Hadiah Universary

Hadiah Universary
32


__ADS_3

Bab 32


"Bisa nggak sih, jadi istri itu yang nurut sama suami. Sopan dan nggak ngelawan?"


Reno melunakkan setiap kata-katanya karena dia lelah juga jika selalu menaikkan intonasi suara ketika menghadapi sikap Clara yang semakin hari semakin tak terkendali.


"Emangnya aku ngelawan kayak gimana sih, Mas?" jawab Clara.


"Nah seperti ini, ngejawab terus. Udah tahu kesalahannya." sindir Reno.


"Apa sih yang salah, aku kan cuma kerja cari uang buat biaya lahiran. Mau nunggu kamu dapet uang? Keburu aku berojol di rumah. Sampe sekarang aja kerjaan kamu nggak jelas, penghasilan pun jadi ngikutin. Nggak jelas juga!"


Clara terus mengeluarkan semua kata-kata yang sangat menyayat bagi Reno. Harga diri sebagai pria berasa di injak-injak tak ada harganya.


Reno memilih diam, tak ingin berdebat lagi karena lelah. Mungkin dengan mendiamkan sejenak akan membuat masalahnya tidak panjang.


Pria itu mengambil bantal dan guling kemudian tidur di luar kamar. Dia membentang tikar di ruang televisi dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah di sana.


Sementara itu di kamar, Clara kembali menyimpan uang miliknya ke dalam dompet dan menatanya dengan begitu rapi.


"Besok cari uang lagi ya, nak. Sekarang kita bobo dulu." Clara mengusap bagian perutnya dengan senyuman mereka di birirnya. Tanpa memperulikan Reno yang tidak tidur sekamar dengannya.

__ADS_1


**


Suasana di kantor tempat Hanum berpijak saat ini sangat sunyi. Mendekati akhir bulan semua staff tidak ada yang bekerja di selingi dengan candaan seperti biasanya.


Hanya terdengar suara dari keyboard yang di pacu oleh jari jemari lincah dari sang pemilik tangan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sesuai jadwal masing-masing.


Hingga waktu istirahat makan siang pun tiba, Hanum melirik arlojinya di pergelangan tangan yang ternyata sudah menunjukkan pukul 13:05 wib. Sudah lewat satu jam dari biasanya.


Suara ketukan dari pintu kaca ruangan Hanum pun terdengar pertanda ada seseorang yang mengetuknya.


"Masuk," perintah Hanum tanpa mengalihkan pandan matanya.


Bram melangkah masuk dengan membawa bungkusan kantong berwarna cokelat yang berisi makanan. Pria itu memesan makanan online untuk di antar ke ruangan mereka dan dia berencana untuk mengajak Hanum untuk makan bersama.


Hanum tersenyum simpul kala melirik bungkusan yang Bram bawa ke mejanya. Kebetulan memang perutnya juga sudah keroncongan minta di isi.


"Kamu pesan di luar?" tanya Hanum seraya bangkit dari kursinya.


Bram menjawab dengan anggukan kepala, lalu berjalan menuju ke sofa dan meletakkan makanan itu di atas meja setelah di keluarkan dari kantong pembungkusnya.


Setelah selesai di hidangkan Bram mempersilahkan Hanum untuk segera menyantap makan siang yang telah tersaji.

__ADS_1


Hanum menatap menu makanan itu lalu duduk di hadapannya. Sebenarnya dia ingin mengambil sendok dan piring kosong yang telah lebih dulu di ambil oleh Bram. Pria itu mengambilkan makanan untuk Hanum.


"Tidak usah repot-repot seperti ini Bram, saya bisa ambil sendiri," tolak Hanum dengan halus. Meski yang sekarang terpaksa dia terima karena sudah terlanjur di suguhkan.


"Tidak apa-apa, Bu. Saya senang melakukannya," tukas Bram.


"Tapi saya merasa tidak enak," ujar Hanum.


"Tidak apa-apa," jawab Bram lagi.


Hanum mulai menyantap makan siang bersama Reno. Dia melihat struk yang masih menempel di kontong pembungkus makanan tersebut dan melihat nominalnya.


Astaga, Bram membeli makanan di restoran yang harganya paling mahal. Sejak tadi Hanum baru memperhatikan hal tersebut.


Mengapa harus yang mahal, yang murah dan enak juga banyak di sekitar sini. Mengapa Bram malah memilih resto itu.


"Bram, besok giliran saya yang teraktir." Hanum berujar kala mereka sudah selesai dengan makan siangnya.


"Kenapa? Apa mau balas budi?" heran Bram.


"Biar satu sama." kata Hanum.

__ADS_1


Halo, maafkan otor yang lama tidak hadir ya. Jangan lupa kasih komen biar otor semangat. Bilang juga kalau alurnya kurang pas dan kasih saran yang membangun, maklum otor masih harus banyak belajar. Makasih banyak, see you latter


__ADS_2