
Hari sudah menjelang sore, senja telah tiba, langit yang tadinya berwarna biru cerah kini telah berubah menjadi warna orange menandakan takkan lama lagi malam akan datang.
Sepasang cucu Adam tampak masih terlelap dalam mimpi mereka. Tidur bersama dengan posisi gadis nya berada di atas tubuh pria tampan itu.
Si pria memeluk erat tubuh ramping gadis itu seolah takut akan kehilangan, pria tampan itu mengeratkan pelukannya saat di rasa gadis itu bergerak di atasnya.
Pria tampan itu mengernyitkan dahinya dengan mata yang terpejam. Dia mengira yang di ada dalam pelukannya itu adalah guling.
Akan tetapi, guling tersebut bisa bergerak sehingga membuat pria tampan yang setengah sadar itu bertanya-tanya dalam benaknya.
Pria tampan itu terlalu penasaran, perlahan dia membuka matanya lalu menatap apa yang berada dalam pelukannya itu.
Degg.
Pria tampan itu yang tak lain adalah Alex terkejut di kala sadar bahwa yang di peluknya itu bukan guling.
"Ini namanya guling cantik, bisa bernafas dan bisa di ajak bercinta!" Alex tersenyum penuh arti.
Pria tampan itu kembali memejamkan matanya, akan tetapi, tangannya yang nakal tak tinggal diam.
Perlahan tangannya turun menyentuh bokong sintal gadis cantik itu.
Padat dan lembut bercampur menjadi satu.
Gila … ini sangat kenyal!
Yang di bawah sangat padat dan kenyal, lalu timbul pertanyaan di otak kecil Alex.
"Apa yang di atas juga kenyal dan padat?" Alex tersenyum usil.
Pria tampan itu menekan punggung gadis cantik itu, sehingga, dadanya bergesekan dengan bukit kembar milik gadis itu.
Wihh … gila! Ini benar-benar gila … lebih kenyal daripada puding batin Alex bersorak senang.
"Eugh." Gadis itu merasa terusik akibat ulah tangan Alex yang tak bisa tinggal diam.
Alex yang mendengarnya pun langsung memejamkan matanya kembali. Pria tampan itu bersikap seolah-olah dirinya masih terlelap.
__ADS_1
Gadis cantik itu membuka matanya perlahan.
"Ya ampun … kenapa bisa aku tidur di atas tubuh Tuan tampan? Kasihan badannya pasti pegal-pegal!"
Gadis itu merasa bersalah, perlahan dia mencoba bangkit dari atas tubuh Alex. Akan tetapi, matanya terpaku menatap ketampanan Alex yang bak patung dewa kuno.
"Tampan," gumam gadis itu seraya menyentuh rahang tegas milik pria itu.
"Aku tahu." Alex membuka matanya menatap datar gadis itu.
Degg.
Mati aku batin gadis cantik itu ketakutan.
"Tu-tuan!" cicit gadis itu dengan suara yang terbata-bata.
"Bisakah kau menyingkir dari atas tubuhku!" tegas Alex dingin membuat gadis cantik itu segera menyingkir dari tubuh Alex.
Dia bangkit berdiri lalu merapikan dress nya yang kusut.
Alex ikut bangkit lalu meneliti dress yang gadis cantik itu kenakan.
"Makanya kau memelukku!" Alex lebih dulu menyela dengan suara yang amat dingin membuat gadis cantik itu ketakutan.
Gadis itu menundukkan wajahnya tak berani menatap Alex, gadis itu memilin ujung dress nya.
"Maaf, Tuan! Saya salah karena sudah lancang memeluk Anda!"
Gadis cantik itu berkata dengan suara yang bergetar membuat Alex mencoba menhan senyumnya.
Entah mengapa Alex merasa sangat suka melihat raut wajah ketakutan gadis cantik di hadapannya ini.
"Berani sekali kau mengambil kesempatan dalam kesempitan! Apa kau tahu kalau tubuhku ini sangat berharga? Hanya orang-orang tertentu yang aku izinkan bisa menyentuh tubuhku!"
Pria tampan itu menggertak gadis cantik itu dengan suara yang amat dingin.
__ADS_1
Oh bang Alex! Dasar kau pria mesum yang liciknya seperti ular berkepala lima.
Padahal kau sendiri yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan bebas menyentuh tubuh seksi gadis itu.
Kau pelaku utama tapi bertindak seperti korban saja.
Dasar … pria licik!
Tubuh gadis cantik itu bergetar ketakutan mendengar suara bariton itu.
Brukk.
Gadis itu berlutut di hadapan Alex lalu menangkup kedua tangannya sejajar dagu. Gadis cantik itu mendongak lalu menatap Alex dengan mata yang sudah mengembun.
"Tuan … maafkan saya! Saya janji tidak akan mengulanginya lagi! Tolong ampuni saya, jangan usir saya!"
Gadis itu berkata serak memohon ampun pada Alex yang menatap datar dirinya.
"Apa kau tidak punya harga diri? Kenapa kau begitu mudah berlutut di hadapan orang lain, terlebih lagi orang yang baru saja kau kenal? Kenapa kau bersikap seperti manusia rendahan?" tanya Alex dengan nada kesal.
Gadis cantik itu menggigit bibir bawahnya berusaha menahan tangis mendengar kata-kata pedas yang keluar dari mulut Alex.
Alex bertanya seperti itu bukan tanpa alasan, pria tampan itu hanya tak suka pada manusia yang merendahkan dirinya di hadapan manusia lainnya.
"Karena memang saya rendahan! Saya sudah kotor, saya jijik pada diri saya sendiri! Anda tidak akan mengerti karena Anda tidak berada di posisi saya!"
Gadis cantik itu berkata dengan suara yang serak dan bergetar menahan tangisnya.
*
*
*
Babang Alex galak bener …🤪🤪🥺
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏