Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Skin to Skin


__ADS_3

Jam di dinding terus berdetak, tak terasa telah menunjukkan pukul dua malam. Suasana berubah menjadi sunyi menandakan tak ada lagi penghuni rumah yang beraktivitas.


Bahkan, badai salju melanda kota tempat Alex berada.


Terlihat seorang pria tampan membuka pintu kamar seseorang dengan hati-hati.


"Aman." Alex melihat Elliza yang terlelap di atas tempat tidur.


Pria tampan itu mengayunkan langkahnya mendekati tempat tidur Elliza. Seperti malam sebelumnya Alex ingin membius Elliza karena ingin mencicipi tubuh gadis cantik itu.


"Kau benar-benar membuat ku gila," gumam Alex seraya duduk di dekat Elliza.


Pria tampan itu menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Elliza agar memudahkan Alex membekap hidung Elliza dengan sapu tangan yang sudah di beri bius.


Degg.


Alex terkejut melihat pipi Elliza lebam, bahkan masih tersisa bekas darah di sudut bibir Elliza.


"Kenapa bisa dia terluka? Siapa yang melakukan ini padanya? Kenapa aku tidak tahu?"


Alex bertanya-tanya dalam hati tentang keadaan Elliza. Pria tampan itu merasa heran, bagaimana bisa Elliza terluka saat bekerja di rumahnya.


Alex mengurungkan niatnya untuk membius Elliza. Pria tampan itu beranjak mencari kotak obat yang terletak di laci meja rias.


Alex mengobati luka Elliza dengan hati-hati. Pria tampan itu mengoleskan salep pada pipi Elliza yang lebam.


"Hiks." Elliza menangis dalam tidurnya, gadis itu meneteskan air mata membuat Alex tanpa sadar menghapus air mata Elliza.


"Kenapa dia menangis? Apa aku terlalu kasar saat mengobati luka nya?" gumam Alex heran.


Pria itu berpikir Elliza menangis karena dirinya yang tak bisa lembut dalam mengobati Elliza.

__ADS_1


"Mama … hiks … papa … Elliza ikut!" Gadis itu kian terisak dalam tidurnya membuat Alex khawatir.


Pria tampan itu meletakkan punggung tangannya di kening Elliza. Alex terbelalak saat memeriksa suhu tubuh Elliza yang sangat dingin seperti es balok.


"Dia kedinginan!" Alex panik, pria tampan itu segera menghubungi pamannya.


Berkali-kali Alex menghubungi nya barulah sang paman mengangkat teleponnya.


"Halo paman! Tolong paman ke rumah ku! Ada orang sakit di sini!"


"Tidak bisa, Al karena ada badai salju!"


"Lalu bagaimana ini paman? Apa yang harus aku lakukan?"


"Siapa yang sakit?"


"Pelayan ku."


"Tubuhnya menggigil kedinginan, Paman!"


"Ya sudah jangan panik. Lakukanlah skin to skin untuk menghangatkan tubuhnya! Itu adalah pertolongan pertama untuk orang yang kedinginan!"


"Tapi … "


"Sudah, jangan banyak protes! Kamu pasti juga suka, 'kan? Paman mau tidur dulu!"


Tut tut tut.


Alex mengumpat kesal karena pamannya itu tak bisa datang memeriksa Elliza.


Alex menatap Elliza yang menggigil kedinginan di atas ranjang pun merasa iba.

__ADS_1


"Ingat ya … aku terpaksa melakukan ini," gumam Alex pada dirinya sendiri.


Pria tampan itu segera menanggalkan pakaiannya, hingga polos. Setelah itu Alex menanggalkan pakaian Elliza.


Gleg.


Alex mengumpat kesal dalam hati ketika melihat santapan lezat yang kenyal itu. Terlebih lagi warnanya yang pink penuh menggoda.


"Niat hati ingin bersenang-senang, tapi, malah bernasib apes!" Pria tampan itu segera naik ke atas ranjang.


Alex mendekap erat tubuh Elliza membawa gadis itu dalam pelukannya. Dia memberikan kehangatan untuk Elliza melalui pelukan hangatnya.


"Hiks." Perlahan suara tangis Elliza menghilang, gadis cantik itu mengeratkan pelukannya membuat Alex mengerang kesal.


Nafas pria itu naik turun di kala kulitnya bersentuhan dengan kulitnya. Aroma vanila menusuk penciuman Alex membuat gairah pria tampan itu membara.


"Tahan, Lex … tahan … tahan … dia sedang sakit!" ujar Alex pelan berusaha menahan gairah nya yang tiba-tiba hadir.


*


*


*


Kasihan bang Alex ya, Bun🤭🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2