Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Calon Istri Alex


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan, Bastard?" teriak Max dengan raut wajah memerah menahan amarah.


Damian yang berdiri di samping Max pun langsung mendekati Elliza dan Alex lalu mengambil alih Elliza ke dalam pelukannya.


Max dan Damian yang penasaran mengapa Alex tak kunjung kembali pun ikut mencari keberadaan pria tampan itu.


Sehingga, mereka sampai di depan pintu kamar mandi khusus tamu pun merasa bingung. Mereka mendengar suara Isak tangis seseorang membuat mereka menebak bahwa pemilik suara itu adalah Elliza.


Damian dan Max mengira Alex telah melakukan hal yang tidak-tidak pada Elliza.


Alex terkejut melihat kedatangan sahabatnya itu. Terlihat Maz yang sudah menggulung lengan kemeja nya bersiap-siap ingin menerjang Alex.


Cih … mau jadi pahlawan kesiangan rupanya mereka pikir Alex.


"Sudah Elliza … sudah! Jangan menangis lagi karena ada kami di sini sayang akan melindungi kamu!" Damian mengeratkan pelukannya membuat Elliza yang tadinya menangis langsung terdiam.


Gadis cantik itu merasa bingung sekaligus heran dengan suasana tegang di sekitarnya ini.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya Alex datar membuat Max langsung berdecak pinggang.


"Kau yang sedang apa di sini, Bastard?" tanya Max balik membuat Alex menautkan alisnya.


"Dasar maling!" ujar Alex membuat Max merasa bingung.


"Maling! Di mana maling?" Max celingukan mencari maling membuat Alex memutar bola matanya jengah.


"Kau yang maling, Max! Kau meneriaki ku Bastard sedangkan kau sendiri juga sama-sama Bastard! Ck … maling kok teriak maling!" sindir Alex membuat Max berdehem pelan.


Pria tampan itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


"Lalu kenapa Elliza menangis, huh? Kalau bukan karena kamu macam-macam pada nya!" tuduh Damian seraya mengelus punggung Elliza.


Pria itu juga mengambil kesempatan dalam kesempitan membuat Alex merasa kesal.


Bagaimana bisa dia memiliki dua sahabat aneh yang memiliki hobi mencuri pacar teman nya sendiri.


Ya, Alex sudah menganggap Elliza miliknya yang berarti Elliza adalah pacarnya. Pria tampan itu tak sanggup bila melihat Elliza di dekati oleh pria lain.


"Aku hanya satu macam! Bukan banyak macam-macam! Dan kau Damian, jangan coba-coba memeluk calon istriku!" sentak Alex menarik Elliza membawa gadis cantik itu ke dalam pelukannya.


Degg.


Max dan Damian terkejut mendengar ucapan Alex. Mereka tak menyangka Alex akan mengucapkan kata-kata yang tak lazim itu.


Ya … bagi mereka kata calon istri itu tak lazim karena perilaku mereka yang tak pernah bisa bertahan dengan satu wanita.


Begitu juga dengan Elliza yang mendengarnya pun terkejut. Gadis cantik itu tak menyangka Alex akan berkata seperti itu.


"Apa katamu tadi, Lex? Ulangi sekali lagi! Aku ingin mendengarnya!" pinta Max tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya tadi.


"Elliza adalah calon istriku! Jadi, aku tegaskan pada kalian jangan sampai ada di antara kalian yang berani menggoda apalagi menyentuh nya! Kalau tidak … siap-siap masa depan kalian aku potong-potong jadi 12!" tegas Alex sekali lagi membuat Max dan Damian saling pandang.


"Dam, tolong tampar pipi ku! Aku rasa ini mimpi!" pinta Max membuat Damian langsung menampar wajah tampan Max membuat pria itu terhuyung ke belakang.


Plak.


"Haduh … sakit! Ini nyata, Dam. Ini bukan mimpi! Alex sudah insaf!" pekik Max yang meringis kesakitan seraya mengelus pipinya.


"Ya, benar! Ini bukan mimpi. Melainkan tanda-tanda dunia akan berakhir!" balas Damian merinding membayangkan perubahan Alex.

__ADS_1


Elliza mendongak bertepatan dengan Alex yang menunduk menatap wajah cantik nya. Tatapan keduanya bertemu membuat Alex tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyesap bibir ranum Elliza.


Cup.


Alex mencium lembut bibir manis Elliza di hadapan Max dan Damian membuat kedua pria tampan itu berdecak kesal.


Alex dan Elliza tak memperdulikan kedua orang itu karena mereka meluapkan segala perasaan melalui ciuman manis tersebut.


Benar kata orang apabila ada sepasang kekasih yang sedang bermesraan, mereka terkadang lupa bahwa ada orang lain di sekitar mereka.


Karena mereka menganggap dunia milik mereka berdua dan yang lainnya ngontrak.


"Hey berhenti! Jangan menyiksa kami yang kesepian ini!" teriak Damian kesal.


"Ah tidak … mata suci ku ternoda!" teriak Max dramatis membuat Alex dan Elliza tersadar dan segera melepaskan ciuman tersebut.


*


*


*


Hahaha … kira-kira babang Alex benar-benar seriu g gak ya, Bun🤭🤭??


Ayo komentar yang banyak biar author semangat up lagi. Kirim juga kopinya biar author kagak ngantuk 🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰


__ADS_2