
Matahari terbit dari ufuk timur, cahaya keemasan nya masuk ke dalam celah-celah jendela kamar membuat tidur seorang wanita cantik terusik.
Wanita itu membuka matanya perlahan, nyawanya belum terkumpul. Dirinya belum sadar sepenuhnya, wanita itu merapatkan tubuhnya mencari kehangatan pada pelukan seorang pria di sampingnya.
Rasanya hangat dan nyaman, terlebih aroma maskulin tubuh pria itu sangatlah harum dan menenangkan.
Ah.
Wanita itu membuka matanya lebar di kala sesuatu menggelitik di bawah sana memaksa kesadaran wanita itu terkumpul sempurna.
"Morning, My Sissy!" Damian tersenyum simpul menyapa wanita itu dengan suara serak basah khas bangun tidur.
Seksi … satu kata itulah yang menggambarkan Damian saat ini.
"Apa yang kamu lakukan?" Wanita itu ingin menendang Damian, namun pria itu lebih dulu mengelak lalu menindih tubuh mungil Sissy.
Dia membawa kedua tangan Sissy ke atas kepala wanita itu lalu mencekal nya dengan erat agar wanita itu tak memberontak.
"Apa yang aku lakukan? Tentu saja menyapa calon istriku," jawab Damian menyeringai seraya menghirup aroma rambut dan ceruk leher Sissy.
"Siapa yang calon istrimu? Aku bukan calon istrimu lagi Bastard, semenjak kamu melecehkan ku dengan kata-kata mu itu sejak itulah rasa kagum ku pada mu memudar. Saat itu juga aku merasa jijik bila menjadi istrimu!"
Sissy berkata dengan nada sarkas menatap nyalang Damian dengan tatapan tajamnya. Namun, tatapan itu tak membuat Damian gentar.
__ADS_1
Saat ini Sissy lebih mirip seperti seekor kucing yang marah karena majikannya tak memberi ikan.
Oh tidak … Sissy terlalu menggemaskan untuk seukuran wanita yang sudah dewasa.
"Oh ya ampun … sudah ku duga kamu pasti kagum padaku! Oh ayolah, My Sissy … secepat itukah rasa kagum mu sirna?"
Damian menatap Sissy dengan sorot mata ingin menelanjangi nya. Senyuman nakal terpasang di wajah tampan pria itu dan sialnya itu terlihat seksi di mata Sissy.
Tunggu-tunggu sebentar … menelanjangi nya.
Mata Sissy terbelalak ketika menyadari keadaan tubuhnya saat ini yang terasa tak memakai sehelai benang pun. Bahkan, sentuhan kulitnya dengan kulit Damian terasa sangat jelas.
Sehingga, menimbulkan sensasi aneh pada tubuhnya. Ada getaran lain yang tiba-tiba saja menggetarkan hati dan jiwanya.
Pria tampan itu menyeringai senang, dia sangat puas melihat raut wajah ketakutan Sissy. Dia akan membuat wanita itu menyesali perbuatannya yang mengakibatkan harta Karun nya mati suri.
"Karena aku ingin melihat bagaimana bentuk di balik kain yang menutupi tubuh mungil mu ini! Apalagi dada mu yang hanya sebiji jeruk nipis, bahkan, ujungnya saja belum tumbuh dengan sempurna!"
"Tapi, Kamu tidak usah khawatir, My Sissy! Karena setelah kita menikah nanti aku akan memberikan mu pijatan plus-plus agar dada mu ini semakin besar!"
Damian dengan santai nya menoel dada Sissy membuat wanita itu memelototi nya.
Mata Sissy seakan ingin keluar dari tempatnya. Dia tak habis pikir bagaimana bisa dia bertemu dengan pria mesyum seperti Damian.
__ADS_1
Bodohnya dia sempat terkagum-kagum akan ketampanan dan pesona Damian.
"Jangan menyentuh dada ku seperti itu, Bastard! Kamu kira dada ku ini sabun colek, huh?"
Sissy menatap tajam Damian berusaha merobohkan kesombongan dan keangkuhan Damian.
Berharap pria itu gentar dengan keberanian nya itu.
Damian terbahak-bahak mendengar ucapan Sissy. Pria itu merasa sangat bahagia karena bisa menggoda Sissy.
"Lalu apa hemm? Kamu pilih sabun colek atau es krim, My Sissy?" Damian berbisik pelan dengan nada sensual tepat di telinga wanita mungil itu.
*
*
*
Dasar Damian gilaa … main telanjangin anak gadis orang🌚🌚🌚🔪🔪🔪🏃🏃🏃
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️