangkan nya.
"Sekarang tugas mu adalah pijat tubuhku!" titah Alex datar membuat Elliza mengangguk patuh.
"Baik, Tuan! Kalau begitu saya pakai baju dulu!" ujar Elliza ingin beranjak menuju kamar mandi.
Akan tetapi, Alex lebih dulu menarik tangan Elliza sehingga membuat gadis itu jatuh ke pangkuan Alex.
"Tu-tuan," cicit Elliza pelan.
Gadis itu merasa gugup, Elliza juga merasa ada sesuatu yang keras menusuk bokongnya.
Gadis itu menggerakkan tubuhnya tak nyaman saat benda keras itu semakin menusuk di bawah sana.
Ah.
Elliza tersentak mendengar d*sahan keluar dari mulut Alex. Gadis itu menoleh ke arah Alex yang menatapnya dengan tatapan berbeda.
Wajah Alex terlihat memerah padam seperti orang yang sedang menahan sakit.
"Tuan, wajah Anda memerah! Anda benar-benar harus ke rumah sakit, Tuan! Tadi Anda mimisan dan sekarang wajah Anda merah!" Elliza merasa khawatir melihat keadaan Alex.
Bukannya menjawab Alex malah mendorong tubuh Elliza ke lantai membuat gadis cantik itu terkejut.
Gadis cantik itu menatap Alex dengan bola mata berkaca-kaca, dia tak menyangka Alex akan bersikap kasar secara tiba-tiba.
"Jangan cengeng! Aku tidak apa-apa! Sekarang cepat pijat aku. Tidak usah ganti pakaian mu karena aku lebih suka melihat penampilan mu yang sekarang!" tegas Alex datar.
Pria tampan itu segera membuka pakaiannya dan menyisakan celana pendek saja.
Elliza membuang wajahnya ke samping tak berani menatap tubuh kekar Alex. Sungguh, tubuh Alex sangat menggoda punggung kekar dan perut kotak-kotak.
Belum lagi wajah Alex yang sangat tampan membuat Elliza terpana.
"Kenapa kamu masih saja duduk di lantai, huh? Apa perlu aku membantu mu bangun?" sentak Alex dengan nada kesal.
Pria tampan itu merasa kesal karena Elliza terlihat sangat seksi saat duduk di lantai. Pria itu bahkan sempat berfantasi liar bersama dengan Elliza.
Akan tetapi, Alex tak bisa mewujudkan fantasi liar itu karena takut sang ayah akan menanyakan keberadaan Elliza.
Benar, Alex mempekerjakan Elliza di rumahnya juga sebagai bentuk balas jasa karena telah menolong ayahnya.
__ADS_1
Alasan lainnya karena ayah Alex juga menyukai Elliza yang cantik seperti Barbie hidup.
"Maaf, Tuan! Saya akan pijat Anda sekarang juga!"
Alex segera naik ke atas ranjang, pria tampan itu tidur dengan posisi tengkurap agar memudahkan Elliza memijatnya.
Gadis polos itu segera menuangkan minyak zaitun yang di ambil dari meja rias. Dengan telaten Elliza memijat punggung Alex.
Akan tetapi, saat tangan Elliza menyentuh punggung pria tampan itu. Ada gelenyar aneh yang menjalar dalam tubuh Alex.
Ah … Alex tak tahan, pria tampan itu harus segera mencari pelepasan.
Sudah dari tadi dia mencoba menahannya, akan tetapi, tangan lembut Elliza mampu membuat hasrat terpendam nya bangkit.
"Sudah cukup!" Alex bangkit duduk membuat Elliza merasa bingung.
"Tapi, ini belum lima menit saya pijat Anda, Tuan!" ujar Elliza heran.
"Anggap saja hutang pakaian dalam mu itu lunas semuanya! Sekarang tidurlah karena besok kau harus bekerja!" tegas Alex lalu beranjak pergi buru-buru keluar dari kamar Elliza.
Tak lupa pria tampan itu memakai pakaiannya kembali.
Gadis itu hanya bisa menatap punggung Alex yang menghilang di balik pintu dengan tatapan bingung.
"Tadi yang keras itu apa ya?" tanya Elliza pada dirinya sendiri ketika mengingat benda keras yang menusuk bokongnya.
*
*
*
Setelah keluar dari kamar Elliza, Alex segera menghubungi sekretaris nya.
"Jhon, bawa wanita bayaran untukku sekarang juga!" titah Alex tak sabar.
Bersambung.
Hehe … babang Alex baru lihat begituan udah tegang ya, Bun, 🤭
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏