
Elliza dan Alex tersenyum senang. Mereka merasa sangat bahagia karena terapi pertama Alex berhasil. Keenan menjelaskan bahwa bila Alex bersedia seminggu tiga kali datang melakukan terapi, maka Alex memiliki kemungkinan 99 persen sembuh total.
Saat ini mereka berdua berada dalam satu mobil. Alex menggenggam lembut tangan Elliz, sedari tadi Alex enggan melepaskan tangan mungil Elliza dari genggaman nya.
Alex tak sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta dan bergantung pada Elliza. Saat ini keduanya ungu pergi menuju restoran guna mengisi perut mereka yang kosong.
"Terima kasih, Elliz!" ujar Alex lembut tanpa menoleh ke arah Elliza.
Gadis cantik itu mengernyitkan dahinya merasa bingung mendengar ucapan terima kasih dari Alex.
"Untuk apa, Sayang?" tanya Elliza heran membuat Alex segera mengecup punggung tangan Elliza.
"Untuk semuanya! Kamu sudah mau memaafkan kesalahan ku, kamu sudah mau menerima ku apa adanya, dan yang terakhir kamu mau bertahan di sisi ku! Terima kasih untuk semua itu!"
Alex tersenyum tulus menatap Elliza sesaat, setelahnya pria tampan itu kembali fokus mengemudi.
Mata Alex masih bengkak karena pria tampan itu menangis dalam jangka waktu yang lama.
Elliza yang mendengar pun tersenyum manis. Gadis cantik itu mencondongkan tubuhnya ke arah Alex. Elliza mengecup lembut pipi Alex membuat pria tampan itu berkedip-kedip lucu.
"Tidak ada kata terima kasih bagi suami istri! Kita berdua saling melengkapi." Elliza berucap lembut membuat hati Alex merasa hangat.
Pria tampan itu menahan tengkuk Elliza lalu menyesap bibir gadis cantik itu lembut.
Elliza segera melepas paksa ciuman tersebut. Gadis cantik itu menjauhkan tubuhnya dari Alex.
"Sayang, jangan membahayakan nyawa kita! Kamu lagi nyetir masa main nyosor aja. Nanti kita celaka baru tahu rasa!" tegur Elliza membuat Alex tersenyum canggung.
__ADS_1
"Habis bibir kamu merona sih, Sayang! Jadinya aku kan gak tahan. Maunya sekali ciuman satu jam baru lepas!" balas Alex santai membuat Elliza membelalakkan matanya.
Oh Alex … apa kamu tidak sadar dengan apa yang baru saja kamu katakan?
Satu jam hanya untuk ciuman saja? Gila … kamu benar-benar gila. Bisa-bisa bibir tipis Elliza bengkak karena ulah mu.
Dasar pria mesyum … otak nya tak pernah jauh dari hal-hal yang berbau s*l*ngk*ngan wanita.
"Kamu ini ada-ada saja, Sayang! Jangan ngaco, deh." Elliza memanyunkan bibirnya.
Gadis cantik itu membayangkan bagaimana nasib bibirnya bila di cium Alex selama satu jam. Bisa-bisa bengkak seperti orang yang baru saja cium aspal jalanan.
"Bibirnya jangan di majuin, Elliz. Aku tidak tahan untuk menyesap nya lagi!" ujar Alex membuat Elliza langsung mengulum bibirnya ke dalam mulut karena takut di cium oleh Alex.
Alex terkekeh kecil melihat tingkah laku Elliza. Pria tampan itu merasa hidupnya lebih berwarna setelah bertemu dengan Elliza.
Namun, sekarang … Alex sudah jarang ke bar dan hampir tak pernah lagi di layani oleh wanita bayaran.
Alex mempercepat laju mobilnya, pria tampan itu masuk ke pelataran parkir restoran mewah bintang lima.
Mereka berdua masuk ke dalam restoran tersebut, Alex merangkul pinggang Elliza posesif karena merasa kesal sebab hampir semua mata pengunjung laki-laki menatap ke arah Elliza.
Alex merasa sedikit insecure karena umur Elliza yang masih belasan tahun, sedangkan dia sudah memasuki kepala empat.
"Andai umur ku masih 23 tahun, pasti aku akan sangat pede bergandengan tangan dengan Elliza," gumam Alex merasa tak terima umurnya sudah 32 tahun.
"Jang berbicara sesuatu?" tanya Elliza heran karena mendengar Alex seperti berbicara sesuatu.
__ADS_1
"Tidak ada."
Mereka pun memilih meja paling pojok. Elliza menyuruh Alex duduk di dekat dinding. Pria tampan itu merasa heran, namun, dia hanya patuh pada perintah Elliza.
Padahal masih banyak meja lain yang kosong. Akan tetapi, Elliza malah ingin duduk di pojok.
"Kenapa kita duduk di pojok, Elliz? Kenapa tidak di dekat jendela itu saja? Di sana kita bisa lihat pemandangan gunung di balik restoran ini?" tanya Alex tak mengerti membuat Elliza tersenyum penuh arti.
"Nanti kamu bakal tahu juga apa maksudnya, Sayang!" balas Elliza tersenyum penuh makna.
*
*
*
Wkwkwkwk … kira-kira Elliza bakal lakuin apa ya, Bun 🙈
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
Ada satu bab lagi nanti bakal temenin kakak sahur ya😁🌹
__ADS_1