
Elliza membersihkan area nya dengan tisu. Gadis cantik itu merasa risih karena area nya basah. Itulah sebabnya Elliza meminta izin ke toilet.
Gadis cantik itu sedang mencuci tangan nya. Tiba-tiba Alex masuk ke dalam kamar mandi membuat Elliza terkejut.
"Tuan," ujar Elliza terkejut sekaligus bingung.
"Hemm." Alex tersenyum manis berjalan mendekati Elliza membuat gadis cantik itu menundukkan wajahnya karena jarak Alex sudah sangat dekat dengannya.
Alex mengangkat tubuh ramping Elliza lalu mendudukkan bokong Elliza ke atas wastafel. Pria tampan itu merapatkan tubuhnya di antara kedua paha Elliza.
"Kenapa tuan ke sini?" tanya Elliza gugup karena Alex membelai pipinya.
"Karena aku ingin berdua denganmu!" balas Alex seraya membelai tulang selangka Elliza membuat gadis cantik itu merasa geli.
"Tuan, jangan! Saya geli!" Elliza berusaha mendorong pelan tubuh Alex. Namun, pria tampan itu malah mendekap pinggang Elliza merapatkan tubuh mereka, hingga tak tersisa jarak.
"Bagaimana rasanya hemm?" tanya Alex tanpa memperdulikan ucapan Elliza.
Pria tampan itu malah asik membelai wajah dan leher Elliza menciptakan sensasi aneh dalam dirinya.
"Rasa apa, Tuan?" tanya Elliza heran membuat Alex berdecak kesal dalam hati.
Pria tampan itu kesal karena melihat Elliza yang polos dan lambat loading.
"Yang ini!" Alex menyentuh area bawah membuat Elliza tersentak kaget.
Elliza berusaha mendorong tubuh Alex. Namun, pria itu tak berniat menjauhi Elliza.
__ADS_1
"Tuan … ini salah," ujar Elliza pelan menatap Alex dengan tatapan sendu nya.
Alex menautkan alisnya menatap lekat wajah cantik Elliza.
"Apanya yang salah? Dan kenapa salah?" tanya Alex tak mengerti membuat Elliza menghela nafas pelan.
"Kata mendiang mama saya dulu di kampung, hanya suami saya kelak yang bebas menyentuh saya! Tapi, tuan bukan suami saya makanya ini salah!" jelas Elliza membuat Alex menyeringai kecil.
Betapa kolotnya pemikiran ibu Elliza. Dia tak menyangka masih ada orang-orang yang berpikiran seperti ibu Elliza.
Anak gadis perawan sangat jarang di temukan di negara mereka. Bisa di katakan populasinya hanya beberapa persen.
Itu semua karena zaman telah berkembang dan budaya yang berbeda.
"Benar apa yang mama mu katakan! Tapi, peraturan itu hanya berlaku di kampung atau desa! Di kota tidak ada yang seperti itu! Bukankah lebih nikmat bersenang-senang tanpa adanya status suami atau istri?"
Terlihat gadis cantik itu terdiam beberapa saat berusaha mencerna semua perkataan Alex.
Benarkah dirinya kolot? Karena dulu bibi dan paman nya juga berkata seperti itu. Mereka menyuruh Elliza menjual mahkota nya agar bisa memiliki banyak uang.
Apalagi para pria hidung belang dan para pejabat akan rela membayar mahal untuk gadis yang masih perawan.
Wajah Elliza berubah murung, gadis cantik itu teringat akan malam di mana dirinya hampir di nodai oleh pria hidung belang.
"Lalu maksud, Tuan. Saya harus menjual mahkota saya untuk Anda atau pria kaya lainnya? Seperti yang bibi dan paman saya katakan?"
"Kata mereka lebih baik saya menjual mahkota saya karena akan laku mahal! Benarkah seperti itu?" tanya Elliza dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.
__ADS_1
Gadis itu menatap wajah tampan Alex dengan bola mata yang berkaca-kaca membuat Alex terhenyak.
Pria tampan itu tadinya berniat ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Namun, hasrat yang tadinya membara hilang begitu saja ketika menatap dalam bola mata Elliza.
"Elliz."
"Tuan, ingin membelinya?" tanya Elliza dengan suara yang bergetar membuat hati Alex gelisah.
Pria tampan itu segera menarik Elliza membawa gadis cantik itu ke dalam pelukannya.
"Jangan sedih atau menangis! Mata ku sakit melihatnya!" bisik Alex membuat Elliza menangis dalam pelukannya.
Brakk.
"Apa yang kau lakukan, Bastard?"
*
*
*
Wkwkwkwk … kira-kira kenapa ya?🤣😂..
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰