Hadiah Universary

Hadiah Universary
31


__ADS_3

Bab 31


Ciittt!!!


Suara decitan dari rem mobil yang Bram kendarai di tekan paksa karena dia hampir menyerempet seseorang yang hendak menyebrang jalan.


Kebanyakan melamun, Bram malah hampir saja melukai seseorang. Pria itu segera turun dari mobil dan menghampiri wanita yang mencaci makinya.


"Nyetir tuh pake mata, jangan pake dengkul!" maki sang korban yang tubuhnya tengah berbadan dua.


Langkah Bram yang tergesa tiba-tiba terhenti ketika melihat sosok wanita yang memakinya barusan.


"Clara." Bram melangkah pelan mendekat pada wanita itu.


Mata Clara langsung membeliak ketika melihat sosok Bram yang tengah menghampirinya.


"Aduh duh duh, aww akkh!" rintih Clara seketika membuat Bram terkejut.


Clara memegangi perutnya yang buncit menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul. Bram yang tak paham pun menjadi khawatir dan langsung memapah tubuh Clara ke kursi halte.


"Lo kenapa?" tanya Bram begitu mendudukkan Clara di kursi dengan hati-hati.


"Aduh, nggak tahu nih tiba-tiba perut gue sakit banget. Kayaknya kaget karena tadi lo hampir nabrak gue," terang Clara.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit saja. Nanti gue yang lo salahin kalau perut lo kenapa-napa," cemas Bram.


'Kena lo Bram. Hahaha, nggak bisa dapet duit dari Hanum, dari Bram juga oke.'

__ADS_1


Clara tertawa girang dalam hatinya, dia pun tetap memainkan peran hingga mereka tiba di sebuah klinik terdekat.


Karena Bram bukan suaminya Clara, dia hanya sebagai penolong. Clara pun di periksa di dalam bersama bu bidan. Dia pun meminta pada bu bidan itu untuk memberikan sebuah keterangan palsu tentang kondisinya saat ini.


Sementara menunggu di luar, dia pun kembali berpikir. Kenapa dia malah menolong wanita yang telah menyakiti hati Hanum.


"Kok gue jadi bego begini ya, tapi kalo beneran kenapa-napa gimana. Berabe urusannya nanti," gumam Bram seorang diri di kursi tunggu.


Clara pun keluar dari ruang periksa, lalu duduk di sisi Bram. Receptionist pun memanggil nama Clara untuk melakukan pembayaran.


Bram segera mendekat dan melihat jumlah biaya yang tertulis di kertas hasil pemeriksaan.


'Eh busyet! Cuma periksa doang gini bisa sampe tiga juta. Ini kan klinik biasa, apa emang biayanya semalah ini?' kata Bram dalam hati yang lagi-lagi kaget.


Akan tetapi, dia pun tetap membayarkan senilai di nota tersebut. Uang cash di dompetnya ternyata cukup.


Padahal Clara tadi ingin minta di antarkan, tapi ini adalah kesempatan bagus karena dia ingin meminta uang hasil menipunya tadi.


"Iya, makasih lo udah baik banget mau nolongin gue. Moga aja bayi gue nggak trauma." tutur Clara dengan raut sedih.


Bram pun segera pergi karena urusannya telah selesai.


"Mana uang yang tadi, sini." Clara langsung meminta uang yang di bayarkan oleh Bram tadi.


Setelah menghitung jumlahnya, dia pun meninggalkan beberapa lembar untuk biaya pemeriksaan yang sebenarnya.


**

__ADS_1


Clara berjalan mengendap-endap saat masuk ke dalam rumahnya yang gelap. Pasalanya sekarang sudah jam dua belas malam lewat semenit. Tangannya pun menyentuh handle pintu dengan hati-hati lalu,


Ctak


Lampu ruangan menyala menerangi ruang tamu yang berukuran kecil itu. Reno wajahnya sudah merah padam menatap Clara yang baru pulang jam segini.


"Jangan ngajak ribut dulu ya, Mas. Aku capek!" sergah Clara sebelum bibir Reno bergerak untuk mencercanya.


Clara masuk ke dalam kamar lalu menguncinya dari dalam membuat Reno ingin sekali menghancurkan pintu tersebut.


Sungguh kelakuan Clara membuat kesabarannya habis dan tidak bisa lagi mentolerir sikap istrinya tersebut.


Reno menggedor-gedor pintu kamar mereka dengan keras dan menimbulkan suara yang sangat berisik. Namun Clara enggan membukakan pintu untuknya.


"Clara, buka pintunya!" teriak Reno dari luar kamar.


Hening, Clara tidak menggubrisnya hingga Reno lelah dan mendobrak pintu tersebut tanpa peduli jika nanti akan mengeluarkan biaya untuk memperbaikinya.


Brakk


Mata Reno kembali di buat membelalak ketika melihat Clara sedang berkipas-kipas menggunakan uang yang tadi di dapatnya sembari menatap ponsel.


"Apa yang kamu lakukan!" maki Reno.


Clara hanya tersenyum miring melihat kemarahan Reno padanya.


"Ya cari duit dong, Mas. Emangnya kamu pikir ini apa?" cibir Clara.

__ADS_1


__ADS_2