Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Bisa Pakai Sabun, 'kan?


__ADS_3

Diego memejamkan matanya lalu menahan tengkuk Juliet guna memperdalam ciuman tersebut.


Suara kecapan lidah terdengar dalam kamar yang sepi itu. Diego merebahkan tubuh Juliet di atas sofa, lalu menindih tubuh molek Juliet.


Juliet membelai rambut Diego membuat pria tampan itu semakin bersemangat dalam ciuman panas itu.


Juliet membusungkan dadanya di kala ciuman Diego turun ke leher jenjangnya. Suara lenguhan yang tertahan dari bibir Juliet membuat Diego lupa diri.


Tangan Diego tak dapat lagi terkontrol, pria tampan itu segera mencari aset pribadi Juliet.


"Diego," lirih Juliet menggigit bibir bawahnya.


"Juliet." Diego meletakkan wajahnya tepat pada belahan dua bongkahan kenyal milik Juliet. Pria tampan itu menghirup aroma tubuh Juliet dalam-dalam.


Sejenak hanya suara deru nafas keduanya yang terdengar tak beraturan karena hasrat mereka begitu dominan dalam tubuh.


Diego segera bangkit dari tubuh Juliet lalu membenahi pakaian Juliet.


"Maaf," ujar Diego pelan membuat Juliet menautkan alisnya sebelah.


"Untuk?"


"Karena aku hampir kelepasan dan mengingkari janji ku padamu!" jelas Diego menghela nafas berat.


Setelah berkata seperti itu, Diego bangkit berdiri ingin bersolo karir di dalam kamar mandi.


Pusaka nya sudah bangun dan minta di puaskan, kepala Diego bahkan berdenyut nyeri. Bagi, seorang pria apabila hasrat sudah di ubun-ubun dan tidak tersalurkan dengan cepat.


Maka, kepala mereka akan terasa sakit dan emosi mereka juga bisa meledak-ledak seketika.


"Mau ke mana?" tanya Juliet mencekal tangan Diego.


"Melepaskan sesuatu yang harus aku lepaskan!" balas Diego menunjuk ke arah pusaka nya yang menegang di balik celana dengan dagunya.


Gleg.

__ADS_1


Juliet menelan ludahnya kasar, wanita itu bergidik ngeri melihatnya.


Akan tetapi, Juliet tahu betul apa yang Diego rasakan sekarang.


"Apa sakit?" tanya Juliet pelan menatap Diego dengan bola mata yang berkedip-kedip polos.


"Iya, sakit kalau belum keluar," balas Diego dengan suara serak.


Melihat sorot mata Juliet membuat hasrat Diego kembali naik. Akan tetapi, akal dan pikirannya masih waras.


Dia tak ingin mengingkari janjinya pada Juliet. Tidak ada dalam kamus Diego mengingkari janjinya.


Juliet malah berdiri di hadapan Diego lalu menekuk kedua lututnya di lantai. Wanita cantik itu mendongak menatap wajah Diego yang sudah sangat memerah.


Tangan Juliet tergerak membuka tali pinggang Diego.


"Juliet, apa yang kamu lakukan?" Diego memejamkan matanya di kala Juliet memanjakan pusaka nya dengan mulut.


"Membantu mu!" Juliet hampir tersedak karena benda tersebut sangatlah panjang dan besar.


Diego tersenyum senang mendengar pria tampan itu membelai rambut panjang Juliet.


Namun, kebahagiaan Diego hanya bersifat sementara. Belum juga mulai, suara gedoran pintu terdengar menggema membuat Juliet buru-buru melepaskan pusaka Diego dari mulutnya.


Dor. Dor. Dor.


"Mommy … buka pintunya! Ayo kita main!" teriak Adam dan Abraham kencang membuat Diego mengumpat dalam hati.


Pria tampan itu mengerang keras seraya mengepalkan tangannya erat.


Ahh … gagal! Diego gagal mengalami pelepasan nya.


Diego gagal terbang ke cakrawala bersama mulut Juliet.


"Maaf, ada anak-anak di luar! Pakai sabun saja, bisa ,'kan?" tanya Juliet polos membuat Diego mengangguk lesu.

__ADS_1


Untung saja sabun ku masih banyak batin Diego pasrah.


*


*


Sedangkan di luar kamar, Max, Alex dan Damian tertawa cekikikan bersama dengan Adam dan Abraham.


Mereka tertawa bahagia di atas penderitaan Diego. Mereka adalah pria dewasa yang pasti tahu apa yang akan terjadi apabila laki-laki dan wanita dewasa berada dalam satu kamar.


Adam dan Abraham yang tadinya sedang bermain game pun tiba-tiba di ajak oleh ketiga pengacau itu untuk memanggil Juliet.


Tentu saja Adam dan Abraham mau, terlebih lagi mereka juga tak rela ibunya berdekatan dengan Diego yang belum mereka maafkan.


"Ha ha ... aku yakin setelah ini Diego akan menangis! Apalagi sabun di dalam kamar mandi sudah aku buang semua," bisik Max di telinga Alex membuat pria tampan itu tertawa cekikikan.


"Biar tahu rasa dia, bagaimana sakitnya tidak bisa keluar!" balas Alex pelan.


"Dia tetap bisa bersolo karir! Yang kau buang hanya sabun. Tapi, shampoo 'kan tidak?" gumam Damian pelan membuat Alex dan Max menepuk jidatnya.


"Oh My God ... besok-besok aku juga akan membuang shampoo nya juga lalu aku ganti dengan detergen, agar pusaka nya mengkerut seperti tangan buruh cuci!" bisik Max pelan membuat mereka kembali tertawa.


Sedangkan, Adam dan Abraham hanya bisa tertawa polos tanpa tahu menahu apa yang sedang tiga pengacau itu bicarakan.


*


*


*


Wkwkwkwk … kasihan babang Diego 🤣🤣 BTW … Juliet sudah mulai luluh ya. Karena kesalahan Diego itu hanya mencampakkan nya dan itu karena kesalahpahaman.


Selebihnya Diego selalu baik pada Juliet meski ketus dalam berbicara.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh


__ADS_2