
Saat Ziva tengah mengatur nafasnya dengan santai dipintu mobil, terlihat yang dimana Rian beranjak dari makam hendak berjalan menuju kearah mobilnya. "Nyonya, itu Tuan kemari."
"Apa? Lalu bagaimana ini? Hah?" Ziva yang panik pun tetap ditutupi oleh tubuh tinggi Alex agar tidak terlihat oleh Rian. "Tadi Nyonya kesini naik apa?" Tanya Alex dengan kepanikannya.
"Tidak penting aku naik apa, sekarang katakan dimana aku harus bersembunyi?" Ujar Ziva dengan kepanikannya yang semakin menjadi.
"Tidak ada pilihan lain." Kata Alex. Dengan cepat Alex mendorong Ziva dan memasukkan Ziva kedalam mobil. "Kenapa disini? Bagaimana kalau nanti ketahuan?" Ziva semakin dibuat panik lantaran Alex memintanya untuk berjongkok dibawah kursi depan.
"Sudah tenang saja, ini tidak akan ketauan karena Tuan duduk dibelakang."
"Tapi bagaimana kalau--" Ucapan Ziva terhenti, kedua matanya terbelalak dengan mulut yang menganga melihat kearah belakang Alex. "Kenapa, Nyonya? Cepatlah bersembunyi atau--"
__ADS_1
"Atau apa?" Suara yang terdengar tidak asing itu pun seketika berhasil menghentikan ucapan Alex. Bagaimana tidak, suara yang terdengar jelas dibelakang telinga Alex itu seolah membuat seluruh tubuhnya membeku disana. Perlahan Alex memutar tubuhnya dan menatap sosok pria tampan dengan kemeja berwarna hitam yang tengah berdiri nenatap tajam pada dirinya.
"Tu-Tuan?"
Tatapan tajam Rian itu kini mengarah pada sosok gadis yang hampir saja berjongkok dikursi penumpang paling depan. Dan hanya melihat tatapannya saja langsung membuat gadis itu turun dengan sendirinya dari dalam mobil.
"Masuk." Ujar Rian dengan singkat dan langsung dimengerti oleh Ziva. Ya, dengan pasrah Ziva kemudian masuk kembali kemobil dan duduk dikursi belakang bersama Rian. Sementara Alex, juga masuk kedalam mobil untuk menyetir.
Di perjalanan menuju Mansion, Ziva benar-benar tidak berani bicara sedikit pun. Rasa malu yang bercampur aduk membuatnya hanya diam dan tidak berani bergerak disamping Rian. "Habislah aku, bagaimana aku harus menjawabnya jika nanti dia bertanya aku bisa sampai kesini." Gumamnya seraya meremasi ujung pakaiannya.
"Sudah meniduriku lalu sekarang bersikap se'enaknya denganku!" Seru Ziva yang seketika menghentikan langkah Rian. Sontak ucapan keras Ziva itu seketika membuat seisi rumah menghentikan aktifitas mereka dan menatap pada dua sosok majikan mereka tersebut.
__ADS_1
"Kenapa! Bukankah aku benar! Setelah meniduriku semalam lalu sekarang kau bisa bersikap se'enaknya denganku!" Ujar Ziva dengan suara lebih jelasnya lagi. Mendengar ucapan istrinya, Rian pun hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. Pria itu pun kemudian memutar tubuhnya dan menatap kearah Ziva yang berdiri dengan jarak yang tidak jauh dihadapannya.
"Kenapa menatapku seperti itu! Hah! Apa aku salah bicara! Memang kau ini benar-benar laki-laki brengsek! Sudah membuat milikku berdarah dan hampir tidak bisa berjalan lalu sekarang kau seolah acuh denganku!" Sungguh ucapan Ziva yang lantang dan terdengar begitu jelas itu justru membuat seisi rumah menjadi takut tidak karuan. Bagaimana bisa seorang gadis asing yang baru saja menjadi istri seorang Rian Abraham, dengan berani berbicara bahkan mengatai suaminya dengan kata-kata yang terdengar menakutkan ditelinga semua orang yang ada didalam Mansion.
"Nyonya Zi-Ziva, tahan emosimu. Apa kau lupa kau sedang berbicara dengan siapa?" Bisik Alex dengan suara gugupnya dibelakang Ziva.
"Biarkan saja!" Sentak Ziva yang seketika mengejutkan asisten pribadi suaminya tersebut.
"Memang benar kan! Kau menikahiku hanya untuk memuaskan nafsumu bukan karena cintamu! Iya kan, Rian Abraham!" Seru Ziva sembari menunjuk kearah Rian.
"Nyonya, apa yang kau--"
__ADS_1
"Diam Alex! Aku tidak sedang bicara denganmu!" Sentak Ziva dan Alex pun terdiam seketika.
Sungguh hal yang menakutkan dan diluar dugaan. Dimana Ziva adalah gadis pertama yang begitu berani mengatakan hal yang tidak pernah di sangka-sangka oleh semua orang. Dan keberanian Ziva itu justru membuat semua pekerja yang ada didalam Mansion Rian seolah menahan nafas lantaran takut jika apa yang dilakukan Ziva akan membuat majikan mereka murka dalam seketika itu juga.