Gairah Cinta Hot Duda

Gairah Cinta Hot Duda
Episode 25


__ADS_3

Ke'esokan paginya tepatnya pukul 10 pagi, Ziva terbangun dengan kepala yang terasa berat dan dengan pinggang yang terasa begitu pegal.


Gadis itu mencoba duduk dengan ekspresi wajah menahan sakit. Rasanya seluruh tubuhnya terasa remuk, bagian intinya terasa nyeri dan perih tentunya. Entah berapa kali suaminya itu melampiaskan gairah panasnya semalam.


"Dasar Rian bajingan. Bagaimana bisa dia melakukannya sebanyak 15 kali dihari pertamaku menjadi istrinya." Gerutu Ziva dengan menahan sakit disekujur tubuhnya.


"Dimana bajingan itu pergi?" Ziva menurunkan satu persatu kakinya dan berusaha untuk beranjak dari ranjang tidurnya.


Kakinya terasa begitu bergetar saat ia mencoba untuk berdiri. Entah lah, rasanya ia ingin pingsan pagi ini. Kepalanya pusing dan yang paling tidak bisa ia tahan adalah bagian inti miliknya yang terasa perih menyayat.


"Ini sakit sekali, aku benar-benar tidak bisa berdiri kali ini. Kalau tau seperti ini akhirnya, aku tidak sudi menikah dengan duda gila itu." Ucap Ziva dengan terus menggerutu tanpa henti.


Saat Ziva hampir menyerah untuk bangun, tiba-tiba tubuhnya diangkat oleh sosok pria yang memiliki aroma mint pada tubuhnya. Siapa lagi pria itu jika bukan Rian, duda tampan yang memiliki 1000 daya pikat pada setiap wanita dan juga memiliki stamina yang luar biasa diatas ranjangnya.


"Apa yang kau lakukan! Turunkan aku!" Pekik Ziva meminta untuk diturunkan dari gendongan Rian.

__ADS_1


Tanpa menggubris sedikit pun celotehan wanitanya itu, Rian tetap membopongnya lalu membawanya masuk kedalam kamar mandi. "Turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri, Rian!" Ujarnya dengan memukuli dada suaminya.


Kemudian Rian pun menurunkan tubuh Ziva yang tanpa busana itu kedalam buthup dengan sangat pelan. "Sudah seperti ini tapi tetap saja bersikap keras kepala. Memangnya kau bisa berjalan sendiri dengan milikmu yang sudah robek itu." Kata Rian.


Dengan sengaja Ziva langsung menyiramkan air pada Rian sampai membuat kemeja pria itu basah kuyup. Ya, kemeja yang sudah rapi dikenakannya itu kini basah akibat ulah istrinya itu.


Dimana pagi ini seharusnya Rian sudah berangkat keperusahaannya di jam 8 pagi, namun ia sengaja berangkat terlambat lantaran Ziva yang tidak kunjung turun saat Rian menunggunya diruang makan tadi pagi.


Karena cemas akhirnya Rian memutuskan kembali kekamar untuk melihat Ziva. Tapi apa yang ia dapat kan setelahnya? Pakaiannya justru dibuat basah kuyup oleh sosok gadis yang sejak semalam sudah menjadi istri sahnya tersebut.


Rian melepas ikat pinggangnya, kemudian resleting celananya, dan yang terakhir adalah kemejanya. "Hey, kenapa kau melepaskan pakaianmu!" Ujar Ziva dengan menutupi bagian dadanya saat melihat tatapan Rian yang mengarah pada bagian yang ia tutupi tersebut.


"Apa kau sengaja melakukannya agar kita bisa mengulangi hal yang kita lakukan semalam?" Tanya Rian dengan kaki yang hendak naik ke buthup milik Ziva.


"Tidak. Siapa yang mau melakukannya lagi? Cepat pergi dari sini, aku mau mandi." Kata Ziva dengan menyiramkan air kearah Rian menggunakan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Greb.


Rian yang sudah berhasil masuk kedalam buthup tersebut, langsung menekan kedua tangan Ziva disisi kiri dan kanan kepalanya. "Apa yang kau lakukan! Lepas atau aku akan--"


"Akan apa?" Ucap Rian yang seolah langsung membungkam suara Ziva. "Akan apa, sayang? Hum?" Ziva terdiam dengan tatapan yang kemudian menunduk perlahan.


"Sial, kenapa dia terlihat begitu sangat tampan." Gumam Ziva dalam hati. Ya, nampaknya kali ini Ziva baru menyadari jika suaminya itu memiliki wajah yang tampan, atau bahkan sangat tampan.


"Kenapa diam? Ingin mencoba melawan,memberontak atau--" Ziva menggeleng dengan cepat tanpa berani menatap wajah tampan suaminya yang jelas-jelas berada sangat dekat dengannya.


Dan dengan tiba-tiba Rian melepas kedua tangan Ziva yang ia tekan sebelumnya. Pria itu kemudian beranjak dari buthup, bukan untuk pergi dari sana, melainkan merubah posisinya dengan duduk dibelakang Ziva memangku tubuh wanitanya tersebut.


"Apa yang kau la--"


"Ssssttt..." Ziva seketika terdiam. "Diamlah dan jangan bergerak, jika kau berani bergerak sedikit pun maka..." Rian mendekatkan bibirnya ditelinga Ziva lalu berbisik. "Jangan salahkan aku jika kau membangunkannya dan aku tidak bisa menahan diri untuk itu."

__ADS_1


Dengan rasa takutnya Ziva pun berusaha untuk diam dan tidak berani bergerak sedikit pun dipangkuan Rian. Rasanya jantungnya ingin copot dan ingin sekali ia berteriak dengan keras untuk meminta tolong pada siapapun yang mungkin ada diluar. Tapi apalah daya, mau berteriak sampai tenggorokannya kering sekali pun tidak akan mungkin ada satu pun orang yang mendengarnya. Jika pun ada maka tetap saja, tidak akan ada yang berani datang dan menolongnya. Karena yang ada di Mansion milik Rian hanya beratus-ratus anak buah dan bodyguardnya.


__ADS_2