
Rian mengangguk dihadapan Keynan seraya menunjukkan ekspresi wajahnya yang begitu amat bahagia saat menceritakan tentang pernikahan dadakannya itu.
Meski dengan sedikit tidak yakin akan apa yang diceritakan Rian padanya, namun terlepas dari apapun itu, Keynan tentu hanya bisa mendukung setiap keinginan besar sahabat baiknya itu. Terlebih lagi jika itu untuk kebahagiaan Rian sendiri lantaran Keynan tau betapa sulitnya selama 3 tahun ini Rian menjalani hidupnya pasca meninggalnya sang istri.
"Lalu, bagaimana dengan kedua orangtuamu? Apa kau akan memberi kabar untuk mereka jika kau akan menikah?"
Rian menggeleng perlahan. "Aku tidak akan mengatakan apapun pada mereka, mungkin hanya beberapa rekan bisnis kita saja yang ingin ku undang nantinya.
Ya, sejak meninggalnya Namira memang hubungan Rian dan kedua orangtuanya sudah tidak lagi harmonis. Terlebih lagi saat baru beberapa bulan Namira meninggal, kedua orangtua Rian justru sempat memintanya untuk menikahi Elena yang tentu membuat Rian sangat marah.
"Baiklah, aku dan Naura pasti akan datang kepernikahanmu." Kata Keynan sembari menepuk pundak Rian. "Ya, meskipun aku sempat kaget akan kabar yang mendadak ini tapi--"
"Tolong minta Naura untuk turun aku ingin bicara dengannya sebentar." Kata Rian memotong ucapan Keynan.
Keynan mengerutkan keningnya sembari menatap curiga pada Rian. "Untuk apa ingin bicara pada istriku?" Tanya Rian dengan rasa curiga lantaran tidak biasa Rian ingin bicara pada istrinya secara tiba-tiba.
"Sebentar saja, Key. Aku mohon." Rian merengek dengan menggoyangkan lengan Keynan.
Meski sebenarnya Keynan merasa sedikit cemburu karena Rian ingin bicara pada Naura, tapi pada akhirnya Keynan pun menuruti keinginan sahabatnya itu untuk bicara pada sang istri.
"Tunggu dulu aku akan panggilkan, Tapi ingat jangan bicara terlalu lama." Kata Keynan dengan menunjuk tepat didada Rian.
__ADS_1
Rian pun hanya mengangguk senyum. Dan kemudian Keynan berjalan kelantai atas untuk memanggil Naura. Sampai didepan pintu kamar lantas Keynan perlahan membuka pintu dan melihat Naura yang tengah menidurkan Yumna dijam tidur siang putri kecilnya itu.
"Sayang?" Ucap Keynan memanggil Naura dengan nada lirihnya. Naura menoleh keambang pintu lalu memberikan isyarat agar Keynan tidak mengeluarkan suara sedikit pun karena putri kecil mereka baru saja tertidur.
Setelah memastikan Yumna sudah tidur dengan pulas, kemudian Naura pun berjalan menghampiri sang suami yang masih berdiri diambang pintu. "Ada apa, Key?" Tanya Naura.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, tapi Rian ingin bicara denganmu sekarang." Ujar Keynan dengan ekspresi lesunya.
"Rian?" Kata Naura lalu Keynan pun mengangguk. "Iya, Rian ingin bicara denganmu. Ayo ikut aku kebawah." Keynan memegang tangan Naura lalu membawanya turun untuk menemui Rian.
"Tapi ada apa, Key?" Tanya Naura yang masih penasaran.
Dibelakang Keynan berjalan Naura pun hanya menggeleng senyum saat mendengar ucapan sang suami yang agaknya sudah mulai cemburu dengannya.
Sesampainya dilantai bawah, Naura yang hendak duduk itu pun tiba-tiba ditarik tangannya oleh Keynan agar tidak duduk disamping Rian. "Duduk disebelah sini." Keynan langsung duduk didekat Rian dengan posisinya yang kini berada ditengah-tengah antara Rian dan Naura.
"Sejak kapan kau terlihat begitu posesif? Bukankah dulu kau--"
"Cepat bicaralah, kau bilang mau bicara kan? Cepat lah waktumu hampir habis." Kata Keynan memotong ucapan Rian dengan cepat.
Tidak ingin membuat Keynan semakin merasa cemburu padanya, lantas Rian berpindah tempat duduk disofa yang berada disamping Naura. Namun apa yang dilakukan Rian itu malah membuat Keynan semakin kalang kabut dan tentu membuatnya kesal karena Rian yang pindah posisi duduk tepat disamping istrinya.
__ADS_1
"Kau ini mau bicara apa sebenarnya? Kenapa pindah disini?" Keynan menggeser Naura dan duduk ditempat yang Naura duduki sebelumnya.
"Haiihh... Key, kau ini!" Pekik Rian saat melihat Keynan yang tidak bisa duduk dengan tenang dan membiarkan dia untuk bisa bicara dengan Naura dengan serius. "Ya sudah bicaralah." Kata Keynan seraya menggenggam tangan Naura.
Rian menghela nafas panjangnya lalu bersiap untuk bicara. "Naura, apa setiap akan tidur malam kau menggunakan pakaian minim yang sangat seksi?"
Plak.
Keynan menggeplak lengan Rian saat mendengar pertanyaan gila dari sahabatnya itu. "Pertanyaan macam apa itu? Hah?" Pekik Keynan dengan sedikit kesal. "Apa yang salah, Key? Aku hanya ingin tau hal itu saja dan--"
"Tentu saja salah. Siapa yang kau ajak bicara ini? Dan lagi, kau bertanya tentang pakaian malam yang mungkin dipakai Naura atau tidak. Kau gila Rian!" Kata Keynan memotong ucapan Rian dengan kesal.
"Tapi bukan begitu maksudku, Key. Aku hanya bertanya apa yang dipakai--"
"Lalu apa maksudmu, hah?" Ujar Keynan memotong lagi ucapan Rian.
"Itu hanya ten--"
"Key, tidak bisakah kau diam dan berikan celah untuk Rian bicara? Dia hanya bertanya tidak ada yang salah dengan pertanyaannya itu." Ucap Naura menyela pembicaraan Rian dan Keynan.
Seketika Keynan pun terdiam dengan menatap sedikit sinis pada Rian. "Baik lah, lanjutkan lah lagi pertanyaanmu tadi." Kata Keyan yang dengan sengit membuang muka dihadapan Rian.
__ADS_1