Hadiah Universary

Hadiah Universary
11


__ADS_3

Setelah sore, Hanum akhirnya keluar dari ruangannya dan langsung melihat Bram yang masih berjibaku dengan pekerjaannya. Wanita itu pun mendekat untuk meletakkan berkas terakhir yang harus pria itu urus.


''Kau belum selesai, Bram?'' tanya Hanum.


''Sedikit lagi, Bu.'' Bram masih terus fokus tanpa mengalihkan tatapannya.


"Ya sudah, aku pulang duluan,'' pamit Hanum.


''Iya, hati-hati,'' kata Bram.


Hanum mengangguk dan melenggang meninggalkan ruangan kerjanya membiarkan Bram menyelesaikan tugas.


Dalam perjalanan, Hanum merasakan ada yang aneh pada mobilnya. Dia pun memilih untuk menepi dan melihat kondisi keanehan kendaraannya tersebut.


Tepat di jalan tersebut tampak sepi tanpa ada kendaraan lain yang lewat. Hanum pun turun dan mengecek pada ban depan yang ternyata kempes.

__ADS_1


''Ya ampun, ternyata kempes. Aduh gimana ini." Hanum menoleh ke kiri dan ke kanan untuk mencari pertolongan. Namun suasana memang tampak sepi. Dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam mobil dan mengambil ponselnya di dalam sana. Hanum ingin mencari bantuan yang bisa membantunya datang ke lokasi.


Namun, saat ponsel itu di genggaman ternyata mati karena kehabisan daya. Saat di kantor Hanum terlalu asik mendengarkan musik hingga lupa mengisi dayanya.


***


"Dasar nih perempuan. Marah-marah terus kerjaannya! Salah sendiri sok-sokan dateng ke kantor. Pake nggak mau ngasih tau mau ngapain, tapi ujungnya gue juga yang jadi tumbal!'' sungut Reno dalam perjalanannya pulang habis mengantar penumpang. Karena Clara baru saja menghubunginya dan minta di jemput membuat Reno urung untuk pulang ke rumah.


Ketika dalam perjalanannya yang terasa sangat mengesalkan, Reno melihat sebuah mobil yang sangat di kenalnya sedang terparkir di tepi jalan. Dia pun melihat sosok yang pernah di cintainya tengah resah sambil mondar mandir.


''Hanum,'' seru Reno dengan suara tertahan. Ada rasa rindu di tatapan mata pria itu begitu melihat mantan istrinya.


Tubuh Hanum serasa kaku begitu mendengar suara orang yang sangat tidak ingin di lihatnya. Enggan dia menoleh kebelakang karena merasa jijik melihat wajahnya.


Sementara Reno terus melangkah dengan berat untuk bisa mendekat pada Hanum yang tak kunjung menatap ke arahnya. Meski dia sudah mencoba memanggilnya kembali.

__ADS_1


Reno berusaha menetralkan perasaannya dan hanya ingin niat membantu Hanum yang sepertinya sedang butuh bantuan.


''Hanum, ban mobilmu kempes?'' tanya Reno yang telah mengetahui kondisi mobil Hanum begitu tatapannya tertuju pada ban bagian depan.


Hanum tak ingin bersuara, wanita itu pun dengan segera membuka pintu mobilnya dan ingin duduk di dalam. Tapi Reno menahan gerakan Hanum yang membuka pintu.


''Jangan sentuh saya!'' sentak Hanum dengan dingin.


Degg


Reno merasakan nyeri di ulu hatinya mendengar suara Hanum yang begitu dingin. Suara yang biasa menyapanya dengan pembut penuh kasih sayang. Sikap hangat yang biasa menyambutnya saat pulang dari bekerja. Kini Reno sudak tidak bisa lagi mendapatkan semua kelembutan dari sosok wanita yang dulu sangat dia puja.


Dunia Reno serasa hancur tanpa adanya Hanum di sisinya lagi. Dia sungguh sangat menyesal. Reno sampai saat ini belum bisa mendapatkan maaf yang tulus dari Hanum.


''Hanum,'' panggil Reno dengan suara mengiba.

__ADS_1


__ADS_2