Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Aku Juga Terluka!


__ADS_3

Juliet keluar dari kamarnya menghampiri dua anak kembarnya yang memasang senyum polos menatap dirinya.


Juliet segera mengusap puncak kepala Adam dan Abraham.


"Angel, usap juga kepalaku juga!"


"Iya, kepalaku juga, beauty!"


"Aku juga!"


Tita pria tampan itu menekuk kaki mereka di lantai lalu menatap Juliet dengan tatapan berbinar bahagia.


Rasanya Juliet ingin tertawa melihat tiga pria dewasa yang memiliki sifat kekanak-kanakan seperti Max, Alex dan Damian.


"Baiklah." 


Baru saja Juliet ingin mengusap kepala ketiga pria tampan itu. Diego lebih dulu keluar dari kamar lalu mendorong kepala tiga sahabatnya itu dengan kaki kanannya.


"Nah, rasakan ini!" ujar Diego tertawa lepas membuat Max, Alex dan Damian yang tadinya memejamkan mata mereka langsung terbelalak.


"Diego sialan!" teriak mereka bangkit berdiri ingin menghajar Diego.


Akan tetapi, Diego langsung berdecak pinggang menatap nyalang ketiga sahabatnya itu membuat mereka bertiga menciut.


Karena di antara mereka Diego paling kuat dan paling hebat berkelahi.


"Ck, untung otot mu lebih besar dari kami. Kalau tidak sudah ku jadikan sotong goreng kau!" sungut Alex mencebikkan bibirnya.


"Mommy, ayo bermain! Kita berenang … Adam dan Abraham ingin berenang!" ajak Adam semangat menarik-narik tangan Juliet.


"Kalian ingin berenang? Ayo biar uncle ajarkan, uncle ini mantan atlet renang waktu muda dulu!" ujar Alex tersenyum lebar membuat Adam dan Abraham menatap nya dengan tatapan berbinar bahagia.

__ADS_1


"Benarkah! Ayo uncle … ajarkan kami berenang! Dari dulu kami ingin berenang, tapi, kami tidak bisa pergi ke kolam karena harus bayar dulu. Kami tidak punya uang lebih untuk bermain ke sana!" celetuk Adam dengan senyuman polos di wajahnya.


Deggg.


Wajah Diego berubah sendu mendengar ucapan polos anaknya itu. Hatinya seperti di tusuk ribuan jarum, berapa kekurangannya Juliet dan kedua anaknya hidup selama ini.


Sedangkan, Max, Alex dan Damian pun merasa iba pada kedua ponakan mereka itu. 


Jujur saja saat ini mereka ingin sekali melayangkan Bogeman mentah ke wajah Diego, karena ulah sahabatnya itu dua bocah kecil tak berdosa ini menanggung beban hidup yang berat.


Belum lagi beban yang di pikul oleh Juliet. 


"Kalau begitu, ayo uncle ajarkan kalian berenang sekarang!" ajak Alex menggendong tubuh Adam.


"Uncle juga akan ikut berenang bersama kalian! Kalau kalian ingin berenang di kolam besar, tenang saja … nanti uncle akan belikan untuk kalian!" Max ikut menggendong Abraham lalu berlari layaknya superHero.


Adam dan Abraham tertawa lepas di perlakukan istimewa oleh Max dan Alex.


"Lihatlah karena keegoisan mu, dua anak kecil tanpa dosa itu harus menanggung beban yang orang dewasa saja belum tentu sanggup merasakannya!" Damian menyindir Diego dengan kata-kata pedasnya.


Perkataan Damian sangat menohok hati Diego. Pria tampan itu merasa di tampar oleh setiap kata-kata Damian.


"Ingat, hangat sampai kau mengulangi kesalahan yang sama! Jika sampai terulang lagi. Siap-siap kau jadi gelandangan, karena uncle David sudah lebih dulu mengingatkan mu akan hal itu."


"Dan kalau sampai kau jadi gelandangan karena menyakiti Juliet dan dua anakmu itu. Jangan pernah berharap sedikitpun pada kami bertiga. Karena kami tidak akan mau membantumu!"


Setelah mengatakan hal tersebut Damian pergi meninggalkan Diego yang membeku.


Pria tampan itu menghela nafas berat, dia tak tahu lagi harus berbuat seperti apa. 


Hati Adam dan Abraham sangat keras dan tertutup untuknya. Bahkan, kedua anaknya itu lebih mudah akrab dengan ketiga sahabatnya yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Aku juga sedang berusaha memperbaiki semuanya! Kenapa semua orang menekan ku terlalu dalam? Seolah-olah mereka tidak melakukan kesalahan! Aku sadar kalau aku salah dan aku sedang berusaha memperbaikinya!"


"Tapi, bagaimana caranya? Sedangkan dukungan saja aku tidak punya. Daddy dan mommy ikut menyalahkan ku, semua menyalahkan ku! Lalu siapa yang mendukung ku. Aku juga tidak mau berada di posisi ini," gumam Diego mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


Pria tampan itu memejamkan matanya perlahan, hatinya terasa sesak. Semua orang menekan dirinya, semua orang memojokkannya.


Tanpa mereka sadari, Diego juga terluka.


Diego yang paling terluka alam hal ini. Itu semua karena rasa bersalah yang terus menghantuinya.


Diego menghembuskan nafasnya perlahan. Pria tampan itu kembali menyeret kakinya menuju kolam renang di halaman belakang.


Saat tiba di sana, mata Diego terbelalak melihat Juliet yang ikutan berenang dengan pakaian yang terbuka.


Apalagi terlihat Damian yang mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam air agar bisa bersentuhan dengan Juliet.


"Dasar, Bastard sialan!" Diego langsung membuka kaos nya asal lalu ikut nyemplung ke dalam kolam.


*


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Mau lagi?? Ayo komentar nya jangan pelit 🥰🌹


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2