
Alex tersenyum sombong menatap rendah wajah para sahabatnya. Seolah ingin mengatakan bahwa dirinya adalah pria paling hebat karena bisa menggaet daun muda.
Pria tampan itu merangkul pinggang Elliza agar tubuh gadis cantik itu merapat ke tubuhnya.
"Uncle … " Adam dan Abraham tersenyum senang ketika melihat Alex datang. Kedua bocah itu segera berlari memeluk erat kaki jenjang pria tampan itu.
Alex melepaskan rangkulannya pada Elliza. Dia menekuk lutut kanannya mensejajarkan tingginya dengan tinggi kedua keponakan nya itu.
Namun, pria tampan itu tak sadar bahwa melepaskan rangkulannya pada Elliza bukanlah sesuatu yang bagus, karena dua singa jantan jomblo itu sedari tadi sudah mengintai Elliza.
Siapa lagi kalau bukan Max dan Damian. Bahkan, Diego sempat terkesima. Namun, dia sadar di kala Juliet yang berada dalam pelukannya berusaha melepaskan pelukan tersebut.
Alhasil Diego berusaha meminta maaf karena telah membuat Juliet cemburu. Akan tetapi, istrinya yang sedang hamil itu hanya diam saja tanpa merespon sepatah kata pun.
"Uncle ke mana aja? Kenapa datangnya terlambat?" tanya Adam kesal membuat Alex cengengesan.
Tak mungkin Alex menjawab dirinya terlambat karena harus memangkas rambutnya ala Park Seo Joon karena itu akan melukai harga dirinya.
"Uncle ada urusan mendadak tadi! Makanya telat datang!" elak Alex menggendong kedua bocah laki-laki itu.
Namun …
Tiba-tiba saja Alex mengeraskan rahangnya ketika melihat tangan Elliza sudah berada dalam genggaman tangan Max.
Max dan Damian yang melihat Alex sedang berbicara dengan Adam dan Abraham pun langsung mengambil kesempatan untuk menggoda Elliza.
"Hai, Bulan! Kamu sangat cantik malam ini!" Max menyapa Elliza dengan senyuman menggoda terpasang di wajah tampannya.
Pria itu segera menarik tangan kanan Elliza lalu mencium punggung tangan gadis cantik itu.
Elliza yang di panggil Bulan pun merasa bingung. Gadis cantik itu menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang di panggil bulan oleh Max.
"Kamu cari apa, Bulan?" tanya Max lembut dengan tangan yang masih menggenggam tangan Elliza.
"Bulan! Saya!" Elliza menunjuk dirinya sendiri membuat Max mengangguk kepalanya cepat.
__ADS_1
"Benar! Kamu, Bulan."
"Tapi, nama saya Elliza bukan Bulan!"
"Oh benarkah? Aku kira nama kamu Bulan karena saat aku memandang wajah cantik mu itu sama seperti aku memandang bulan! Teduh dan enak di pandang! Menyejukkan ke dalam jiwa!" ujar Max romantis membuat pipi Elliza merona.
Sumpah demi apa pun, jantung Elliza hampir copot rasanya ketika mendengar rayuan maut Max.
Siapa sih wanita yang tidak meleleh dan tersipu bila yang merayunya adalah pria setampan Max!
Sudah tampang, rapi, kaya dan romantis. Jangankan anak gadis, janda pun bakalan klepek-klepek.
Huh.
Hah.
Huh.
Hah.
Niat hati datang ke pesta ingin pamer daun muda berubah menjadi darah tinggi karena daun muda nya di makan kambing bandot tua.
"Uncle sesak nafas?" tanya Adam khawatir membuat Alex menggelengkan kepalanya.
Bukan lagi sesak nafas tapi sesak ginjal karena melihat daun muda nya malu-malu kucing di depan dua bandot tua itu.
"Tuan, bisa saja!" Elliza menutup mulutnya anggun membuat Damian langsung menepis tangan Max dan menggeser posisi sahabat nya itu.
"Hai, Mentari! Lama tidak jumpa!" Damian tersenyum kecil seraya mengerlingkan matanya membuat hidung Elliza memerah.
Bukan hanya pipinya yang memerah, namun, hampir seluruh wajahnya memerah.
"Nama saya Elliza bukan Mentari, Tuan!" ujar Elliza lembut dengan nada sopan dan wajah yang malu-malu kucing.
Ah … Damian dan Max geregetan, dua pria itu ingin sekali menculik Elliza lalu membawanya ke hotel dan membuat Elliza merengek manja berteriak memanggil nama mereka.
__ADS_1
Ah … ah … faster, Damian!
Yes, Max … like that … ah …!
Fantasi liar mereka hadir begitu saja di kepala. Itu semua terjadi karena keseringan menghitung seberapa besar ukuran bokong dan dada wanita bayaran mereka.
"Ah … aku salah! Aku kira nama kamu Mentari, karena ketika melihat kamu mata ku silau, seolah ada cahaya yang menghalangi ku menatap wajah cantik mu!" rayu Damian membuat Elliza ingin terbang ke atas awan rasanya.
Namun, gadis itu terkejut di kala Damian tiba-tiba memundurkan langkahnya.
"Ada apa?" tanya Elliza ingin mendekati Damian.
"Stop."
"Kenapa?"
"Jangan mendekat!"
"Kenapa?"
"Karena cantik mu kelewatan!" ujar Damian membuat Elliza ingin pingsan rasanya.
Stop … Alex tak sanggup lagi!
*
*
*
Wkwkwkwk … kasihan babang Alex ya, Bun🤣🤣🤣
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏