
Alex terpaksa mengangkat ponselnya terlebih dahulu membuat Elliza merona. Gadis cantik itu menyentuh bibir nya yang basah terkena liur Alex.
"Halo!" Alex berkata dingin seraya mengeratkan pelukannya.
Pria tampan itu menarik kepala Elliza membawa gadis cantik itu bersandar di dada bidangnya.
Mau tak mau Elliza menuruti keinginan Alex. Gadis cantik itu bersandar di dada bidang Alex, tangan kanannya melingkar di pinggang Alex.
Sedangkan, tangan kirinya ia letakkan di pundak kanan Alex.
"Halo my friend, my Bastard! How are you, beibeh!" teriak Max di seberang sana melalui telepon.
Terdengar suara musik keras di telinga Alex membuat pria tampan itu langsung menebak sahabatnya itu sedang berada di diskotik.
"Maaf, sepertinya Anda salah sambung!" Alex ingin mematikan ponselnya, namun, suara Damian lebih dulu menyela.
"Kau harus datang ke rumah Diego malam besok!" ujar Damian seraya merebut ponsel Max.
"Untuk apa aku ke sana?"
"Malam besok Diego mengadakan pesta ulang tahun Abraham dan Adam. Kita harus datang karena dua bocah itu yang mengundang kita langsung!"
"Apa Angel juga ada di sana?" tanya Alex semangat.
Pria tampan itu menanyakan keberadaan Juliet istri Diego membuat Damian dan Max yang berada di seberang sana berdecih.
"Tentu saja Juliet berada di sana bodoh. Dia kan ibu mereka! Kau ini makin lama makin bodoh. Makanya bodoh jangan di pelajaran!" ujar Damian kesal membuat Alex memutar bola matanya malas.
__ADS_1
Pria tampan itu langsung mematikan ponselnya. Setelah itu Alex melempar ponselnya ke sofa yang berada tak jauh dari tempat mereka.
Alex kemudian menatap ke arah Elliza. Ternyata gadis cantik itu sudah tertidur dalam pelukan Alex.
Saja saja Elliza tertidur karena arah jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Alex terus memandangi wajah cantik Elliza. Ternyata gadis itu terlihat sangat manis bila terlelap.
Tanpa sadar, pria tampan itu menarik sudut bibirnya ketika melihat bibir Elliza yang terbuka saat tertidur.
Persis seperti anak kecil saja pikir Alex.
Pria tampan itu melihat ke arah paha Elliza yang terlihat mulus. Tangannya tergerak untuk membelai paha mulus tersebut.
Perlahan tangan Alex membelai sesuatu yang lain. Pria tampan itu memberanikan dirinya dengan menyentuh aset paling berharga milik Elliza.
"Kamu harus jadi kelinci kecil yang patuh padaku, Elliz!" Alex menyesap lembut bibir gadis cantik itu sesaat.
Setelahnya Alex mengangkat tubuh Elliza membawa gadis cantik itu menuju kamar pribadinya yang berada di dalam ruang kerja.
Alex meletakkan tubuh Elliza dengan lembut di atas ranjang.
"Cantik," gumam Alex seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Elliza.
Alex memandangi wajah Elliza beberapa saat. Entah apa yang pria tampan itu pikiran?
Tidak ada yang bisa menebak isi pikiran Alex karena pria tampan itu sangat pandai berbicara dan mengendalikan keadaan.
__ADS_1
Buktinya, Elliza yang seharusnya marah tadi pagi berubah menjadi merasa bersalah.
Alex sangat pandai membalikkan keadaan. Pria tampan itu bisa menjadi korban dalam hal apa pun , meski faktanya dia adalah pelaku utama.
Alex membuka kaos nya menyisakan celana pendek yang melekat di pinggang nya.
Pria tampan itu segera naik ke atas ranjang lalu ikut terlelap seraya memeluk erat tubuh Elliza.
Pada malam itu kedua insan tersebut tertidur di bawah atas yang sama. Satu ranjang dan satu selimut.
*
*
*
Wkwkwkwk … kira-kira gimana kalau Elliza bertemu dengan CEO Bastard lainnya ya?🤭🤭
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir juga ke karya temen author yang gak kalah bagusnya.
__ADS_1