Gairah Cinta Hot Duda

Gairah Cinta Hot Duda
Episode 29


__ADS_3

Sementara disisi lain perasaan Rian yang masih kesal lantaran menghadapi sikap Ziva yang tidak patuh dengannya, membuat Rian seolah tidak ingin berada dirumah. Pria itu memanggil asisten pribadinya dengan teriakan yang begitu keras sampai terdengar oleh Ziva yang masih ada dilantai atas.


"Alex!" Hanya dengan satu teriakan saja, Alex pun bergegas datang menghampiri bosnya tersebut.


"Iya, Tuan?" Ucap Alex dengan membungkuk dihadapan Rian.


"Antar aku kepemakaman sekarang." Ujar Rian yang langsung berjalan keluar rumah mendahului Alex. Dan tanpa banyak bicara lantas Alex pun mengikuti Rian sampai kemobil.


Alex membukakan pintu mobil untuk Rian dan tiba-tiba tatapannya itu tertuju fokus pada kepala Rian yang terbalut perban. "Tuan, kepalamu kenapa?" Tanya Alex seraya menyentuh bagian kepala belakang Rian.


"Aww... sakit, Alex!" Sentak Rian saat merasakan sentuhan Alex yang menekan dibagian lukanya.


"O-oh maaf, Tuan aku--"


"Aku menggajimu tidak untuk banyak bertanya, sekarang cepat antar aku kepemakaman!" Sentak Rian yang seketika membuat Alex terdiam. Tidak ingin melihat bosnya itu lebih marah, dengan cepat Alex segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya tersebut mengantar Rian ketempat yang diinginkannya.

__ADS_1


Diperjalan menuju pemakaman, terlihat raut wajah Rian yang kembali sendu. Ya, wajah yang beberapa hari ini Alex lihat sudah baik-baik saja namun siang ini terlihat kembali seperti dulu. Seperti dimana ia baru saja kehilangan Namira, mendiang sang istri pertama.


Dan sesampainya dipemakaman, Rian pun turun dari mobil kemudian melangkah menuju salah satu makam disana. Tepat disalah satu makam yang ia tuju, tanpa terasa air mata Rian menetes. Perlahan ia duduk disamping makam tersebut dan menatap foto sosok wanita yang sangat dicintainya dulu. Siapa lagi sosok itu jika bukan Namira. Ya, sosok wanita yang pernah ia sakiti dan ia sia-siakan perasaannya dulu.


"Namira, aku datang." Rian mengusap foto Namira yang terletak di atas makam tersebut. "Aku... aku sudah menikah lagi, Namira." Lagi-lagi Rian tidak bisa menahan isak tangisnya setiap kali bicara dihadapan makam Namira. Seorang pria yang tampan dan gagah itu terlihat begitu cengeng setiap kali mengingat atau bahkan menyebut nama mendiang sang istri.


"Kau tau, sayang?" Kata Rian sembari tersenyum mengusap air matanya. "Wajah gadis itu sangat mirip denganmu. Oh tidak, bukan mirip melainkan sama persis denganmu. Hanya saja sifatnya sangat keras kepala." Rian pun tersenyum kecil dibalik kesedihannya.


"Apa kau akan marah padaku? Apa kau akan membenciku jika aku sudah menikah lagi sekarang? Jika kau marah, maka datanglah kembali padaku dan kita hidup bersama kembali, Namira." Isak tangis Rian pun seketika pecah saat mengutarakan semua hal tentang kehidupannya sekarang ini.


Pernikahan yang terjalin antara dirinya dan Ziva pun entah dilakukan karena cinta atau karena Ziva memiliki wajah yang sama persis dengan Namira. Entah lah, Rian sendiri pun juga tidak bisa menerka perasaannya saat ini. Namun yang jelas perasaan Rian sampai saat ini masih begitu sangat mencintai mendiang istrinya terdahulu yaitu, Namira.


Sementara Rian yang masih berada dimakam, tanpa disadari olehnya ternyata Ziva juga ada disana dengan muncul tiba-tiba dibelakang Alex hingga mengejutkan sang asisten pribadinya.


"Astaga! Nyonya Zi--"

__ADS_1


"Ssstttt..." Ziva memotong ucapan Alex dengan membungkam mulut pria itu menggunakan kedua tangannya. "Kecilkan suaramu." Ucap Ziva dan Alex pun mengangguk patuh.


Kemudian Ziva melepas bungkamannya lalu menatap Rian dari kejauhan. "Apa itu makam istrinya?" Tanya Ziva dengan tatapan yang mengarah pada Rian.


Alex mengangguk. "Benar Nyonya. Itu adalah makam istri pertama tuan Rian."


Ziva menoleh kesampingnya menatap tajam wajah Alex. "Nyonya, ke-kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Alex dengan gugup dan sedikit takut saat ditatap oleh Ziva.


"Lihat wajahku baik-baik." Alex mengangguk dengan menatap serius wajah istri bosnya tersebut. "Katakan dengan jujur, aku dan istri pertama Rian cantik mana?" Pertanyaan Ziva seketika membuat Alex mematung. Entah bagaimana asisten pribadi Rian itu menjawab pertanyaan Ziva. Pasalnya Alex sendiri bingung lantaran Ziva dan Namira memiliki wajah yang sama, Dan yang membedakannya hanya suara dan tingkah laku juga sifatnya.


Plak.


Ziva menggeplak dada Alex menyadarkan pria itu dari lamunannya. "Kenapa malah diam saja! Jawab aku, Alex!" Pekik Ziva dengan kesalnya lantaran Alex tidak juga menjawab pertanyaannya.


Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya menunjukkan wajah bingungnya. "Alex!" Sentak Ziva lebih keras. Mendengar suara keras yang tidak asing itu, membuat Rian langsung menoleh kearah mobilnya yang hanya terlihat Alex yang tengah berdiri disamping mobil tersebut.

__ADS_1


"Apa dia melihat kesini?" Bisik Ziva yang tengah bersembunyi dibelakang asisten pribadinya itu. "Sudah aman, Nyonya. Tuan tidak melihat kearah sini lagi." Kata Alex.


Perlahaan Ziva pun mengeluarkan kepalanya dari balik pundak Alex dengan kaki yang berjinjit. "Hah... kenapa dia lama sekali disana? Untung tidak melihatku." Ujar Ziva dengan menghela nafas leganya sembari menyandarkan tubuhnya dipintu mobil.


__ADS_2